JawaPos.com - Kiper veteran Timnas Tanjung Verde, Vozinha, menghadapi situasi yang tidak biasa setelah resmi bergabung dengan klub raksasa Chile, Colo-Colo.
Meski namanya dikenal luas berkat penampilan gemilang di Piala Dunia 2026, ia justru berpotensi tidak bisa menggunakan nama "Vozinha" di punggung jersey pada musim pertamanya.
Penyebabnya bukan karena alasan teknis maupun komersial, melainkan aturan Liga Primera Chile yang hanya memperbolehkan pemain menggunakan nama keluarga resmi di seragam pertandingan. Nama panggilan atau julukan tidak diizinkan digunakan selama kompetisi berlangsung.
Baca Juga: Erling Haaland Jadi Raja Follower Piala Dunia 2026, Kiper Tanjung Verde Vozinha Melejit 29,4 Juta
Kondisi ini membuat Colo-Colo harus bergerak cepat. Klub berjuluk El Cacique tersebut telah mengajukan permohonan dispensasi kepada Federasi Sepak Bola Chile agar sang penjaga gawang tetap diperbolehkan memakai nama "Vozinha", yang sudah melekat sepanjang karier profesionalnya.
Jika permohonan itu ditolak, kiper berusia 40 tahun tersebut harus menggunakan nama asli di bagian belakang jersey. Pilihannya adalah "Evora", "Dias", atau gabungan keduanya, sesuai nama lengkapnya, Josimar Jose Evora Dias.
Aturan tersebut juga memiliki konsekuensi yang cukup tegas. Apabila pemain tetap mengenakan nama panggilan yang tidak sesuai regulasi, wasit dapat memberikan kartu kuning secara otomatis, sementara klub akan dikenai sanksi berupa denda.
Baca Juga: Vozinha Direkrut Klub Chile Colo-Colo dengan Status Bebas Transfer, Masa Kontrak 18 Bulan
Presiden Federasi Sepak Bola Chile, Pablo Milad, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima permintaan resmi dari Colo-Colo.
"Kami sudah menerima permohonan resmi dari Colo-Colo. Permintaan itu akan kami pelajari dalam beberapa jam ke depan sebelum memberikan keputusan kepada klub," ujar Milad.
Ia juga menilai kehadiran Vozinha akan memberikan dampak positif bagi kompetisi domestik Chile. Menurutnya, pengalaman dan popularitas sang penjaga gawang bisa menjadi daya tarik tambahan bagi para pencinta sepak bola.
"Dia akan menjadi magnet bagi suporter. Sulit percaya usianya sudah 40 tahun karena pergerakannya masih sangat lincah. Kehadirannya tentu menjadi nilai tambah bagi Colo-Colo dan Liga Chile," katanya.
Nama Vozinha memang mendadak menjadi sorotan dunia setelah tampil luar biasa bersama Timnas Tanjung Verde pada Piala Dunia 2026.
Sebelum turnamen berlangsung, ia bahkan berstatus tanpa klub setelah kontraknya bersama Chaves, tim kasta kedua Portugal, berakhir. Situasi itu sempat membuat masa depannya dipenuhi tanda tanya.
Namun, semuanya berubah dalam hitungan pekan. Penampilan konsisten di bawah mistar membuat Vozinha menjadi salah satu kiper paling mencuri perhatian sepanjang turnamen.
Ia berperan penting saat Tanjung Verde menahan imbang sejumlah tim kuat seperti Spanyol, Uruguay, dan Arab Saudi pada fase grup.
Kiprahnya berlanjut hingga babak gugur sebelum akhirnya langkah timnya dihentikan Argentina melalui pertandingan sengit yang berlangsung sampai babak perpanjangan waktu.
Penampilan impresif tersebut membuat popularitasnya melonjak tajam.
Akun media sosialnya kini diikuti puluhan juta penggemar dari berbagai negara, menjadikannya salah satu bintang kejutan Piala Dunia 2026.
Di level klub, perjalanan karier Vozinha juga terbilang panjang. Ia pernah merumput di Tanjung Verde, Angola, Moldova, Portugal, Siprus, hingga Slovakia sebelum akhirnya menerima tantangan baru bersama Colo-Colo.
Kini, selain berusaha membantu Colo-Colo meraih prestasi, Vozinha juga masih menanti keputusan federasi.
Apakah ia bisa tetap memakai nama yang telah membesarkan namanya di panggung dunia, atau harus memulai petualangan baru di Chile dengan identitas berbeda di punggung jersey.