JawaPos.com - Penantian panjang Zinedine Zidane untuk menangani Timnas Prancis akhirnya berakhir. Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) resmi memperkenalkan legenda Les Bleus tersebut sebagai pelatih kepala baru yang akan memimpin tim hingga Piala Dunia 2030.
Zidane mulai menjalankan tugasnya pada 1 Agustus 2026, menggantikan Didier Deschamps yang mengakhiri masa baktinya setelah membawa Prancis melewati era penuh prestasi.
Penunjukan ini sebenarnya bukan keputusan mendadak. Presiden FFF Philippe Diallo mengungkapkan bahwa kesepakatan dengan Zidane telah tercapai sejak Februari lalu, beberapa waktu setelah Deschamps memastikan tidak melanjutkan kontraknya.
Baca Juga: Voila! Zidane Resmi Jadi Pelatih Prancis, Gantikan Deschamps
Dalam konferensi pers perdananya sebagai pelatih Timnas Prancis, Zidane mengaku jabatan tersebut merupakan impian yang telah lama ia nantikan.
Sejak meninggalkan Real Madrid pada 2021, ia memilih menolak berbagai tawaran dari klub-klub besar Eropa demi satu tujuan, yakni menangani tim nasional negaranya.
"Saya mendapat beberapa tawaran dalam beberapa tahun terakhir, tetapi saya menolaknya karena hanya ingin melatih Prancis. Ini adalah pekerjaan yang benar-benar saya inginkan," ujar Zidane.
Mantan pelatih Real Madrid itu mengaku memiliki ikatan emosional yang sangat kuat dengan Timnas Prancis. Ia menilai kesempatan menjadi pelatih Les Bleus bahkan lebih spesial dibanding saat membawa negaranya menjuarai Piala Dunia 1998 sebagai pemain.
Zidane juga memastikan akan tetap bekerja bersama staf yang selama ini menjadi bagian dari kesuksesannya di Real Madrid.
David Bettoni akan bertugas sebagai asisten pelatih, didampingi Hamidou Msaïdie, sementara susunan lengkap tim kepelatihan akan diumumkan pada September mendatang.
Salah satu pernyataan Zidane yang paling menarik perhatian adalah soal filosofi bermain yang akan diterapkannya bersama Timnas Prancis.
Meski belum ingin mengungkap seluruh rencananya, ia memberi gambaran bahwa timnya akan mengedepankan permainan menyerang.
"Saya adalah seorang nomor 10. Saya selalu terinspirasi oleh permainan dan mencetak gol. Saya hidup selama 25 tahun di Spanyol, dan semua orang tahu seperti apa budaya sepak bola di sana," katanya.
Ucapan tersebut diyakini menjadi sinyal bahwa Prancis akan tampil lebih ofensif di bawah arahannya. Selama melatih Real Madrid, Zidane dikenal mampu membangun tim yang seimbang antara kualitas menyerang dan organisasi permainan.
Meski demikian, ia meminta publik bersabar karena detail proyeknya baru akan dijelaskan saat pemusatan latihan pertama pada September nanti.
Belum Hubungi Mbappe
Zidane juga menyinggung kondisi kapten Timnas Prancis, Kylian Mbappe. Ia mengaku belum melakukan komunikasi langsung karena ingin memberikan waktu bagi sang penyerang untuk beristirahat setelah menjalani musim yang padat.
Menurutnya, pembicaraan dengan seluruh pemain baru akan dilakukan menjelang agenda internasional berikutnya.
Di sisi lain, Zidane optimistis dengan kualitas skuad yang dimiliki Prancis saat ini. Ia menilai Les Bleus memiliki banyak pemain berbakat yang siap bersaing di level tertinggi.
"Kami memiliki kelompok pemain yang luar biasa. Tugas saya adalah menjelaskan proyek yang ingin kami bangun dan memastikan tim ini terus meraih kemenangan," ucapnya.
Saat ditanya mengenai kemungkinan bertemu Spanyol pada ajang besar berikutnya, Zidane memilih tidak terburu-buru membahasnya. Menurutnya, fokus utama saat ini adalah laga pertama melawan Turki.
"Bukan hanya Spanyol yang harus kami kalahkan. Kami ingin mengalahkan semua lawan. Sekarang pikiran saya sepenuhnya tertuju pada pertandingan melawan Turki," tegasnya.
Ia juga menyambut positif kesempatan menjalani pemusatan latihan selama hampir tiga pekan bersama para pemain.
Waktu persiapan yang panjang itu dinilai menjadi keuntungan untuk mulai membangun fondasi permainan sesuai visinya.
Dengan pengalaman meraih berbagai gelar bersama Real Madrid, ekspektasi terhadap Zidane tentu sangat tinggi. Kini publik Prancis berharap sentuhan magis sang legenda mampu membawa Les Bleus kembali menjadi kekuatan utama sepak bola dunia menuju Piala Dunia 2030.