JawaPos.com - Arsenal resmi memperkuat lini serang mereka dengan mendatangkan Christos Tzolis dari Club Brugge. Winger asal Yunani itu direkrut dengan nilai transfer sekitar 34 juta poundsterling dan diikat kontrak berdurasi lima tahun.
Di balik kepindahan ke Emirates Stadium, Christos Tzolis ternyata bukan sosok yang baru dikenal sebagai talenta berbakat. Jauh sebelum bersinar di Belgia, namanya sudah menjadi perhatian sejak masih anak-anak. Bahkan, Barcelona disebut pernah berusaha merekrutnya ketika baru menginjak 12 tahun.
Kisah tersebut diungkapkan oleh Direktur Teknik Akademi PAOK Vasilis Mittas. Menurut dia, Christos Tzolis bergabung dengan akademi PAOK saat berusia tujuh tahun dan langsung menunjukkan kemampuan yang berbeda dibandingkan pemain seusianya.
"Sejak pertama datang, kami semua melihat dia memiliki kualitas istimewa. Banyak pelatih yakin suatu saat nanti dia akan bermain untuk salah satu klub besar Eropa," ujar Mittas.
Salah satu momen yang paling membekas terjadi saat tim U-12 PAOK mendapat kesempatan menghadapi akademi Barcelona dalam laga persahabatan sebagai hadiah setelah menjuarai turnamen internasional.
PAOK berhasil menang 2-1. Tzolis menjadi bintang pertandingan setelah mencetak satu gol dan menyumbang satu assist. Penampilannya disebut membuat pemandu bakat Barcelona langsung menunjukkan ketertarikan.
Meski demikian, kepindahan ke klub raksasa Spanyol itu tidak pernah terjadi. Tzolis tetap melanjutkan proses pembinaannya di PAOK hingga akhirnya menembus tim utama.
Bakatnya memang sudah terlihat sejak usia muda. Dalam satu musim bersama salah satu tim akademi PAOK, Tzolis bahkan mampu mencetak sekitar 100 gol. Meski memiliki catatan luar biasa, Mittas menilai pemain berusia 24 tahun itu tidak pernah berubah menjadi sosok yang tinggi hati.
Dia dikenal rendah hati, disiplin, dan selalu mengutamakan kepentingan tim. Selama berkembang di akademi, Tzolis juga terbiasa bermain di berbagai posisi lini depan, mulai dari sayap kiri, sayap kanan, hingga gelandang serang.
Perjalanan karirnya sempat mengalami hambatan ketika bergabung dengan Norwich City pada 2021. Saat itu, klub Inggris tersebut menebusnya dari PAOK dengan nilai transfer sekitar 9 juta poundsterling.
Namun, karir Tzolis di Inggris tidak berjalan sesuai harapan. Ia kesulitan mendapatkan tempat utama dan lebih banyak menghabiskan waktu sebagai pemain pinjaman selama tiga musim bersama Norwich.
Meski demikian, pengalaman tersebut justru membentuk mentalnya. Mittas menilai Tzolis mampu menghadapi tekanan dan tantangan beradaptasi dengan budaya baru, bahasa baru, serta kerasnya persaingan di sepak bola Inggris.
Baca Juga: Kado Perpisahan Lionel Messi untuk Skuad Argentina Jadi Sorotan usai Piala Dunia 2026
Kebangkitan Tzolis akhirnya terjadi setelah bergabung dengan Club Brugge. Dalam dua musim terakhir, ia tampil impresif dengan koleksi 43 gol dan 45 assist dari 108 pertandingan di semua kompetisi.
Performa itulah yang membuat Arsenal tertarik memboyongnya pada bursa transfer musim panas ini. Di bawah asuhan Mikel Arteta, Tzolis diproyeksikan bermain di sisi kiri penyerangan, meski ia juga mampu beroperasi sebagai gelandang serang. Mantan pembinanya yakin gaya bermain Arsenal akan sangat cocok dengan karakter sang pemain.
Menurut Mittas, Tzolis memiliki naluri mencetak gol yang kuat, kecepatan, kemampuan transisi yang baik, serta etos kerja tinggi. Ia juga dikenal sebagai pengagum legenda Spanyol, David Villa, yang menjadi salah satu inspirasi dalam permainannya.
Kini, memasuki usia 24 tahun yang dianggap sebagai awal masa emas seorang pesepak bola, Tzolis diyakini masih memiliki ruang besar untuk berkembang. Arsenal pun berharap investasi mereka terhadap winger asal Yunani itu bisa memberikan dampak besar dalam beberapa musim ke depan.