JawaPos.com - Argentina gagal mempertahankan gelar juara dunia setelah takluk 0-1 dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026. Namun, bukan hanya kekalahan yang menjadi sorotan.
Sepanjang turnamen, La Albiceleste berkali-kali terlibat dalam insiden kontroversial yang memicu kritik dari lawan, penggemar, hingga penyelidikan FIFA.
Puncaknya terjadi usai final, ketika keributan besar pecah di lapangan dan membuat FIFA membuka investigasi resmi terhadap perilaku pemain maupun staf Argentina.
Melansir Mirror, berikut enam kontroversi terbesar yang mengiringi perjalanan Argentina di Piala Dunia 2026.
1. Keributan Besar Usai Final Piala Dunia
Final melawan Spanyol berakhir ricuh setelah peluit panjang dibunyikan. Leandro Paredes menjadi sorotan karena terlibat bentrokan dengan Eric Garcia dan Gavi. Ia disebut mencekik Eric Garcia, menendangnya, lalu mendorong Gavi hingga terjatuh.
Insiden juga melibatkan Nahuel Molina yang diduga memukul kapten Spanyol, Rodri, saat perayaan gelar berlangsung.
Baca Juga: Lebih dari 23 Juta Orang Teken Petisi Larang Argentina Main di Piala Dunia, Begini Kronologinya
Tak berhenti di situ, rekaman video juga memperlihatkan asisten pelatih Argentina, Roberto Ayala, diduga melayangkan pukulan ke arah Dani Olmo.
Serangkaian kejadian tersebut kini menjadi bagian dari penyelidikan disiplin FIFA.
2. Messi dan Mac Allister Lolos dari Hukuman
Kontroversi sudah muncul sejak laga pembuka Argentina melawan Aljazair. Lionel Messi dianggap lolos dari hukuman setelah terlihat menginjak kaki Aissa Mandi.
Wasit tidak mengeluarkan kartu, sementara VAR juga tidak melakukan intervensi karena insiden tersebut dinilai tidak memenuhi unsur kartu merah.
Baca Juga: Usai Piala Dunia 2026, Leandro Paredes Isyaratkan Tinggalkan Timnas Argentina
Di pertandingan yang sama, Alexis Mac Allister juga lolos dari hukuman setelah sikunya mengenai wajah Ibrahim Maza.
Aljazair kemudian mengajukan protes resmi terkait kepemimpinan wasit dalam pertandingan tersebut.
3. Dugaan Pelanggaran Sebelum Gol ke Gawang Austria
Pada laga fase grup melawan Austria, Messi mencetak gol yang memecahkan rekor jumlah gol terbanyak di Piala Dunia.
Namun, proses gol itu menuai perdebatan. Tayangan ulang menunjukkan Alexis Mac Allister diduga melakukan pelanggaran terhadap Xaver Schlager sebelum Argentina merebut bola dan membangun serangan.
Meski demikian, VAR tidak menilai insiden tersebut sebagai pelanggaran sehingga gol tetap disahkan.
4. Mesir Merasa Dirugikan di Babak 16 Besar
Laga dramatis melawan Mesir juga menyisakan kontroversi.
Mesir sempat mencetak gol yang kemudian dianulir VAR setelah wasit menilai terjadi pelanggaran terhadap Lisandro Martinez pada awal proses serangan.
Menjelang akhir pertandingan, Mesir juga menuntut penalti setelah Mohamed Salah dijatuhkan di kotak terlarang. Permintaan itu ditolak, dan tak lama kemudian Argentina mencetak gol kemenangan.
Pelatih Mesir, Hossam Hassan, melontarkan kritik keras terhadap keputusan wasit.
"Mengapa tidak ada keadilan dalam olahraga? Dalam sepak bola? Saya tidak ingin mencoba mengungkapkannya dengan kata-kata yang indah. Kami telah diperlakukan tidak adil hari ini. Kami telah menderita ketidakadilan."
5. Kartu Merah Breel Embolo yang Diperdebatkan
Pada perempat final melawan Swiss, Argentina kembali diuntungkan oleh keputusan kontroversial.
Leandro Paredes awalnya menerima kartu kuning. Namun setelah peninjauan video menggunakan aturan baru "salah identitas", wasit membatalkan hukuman tersebut.
Baca Juga: Federasi Sepak Bola Argentina Tanggapi Teori Konspirasi Final Piala Dunia 2026
Sebaliknya, Breel Embolo dinilai melakukan diving dan menerima kartu kuning kedua yang berujung kartu merah.
Keputusan ini memicu perdebatan karena UEFA kemudian menegaskan bahwa kasus simulasi seharusnya tidak diproses melalui mekanisme "salah identitas", melainkan melalui peninjauan langsung oleh wasit.
6. Kontroversi Politik dan Ketegangan Melawan Inggris
Semifinal melawan Inggris juga menyisakan sejumlah polemik.
Usai memastikan kemenangan, beberapa pemain Argentina membentangkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" yang merujuk pada sengketa Kepulauan Falkland.
Aksi tersebut memicu penyelidikan FIFA karena dianggap berpotensi mengandung pesan politik yang dilarang dalam pertandingan internasional.
Baca Juga: Penggemar Argentina Minta Final Piala Dunia 2026 Diulang, Tuding Wasit Disuap
Di sisi lain, laga juga diwarnai ketegangan antara Jude Bellingham dan Valentin Barco setelah peluit akhir berbunyi.
Bellingham terlihat menampar bagian belakang kepala Barco setelah bek Argentina itu sebelumnya dianggap melakukan selebrasi provokatif usai gol kemenangan Albiceleste.
Meski berhasil mencapai final, perjalanan Argentina di Piala Dunia 2026 terus dibayangi berbagai kontroversi. Mulai dari keputusan wasit yang diperdebatkan, penggunaan VAR, dugaan tindakan tidak sportif, hingga insiden bernuansa politik, semuanya menjadi sorotan sepanjang turnamen.