JawaPos.com - Arsenal belum berhenti memperkuat skuad meski baru saja mengakhiri penantian panjang gelar Premier League. Setelah mendatangkan Christos Tzolis untuk mengisi sektor kiri, The Gunners kini dikabarkan membidik target yang jauh lebih ambisius: Vinicius Junior.
Meski peluang transfernya masih tergolong rumit, situasi kontrak Vinicius di Real Madrid membuat Arsenal terus memantau perkembangan. Jika kesempatan itu benar-benar terbuka, pemain asal Brasil tersebut bisa menjadi kepingan yang selama ini dibutuhkan Mikel Arteta untuk menyempurnakan lini serangnya.
Sayap Kiri Langsung Menjadi Milik Vinicius
Melansir Sports Illustrated, tak banyak perdebatan soal posisi ideal Vinicius jika bergabung ke Emirates Stadium. Pemain berusia 26 tahun itu hampir pasti akan langsung mengisi sisi kiri serangan.
Baca Juga: Rumor Transfer: Arsenal Jajaki Peluang Datangkan Vinicius Jr dari Real Madrid
Meski Arsenal telah merekrut Tzolis, kualitas Vinicius berada di level berbeda dan akan menjadikannya pilihan utama sejak hari pertama.
Karakter permainannya sangat jelas. Ia gemar memulai serangan dari sisi kiri, kemudian melakukan tusukan diagonal ke dalam menggunakan kaki kanan sebelum melepaskan tembakan atau mengirim umpan kepada rekan setim.
Musim lalu Arsenal kesulitan mendapatkan kontribusi gol secara konsisten dari sisi kiri. Gabriel Martinelli dan Leandro Trossard belum mampu memberikan produktivitas yang diharapkan, sehingga kehadiran Vinicius berpotensi mengubah wajah serangan The Gunners secara signifikan.
Membuat Serangan Arsenal Lebih Seimbang
Selama beberapa musim terakhir, permainan Arsenal banyak bertumpu pada kombinasi Bukayo Saka dan Martin Odegaard di sisi kanan.
Baca Juga: Vinicius Jr Tampil Beda Setelah Piala Dunia 2026, Ramai Dibahas di Media Sosial
Akibatnya, banyak lawan memilih memusatkan perhatian untuk mematikan kreativitas kedua pemain tersebut. Kehadiran Vinicius akan memaksa lawan membagi fokus mereka.
Dengan ancaman besar di kedua sisi lapangan, Arsenal akan lebih sulit diprediksi. Ruang yang selama ini sulit didapat Saka berpotensi terbuka lebih lebar, sementara Vinicius sendiri memiliki kemampuan menciptakan peluang tanpa bergantung pada sistem.
Ahli Membongkar Pertahanan Rapat
Salah satu masalah terbesar Arsenal musim lalu muncul ketika menghadapi tim yang bertahan sangat dalam.
Dalam situasi seperti itu, Vinicius bisa menjadi pembeda. Kemampuannya melewati lawan dalam duel satu lawan satu merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Ia mampu menciptakan peluang hanya melalui aksi individu, sesuatu yang kadang kurang dimiliki Arsenal ketika permainan berjalan buntu.
Selain piawai menggiring bola, Vinicius juga dikenal memiliki kombinasi umpan cepat yang sangat efektif di area sempit. Karakter ini sangat cocok dengan pola permainan cepat yang ingin diterapkan Arteta di sekitar kotak penalti lawan.
Senjata Mematikan Saat Serangan Balik
Meski Arsenal identik dengan penguasaan bola, Arteta juga beberapa kali memilih bermain lebih pragmatis dan mengandalkan transisi cepat.
Dalam skenario tersebut, Vinicius menjadi aset luar biasa. Kecepatan dan kemampuan berlari di ruang terbuka membuatnya sangat berbahaya ketika mendapatkan ruang di belakang garis pertahanan lawan.
Baca Juga: Real Madrid Pecahkan Rekor Gol di Piala Dunia 2026: Mbappe, Bellingham dan Vinicius Jadi Kunci
Berbeda dengan Gabriel Martinelli yang lebih efektif ketika menyerang ruang kosong, Vinicius sama berbahayanya saat menerima bola di kaki maupun ketika melakukan sprint ke area kosong. Fleksibilitas itu membuatnya mampu beradaptasi dengan berbagai situasi pertandingan.
Ada Konsekuensi di Dalam Skuad
Jika Vinicius benar-benar datang, beberapa pemain Arsenal dipastikan akan terdampak.
Gabriel Martinelli menjadi nama yang paling berisiko kehilangan menit bermain. Meski tampil cukup baik di Liga Champions, produktivitasnya di Premier League musim lalu belum memenuhi ekspektasi.
Christos Tzolis kemungkinan besar akan berperan sebagai pelapis di sisi kiri sambil menunggu kesempatan rotasi. Sementara itu, Eberechi Eze diprediksi akan lebih sering dimainkan sebagai gelandang serang ketimbang melebar di sisi kiri.
Di sektor belakang, Arteta mungkin juga harus menyesuaikan peran bek kirinya. Mengingat kontribusi defensif Vinicius tidak terlalu kuat, Arsenal bisa memilih bek kiri dengan kemampuan bertahan yang lebih baik untuk menjaga keseimbangan tim.
Transfer yang Bisa Mengubah Level Arsenal
Merekrut Vinicius Junior tentu bukan perkara mudah. Selain nilai transfer yang sangat besar, Arsenal juga harus bersaing dengan keinginan Real Madrid mempertahankan salah satu aset terbaik mereka.
Namun jika transfer tersebut berhasil diwujudkan, Arsenal bukan hanya mendapatkan pemain bintang, melainkan juga sosok yang mampu menghadirkan kreativitas, kecepatan, dan ancaman konstan di sepertiga akhir lapangan.
Bersama Bukayo Saka di sisi berlawanan, Vinicius berpotensi membentuk duet sayap paling berbahaya di Premier League sekaligus membuat Arsenal menjadi tim yang jauh lebih sulit dihentikan dalam perburuan trofi musim 2026/27.