← Beranda
Jurgen Klopp Tidak Didampingi Zeljko Buvac di Timnas Jerman, Hilangnya Sosok yang Dijuluki Otak Gegenpress
Andre Rizal HanafiMinggu, 26 Juli 2026 | 13.15 WIB
Jurgen Klopp pimpin Timnas Jerman tanpa Zeljko Buvac. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Nama Zeljko Buvac kembali menjadi perbincangan setelah Jurgen Klopp memulai proyek barunya bersama Timnas Jerman. Banyak yang menilai kehadiran Buvac justru akan sangat membantu karena selama ini dikenal sebagai sosok penting di balik berkembangnya filosofi gegenpress yang identik dengan Klopp.

Namun kenyataannya, Jeljko Buvac tidak ikut bergabung dalam staf kepelatihan Timnas Jerman bersama Jurgen Klopp. Hubungan keduanya memang telah berakhir sejak 2018 ketika Buvac memutuskan meninggalkan Liverpool. 

Padahal, kolaborasi Jurgen Klopp dan Jeljko Buvac berlangsung sangat lama. Mereka mulai bekerja sama pada 2001 di Mainz 05. Kemitraan itu kemudian berlanjut di Borussia Dortmund hingga Liverpool sebelum akhirnya berpisah pada April 2018.

Baca Juga: Alasan Marc Cucurella Memanjangkan Rambut Terungkap, Ternyata Demi Anak Pertamanya yang Autis

Selama hampir 17 tahun, Buvac menjadi asisten utama Klopp. Banyak pengamat bahkan menjulukinya sebagai otak di balik penerapan gegenpress, yaitu gaya bermain yang mengandalkan tekanan agresif segera setelah kehilangan bola.

Masa terbaik permainan Klopp juga banyak dikaitkan dengan periode saat masih didampingi Buvac. Di Borussia Dortmund, duet keduanya sukses membawa klub meraih dua gelar Bundesliga secara beruntun pada musim 2010/2011 dan 2011/2012.

Mereka juga mempersembahkan DFB-Pokal 2011/2012 serta membawa Dortmund mencapai final Liga Champions musim 2012/2013. Kesuksesan itu berlanjut ketika Klopp pindah ke Liverpool pada 2015.

Baca Juga: Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan

Bersama Buvac, Klopp mulai membangun identitas permainan Liverpool dengan intensitas tinggi yang kemudian menjadi fondasi kesuksesan klub dalam beberapa musim berikutnya. Meski Buvac meninggalkan Liverpool pada 2018 sebelum The Reds meraih gelar Liga Champions dan Premier League, banyak pihak menilai kontribusinya dalam membangun sistem permainan tidak bisa diabaikan.

Karena itu, muncul anggapan bahwa Buvac akan menjadi sosok yang ideal jika kembali mendampingi Klopp, terutama dalam proyek membangun Timnas Jerman. Karakter pemain-pemain Jerman dinilai cocok dengan gaya sepak bola berintensitas tinggi yang selama ini menjadi ciri khas gegenpress.

Meski demikian, kemungkinan reuni keduanya tampaknya sulit terwujud. Buvac kini menjabat sebagai Direktur Olahraga Dynamo Moscow sejak Februari 2020 dan masih terikat kontrak hingga Juni 2029.

Pria kelahiran 13 September 1961 itu juga memiliki pengalaman panjang sebagai pemain sebelum beralih ke dunia kepelatihan. Dia pernah membela Borac Banja Luka, Rot-Weiß Erfurt, Mainz 05, hingga SC Neukirchen.

Setelah pensiun, Buvac sempat menjadi pelatih kepala SC Neukirchen sebelum memulai perjalanan panjangnya sebagai asisten Jurgen Klopp di Mainz. Dari sanalah lahir salah satu duet pelatih paling berpengaruh dalam sepak bola modern.

Hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai hubungan pribadi keduanya setelah berpisah pada 2018. Yang jelas, Klopp memilih melanjutkan kariernya dengan tim kepelatihan yang berbeda.

Baca Juga: Prediksi Persebaya vs Persija: Adu Strategi Bernardo Tavares dan Shin Tae-yong di Gelora Bung Tomo

Andai Buvac kembali berada di sisi Klopp, bukan tidak mungkin banyak penggemar akan berharap filosofi gegenpress yang pernah membawa Dortmund dan Liverpool tampil begitu dominan dapat kembali terlihat bersama Timnas Jerman.

Meski begitu, anggapan bahwa Buvac adalah satu-satunya faktor di balik keberhasilan gegenpress tetap bersifat opini. Kesuksesan Klopp selama bertahun-tahun juga lahir dari kerja kolektif seluruh staf pelatih dan kualitas para pemain.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah