← Beranda
4 Alasan Inggris Masih Tertinggal dari Spanyol dan Prancis dalam Perburuan Trofi Sepak Bola Internasional
Risma Azzah FatinMinggu, 26 Juli 2026 | 03.19 WIB
Skuad Tim Nasional Inggris (Instagram @england)

 

 

JawaPos.com – Keberhasilan Spanyol dan Prancis mendominasi sepak bola internasional dalam beberapa tahun terakhir dinilai tidak terlepas dari sistem pembinaan yang dibangun secara konsisten sejak usia dini.

Sementara itu, Inggris masih berupaya mengejar ketertinggalan meski memiliki kompetisi domestik yang sangat kuat.

Berikut 4 alasan utama yang dinilai membuat Inggris masih tertinggal dalam perolehan trofi internasional, seperti dilansir dari laman Flashscore pada Jum'at (24/7).

1.     Filosofi Permainan yang Tidak Konsisten Sejak Usia Muda

Spanyol dan Prancis menerapkan filosofi bermain yang sama sejak pemain berada di level akademi hingga tim nasional senior. Sebaliknya, Inggris kerap mengalami perubahan pendekatan karena pergantian pelatih dan metode permainan. Akibatnya, proses adaptasi pemain menuju level tertinggi menjadi kurang optimal.

2.     Terlalu Sering Berganti Pelatih Tim Nasional

Sejak tahun 2000, Inggris telah beberapa kali berganti pelatih dengan pendekatan taktik yang berbeda-beda. Pergantian tersebut membuat identitas permainan tim nasional sulit terbentuk secara berkelanjutan. Berbeda dengan Spanyol dan Prancis yang mempertahankan kesinambungan filosofi permainan meski pelatih berganti.

3.     Pusat Pembinaan Nasional Berkembang Lebih Lambat Dibandingkan Negara Pesaing

St George’s Park baru mulai beroperasi pada 2012 sebagai pusat pengembangan sepak bola Inggris. Sementara itu, Prancis telah memiliki Clairefontaine sejak 1988 dan Spanyol lebih dahulu mengembangkan La Ciudad del Fútbol sebagai pusat pembinaan nasional. Perbedaan waktu tersebut memberikan keuntungan bagi kedua negara dalam membangun generasi pemain secara berkesinambungan.

4.     Pengembangan Pemain Muda Belum Sepenuhnya Terintegrasi

Spanyol dan Prancis membiasakan pemain muda belajar melalui sistem permainan yang sama serta menjadikan kesalahan sebagai bagian dari proses pembelajaran. Di Inggris, pemain muda masih berasal dari lingkungan pembinaan dengan pendekatan yang beragam sebelum bergabung dengan program tim nasional. Kondisi tersebut membuat proses pembentukan identitas bermain membutuhkan waktu yang lebih panjang dibandingkan para pesaingnya.

 

***

EDITOR: Novia Tri Astuti