JawaPos.com - Nama Gahan Adriel Rompies mencuri perhatian pecinta sepak bola Indonesia. Putra kedua presenter dan musisi Vincent Rompies itu baru saja menyelesaikan Como 1907 Elite Performance Camp, sebuah program pembinaan pemain muda yang digelar oleh klub Serie A Italia, Como 1907.
Di usia yang baru menginjak 16 tahun, Gahan mendapat kesempatan merasakan atmosfer pembinaan di lingkungan klub profesional Eropa.
Program ini bukan sekadar football camp biasa karena seluruh kegiatan berlangsung di fasilitas latihan tim utama Como 1907 dan diikuti pemain-pemain muda dari berbagai negara.
Selama mengikuti Elite Performance Camp, para peserta mendapatkan materi latihan dengan standar profesional.
Mereka juga berkesempatan menunjukkan kemampuan di hadapan jajaran pelatih Como 1907. Menariknya, program tersebut turut dipantau langsung oleh pelatih kepala Como 1907, Cesc Fàbregas.
Bagi Gahan, pengalaman ini menjadi langkah penting dalam perjalanan kariernya sebagai pesepak bola muda.
Bermain di lingkungan yang kompetitif memberikan banyak pelajaran, mulai dari disiplin, intensitas latihan, hingga tuntutan bermain dengan tempo tinggi yang menjadi ciri sepak bola Eropa.
Gahan sendiri berposisi sebagai pemain bertahan. Ia dikenal memiliki fleksibilitas karena mampu dimainkan sebagai bek kiri (left back), bek tengah (center back), maupun bek kanan (right back).
Kemampuan bermain di beberapa posisi menjadi nilai tambah bagi pemain muda yang ingin berkembang ke level lebih tinggi.
Perjalanan Gahan menuju Italia juga tidak terjadi secara instan. Ia memulai pembinaan sepak bolanya dari Binus Serpong sebelum melanjutkan perkembangan bersama Young Warrior.
Setelah itu, Gahan bergabung dengan Raga Negeri U-17 untuk terus meningkatkan kualitas permainan dan menambah pengalaman bertanding di level usia muda.
Dari kompetisi kelompok umur di Indonesia hingga akhirnya berlatih di markas klub Serie A, perjalanan Gahan menunjukkan bahwa kesempatan untuk berkembang di level internasional terbuka bagi pemain muda yang terus bekerja keras.
Mengikuti Elite Performance Camp Como 1907 juga menjadi pengalaman yang dapat memperkaya wawasan sepak bolanya.
Selain meningkatkan kemampuan teknis, program tersebut memperkenalkan standar latihan profesional yang diterapkan klub-klub Eropa kepada para peserta.
Bagi sepak bola Indonesia, semakin banyak pemain muda yang mendapat kesempatan mengikuti program pembinaan internasional tentu menjadi kabar positif.
Pengalaman seperti ini diharapkan dapat menjadi bekal berharga ketika mereka kembali berkompetisi di tanah air maupun jika kelak berpeluang meniti karier di luar negeri.
Meski perjalanan Gahan masih panjang, kesempatan berlatih bersama Como 1907 menjadi salah satu pencapaian yang layak diapresiasi.
Pengalaman tersebut bisa menjadi motivasi bagi pemain-pemain muda Indonesia lainnya untuk terus meningkatkan kualitas, memanfaatkan setiap peluang, dan berani bersaing di panggung sepak bola internasional. (*)