← Beranda
Inter Milan Bersiap Pertahankan Scudetto, Cristian Chivu Mulai Racik Taktik Baru dengan Formasi 3-5-2
Andre Rizal HanafiJumat, 24 Juli 2026 | 13.18 WIB
Inter Milan menyambut musim 2026/2027, bangun fondasi permainan di bawah pelatih Cristian Chivu. (Istimewa) 

 

JawaPos.com - Inter Milan menunjukkan keseriusan menyambut musim 2026/2027. Dalam pemusatan latihan yang berlangsung di Donaueschingen, Jerman, juara bertahan Serie A itu mulai membangun fondasi permainan di bawah pelatih Cristian Chivu. 

Meski memasuki era baru di kursi pelatih, perubahan besar belum terlihat dari sisi taktik karena Cristian Chivu masih mempertahankan formasi 3-5-2 yang selama ini menjadi identitas permainan Nerazzurri Inter Milan. Optimisme juga terasa di dalam skuad. 

Seluruh elemen Inter Milan, mulai dari jajaran manajemen, pelatih hingga para pemain, tidak menutupi ambisi untuk kembali mempertahankan gelar Serie A. Pesan yang terus digaungkan selama pramusim adalah bahwa Inter siap menghadapi tantangan sebagai juara bertahan dan tidak ingin menurunkan standar yang telah dibangun dalam beberapa musim terakhir.

Baca Juga: Ambisi Newcastle United Kuasai Eropa Tak Semudah Era Manchester City, Ini Penyebabnya

Langkah awal Chivu terlihat saat Inter menjalani laga uji coba pertama melawan klub amatir Jerman, Aasen. Meski lawan berasal dari divisi ketujuh Liga Jerman, pertandingan tersebut dimanfaatkan sebagai ajang menguji kondisi fisik sekaligus melihat perkembangan sejumlah pemain setelah menjalani sesi latihan intensif.

Dalam pertandingan itu, Chivu masih mempercayai pola 3-5-2. Formasi tersebut dinilai menjadi dasar yang kuat sebelum nantinya dikembangkan sesuai karakter para pemain yang dimiliki. Beberapa pemain inti memang belum bergabung dengan tim karena berbagai alasan, termasuk masa liburan dan proses pemulihan kondisi.

Selain itu, sejumlah rekrutan baru juga masih menjalani adaptasi sehingga komposisi terbaik Inter belum sepenuhnya terlihat. Salah satu perhatian tertuju pada sektor sayap kanan. Luis Henrique mendapat kesempatan tampil sebagai starter di posisi tersebut sebelum kemudian digantikan oleh Diouf pada babak berikutnya. 

Baca Juga: Jose Mourinho Desak Real Madrid Rekrut Rodri, Los Blancos Diam-Diam Tancap Gas Kejar Michael Olise

Pergantian itu menjadi sinyal bahwa Chivu tengah mencari komposisi terbaik di sisi kanan permainan Inter. Diouf tampaknya sedang dipersiapkan untuk mengemban peran sebagai wing-back kanan. Posisi tersebut butuh kemampuan menyerang sekaligus bertahan dengan intensitas tinggi. 

Kesempatan yang diberikan selama pramusim menjadi momen penting bagi pemain tersebut untuk menunjukkan bahwa dirinya layak menjadi bagian dari rencana utama sang pelatih. Eksperimen lain dilakukan di lini tengah. Pada babak kedua, Chivu memasang Stankovic sebagai regista atau gelandang pengatur permainan. 

Peran ini memiliki tanggung jawab besar dalam mengalirkan bola dari lini belakang menuju lini depan serta menjaga ritme permainan tim. Kesempatan itu menunjukkan bahwa Chivu mulai memberikan ruang kepada pemain muda untuk membuktikan kualitasnya di level tertinggi.

Pramusim memang masih panjang dan Inter diperkirakan akan menjalani sejumlah pertandingan uji coba lainnya. Namun, dari sesi latihan dan laga perdana tersebut sudah terlihat arah yang ingin dibangun Chivu. 

Ia tidak terburu-buru mengubah identitas permainan tim, melainkan mempertahankan fondasi yang telah terbukti sukses sembari menambahkan beberapa variasi sesuai kebutuhan skuad. Dengan bursa transfer yang masih berlangsung, komposisi pemain Inter masih berpeluang berubah.

Kehadiran pemain baru maupun kembalinya para pemain inti diperkirakan akan membuat persaingan di dalam tim semakin ketat. Chivu pun memiliki kesempatan lebih besar untuk meracik strategi terbaik demi membawa Inter kembali bersaing di semua kompetisi.

Baca Juga: David Beckham Sambut Gembira Kedatangan Casemiro ke Inter Miami

Awal pramusim ini menjadi gambaran bahwa Inter tidak sekadar ingin mempertahankan status sebagai juara Serie A. Nerazzurri juga ingin menjaga konsistensi permainan dan tetap menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola Italia di bawah kepemimpinan Cristian Chivu.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah