← Beranda
FA Resmi Dakwa Pelatih Southampton Tonda Eckert dalam Skandal Spygate
Bramasta JPKamis, 23 Juli 2026 | 18.25 WIB
Pelatih kepala Southampton, Tonda Eckert. (Matt Watson/Southampton FC)

 

JawaPos.com – Pelatih Southampton, Tonda Eckert dikabarkan telah didakwa oleh FA terkait skandal 'Spygate' dengan salah satu anggota stafnya tertangkap memata-matai Middlesbrough menjelang pertandingan leg pertama semifinal Championship musim lalu

Southampton kemudian dikeluarkan dari babak play-off dan dikurangi empat poin untuk memulai musim 2026/2027 setelah mengakui dua pelanggaran lebih lanjut, saat melawan Oxford United dan Ipswich.

The Saint akhirnya gagal memenangkan satu pun pertandingan yang mereka akui telah mereka pantau atau Spygate dalam persiapannya. Pada (21/5) lalu, FA mengkonfirmasi bahwa mereka sedang menyelidiki kasus ini, dan pada Rabu (22/7) dakwaan telah diajukan.

Baca Juga: EFL Hukum Southampton karena Memata-Matai Latihan Lawan, Final Play-off Championship Berubah

FA menyebut Eckert telah didakwa dengan tiga pelanggaran Aturan E3.1 terkait "perilaku tidak pantas" antara Desember lalu dan Mei tahun ini dengan perilaku Spygate tersebut memang sudah jelas tindakan yang curang.

"Diduga bahwa pelatih kepala (Eckert) bertindak dengan cara yang tidak pantas atau mencoreng nama baik olahraga ini dengan mengarahkan atau mengizinkan pemantauan sesi latihan Oxford United FC, Ipswich Town FC, dan Middlesbrough FC menjelang pertandingan antara klub-klub tersebut,” bunyi pernyataan FA.

FA juga menyatakan bahwa Eckert memiliki waktu hingga (28/7) untuk memberikan tanggapan terkait dakwaan Spygate yang sudah menjadi kontroversi sepak bola Inggris di kasta Championship.

Baca Juga: Southampton Lolos ke Final Championship, Pelatih Middlesbrough Kecewa Timnya Jadi Korban Spionase

Sementara Southampton mengeluarkan pernyataan yang berkomitmen untuk "bekerja sama sepenuhnya " dengan FA terkait tuduhan tersebut, seraya menambahkan klub tetap mendukung penuh terkait penyelidikan ini.

Di pihak panel arbitrase EFL menerbitkan alasan tertulis di balik sanksi terhadap klub pada tanggal (1/6) lalu, yang menyimpulkan bahwa Southampton telah menjalankan "rencana yang dirancang secara sengaja dan terencana untuk memperoleh keuntungan kompetitif".

Panel tersebut juga menemukan bahwa staf junior di klub merasa "tertekan untuk melakukan pemantauan yang diinginkan oleh Tuan Eckert dan para pelatih senior" terkait kegiatan Spygate tersebut.

Terkait kasus ini pemilik Southampton, Dragan Solak pun juga ikut angkat bicara dengan membuat pernyataan resmi pada (2/6) lalu bahwa ia tidak berniat memecat Eckert terkait skandal 'Spygate' tersebut.

"Sejujurnya, saya harus percaya dan saya percaya bahwa dia tidak tahu aturan mana yang sebenarnya dia langar. Pendapat pribadi saya, serta pendapat dewan direksi, adalah bahwa dia merupakan manajer yang layak mendapatkan dukungan penuh dari kami,” katanya kepada BBC Sport.

"Menurut saya, dia pantas mendapat kesempatan kedua dan saya akan memberikannya. Saya akan menjadi orang pertama yang mendukungnya, karena menurut saya dia adalah manajer yang sangat berbakat," tutupnya.

EDITOR: Edi Yulianto