← Beranda
Rob Dieperink Meninggal di Usia 38 Tahun, Sempat Dicoret FIFA dari Piala Dunia 2026
Andre Rizal HanafiSelasa, 14 Juli 2026 | 16.31 WIB
Rob Dieperink, wasit asal Belanda meninggal dunia di usia 38 tahun. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Dunia sepak bola kembali berduka. Wasit asal Belanda, Rob Dieperink, meninggal dunia pada usia 38 tahun. Kabar duka tersebut diumumkan langsung oleh Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB), Senin (13/7).

Hingga saat ini, penyebab meninggalnya Rob Dieperink belum diumumkan kepada publik. Namun, kepergiannya menjadi sorotan karena terjadi hanya beberapa pekan setelah dicoret dari daftar wasit Piala Dunia 2026.

Sebelumnya, nama Rob Dieperink sempat menjadi perhatian setelah ditangkap Kepolisian Metropolitan London pada April 2026. Dia diduga terlibat dalam kasus pelecehan seksual terhadap seorang remaja saat berada di Inggris.

Baca Juga: Persija Fokus Keselamatan Pemain, PCMA Jadi Tahapan Penting Sebelum Memulai Latihan Pramusim

Peristiwa tersebut terjadi ketika Dieperink bertugas dalam laga UEFA Conference League antara Crystal Palace melawan Fiorentina di London. Seusai menjalankan tugas, dia diamankan polisi untuk menjalani pemeriksaan terkait laporan yang diterima pihak berwenang.

Meski sempat ditangkap, proses hukum terhadap Dieperink tidak berlanjut. Kepolisian Metropolitan London menyatakan telah melakukan penyelidikan secara menyeluruh, termasuk memeriksa rekaman CCTV dan barang bukti digital.

Setelah seluruh bukti dianalisis, polisi menyimpulkan bahwa bukti yang tersedia tidak cukup untuk melanjutkan perkara ke proses hukum. Kasus tersebut kemudian resmi dihentikan dan Dieperink tidak dikenai tuntutan apa pun.

Baca Juga: Sudah Datangkan 11 Pemain Baru, Francisco Rivera Yakin Persebaya Surabaya Punya Skuad Lebih Kuat Musim 2026/2027

Walaupun demikian, FIFA tetap mengambil keputusan untuk mencoret namanya dari daftar perangkat pertandingan Piala Dunia 2026. Keputusan itu membuat kesempatan Dieperink tampil di ajang sepak bola terbesar dunia harus sirna.

Dalam wawancaranya dengan media Belanda, De Telegraaf, Dieperink mengaku kecewa atas keputusan tersebut. Dia menegaskan telah bersikap kooperatif sejak awal penyelidikan berlangsung.

Menurut dia, seluruh informasi yang diminta oleh pihak kepolisian maupun FIFA, UEFA, dan KNVB telah diberikan secara terbuka. Dia juga mengaku menghargai dukungan yang diberikan KNVB selama proses tersebut berjalan.

Meski gagal bertugas di Piala Dunia, Dieperink tetap menjalankan profesinya sebagai wasit. Bahkan, dia masih memimpin pertandingan persahabatan antara Go Ahead Eagles melawan Apollon FC pada Sabtu (11/7), yang menjadi laga terakhir dalam karirnya.

KNVB menyampaikan rasa kehilangan mendalam atas kepergian salah satu wasit terbaik yang dimiliki Belanda. Dalam pernyataan resmi, federasi menyebut Dieperink bukan hanya sosok berpengalaman di level internasional, tetapi juga rekan kerja yang dikenal berdedikasi dan dihormati di lingkungan perwasitan.

Karir Dieperink di dunia perwasitan dimulai pada 2012. Lima tahun kemudian, dia dipercaya menjadi wasit utama di Eredivisie, kasta tertinggi Liga Belanda.

Baca Juga: Terkesan Ide-Ide Brilian Bernardo Tavares! Alex Martins Punya Rencana Besar Bawa Persebaya Surabaya Berprestasi

Pengalamannya terus bertambah hingga dipercaya menjadi Video Assistant Referee (VAR) pada ajang Euro 2024 di Jerman. Berkat konsistensinya, dia sempat masuk dalam daftar kandidat wasit Piala Dunia 2026 sebelum akhirnya dicoret FIFA.

Kepergian Dieperink meninggalkan duka bagi komunitas sepak bola Belanda. Di balik perjalanan karirnya yang penuh pengalaman di level internasional, namanya juga sempat diwarnai kontroversi yang berakhir tanpa proses hukum. 

Kini, dunia sepak bola hanya bisa mengenang dedikasi dan perjalanan panjangnya sebagai salah satu wasit elite Belanda.

Baca Juga: Oedaija O'Shea Ukir Prestasi, Bek Arema FC Women U-18 Dinobatkan Best Player Hydroplus League

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah