← Beranda
5 Kekecewaan Terbesar yang Terjadi di Piala Dunia FIFA 2026
Risma Azzah FatinSenin, 29 Juni 2026 | 02.04 WIB
Timnas Uruguay (Instagram @aufoficial)

JawaPos.com – Piala Dunia FIFA 2026 menghadirkan sejumlah kejutan, tidak hanya melalui keberhasilan tim-tim kuda hitam, tetapi juga kegagalan beberapa negara yang sebelumnya memiliki harapan besar.

Sejumlah peserta harus tersingkir lebih awal akibat berbagai persoalan, mulai dari penurunan fisik, lemahnya penyelesaian akhir, hingga keterbatasan kualitas permainan.

Berikut 5 kekecewaan terbesar yang mewarnai perjalanan fase grup Piala Dunia FIFA 2026, seperti dilansir dari laman Bein Sports pada Minggu (28/6).

1.     Uruguay Gagal Menampilkan Proyek Intensitas Marcelo Bielsa

Uruguay menjadi salah satu tim yang paling mengecewakan setelah gagal meraih kemenangan di fase grup Piala Dunia FIFA 2026. Strategi intensitas tinggi yang diterapkan pelatih Marcelo Bielsa justru berdampak pada kelelahan fisik pemain dan menurunnya konsistensi permainan. La Celeste hanya mengumpulkan dua poin dari tiga pertandingan akibat lemahnya penyelesaian peluang dan kehilangan kekompakan pada momen penting.

2.     Turki Kehilangan Momentum Akibat Buruknya Penyelesaian Akhir

Turki datang ke Piala Dunia FIFA 2026 dengan optimisme tinggi setelah tampil menjanjikan dalam beberapa kompetisi sebelumnya. Namun, masalah efektivitas serangan membuat mereka gagal mengubah banyak peluang menjadi gol saat menghadapi Australia dan Paraguay. Kemenangan dramatis atas Amerika Serikat tidak cukup menyelamatkan perjalanan Turki karena hasil positif tersebut datang ketika peluang lolos sudah sangat sulit.

3.     Haiti Kesulitan Menghadapi Level Persaingan Dunia

Kembalinya Haiti ke Piala Dunia setelah absen selama puluhan tahun menjadi salah satu cerita menarik dalam turnamen ini. Namun, perbedaan kualitas dengan tim-tim elite dunia membuat Haiti kesulitan bersaing sepanjang fase grup. Masalah pertahanan dan inkonsistensi permainan menyebabkan tim Karibia tersebut menelan tiga kekalahan dengan delapan gol bersarang di gawang mereka.

4.     Republik Ceko Tersingkir karena Kesalahan Kecil yang Berakibat Besar

Republik Ceko gagal melangkah ke babak gugur setelah tampil di grup yang memiliki persaingan ketat. Kesalahan pada menit-menit akhir pertandingan melawan Korea Selatan dan Afrika Selatan membuat mereka kehilangan poin penting. Kekalahan telak dari Meksiko dalam laga penentuan akhirnya memastikan langkah Republik Ceko terhenti lebih awal.

5.     Selandia Baru Tidak Memiliki Daya Serang yang Cukup

Selandia Baru menunjukkan organisasi pertahanan yang disiplin, tetapi gagal menghadirkan ancaman berarti di lini depan. Tim berjuluk All Whites tersebut hanya meraih satu poin dari tiga pertandingan dengan catatan empat gol dan sepuluh kali kebobolan. Minimnya kreativitas serta ketajaman serangan menjadi faktor utama yang membuat Selandia Baru tidak mampu bertahan lebih lama di turnamen.

Kelima kegagalan tersebut menunjukkan bahwa persiapan, konsistensi, dan kemampuan beradaptasi menjadi faktor penting dalam persaingan Piala Dunia. Tim-tim tersebut masih memiliki peluang untuk memperbaiki performa dan membangun kembali harapan pada Piala Dunia FIFA 2030 mendatang.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho