← Beranda
Jamal Musiala hingga Jamal Lewis, Mengapa Nama Arab Ini Banyak Muncul di Inggris
Andre Rizal Hanafi• Senin, 22 Juni 2026 | 12.58 WIB
Pemain timnas Jerman Jamal Musiala, namanya punya akar budaya Islam. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Nama Jamal Musiala sudah sangat dikenal oleh penggemar sepak bola dunia. Gelandang serang muda yang membela Timnas Jerman itu menjadi salah satu pemain paling menonjol dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, ada satu hal yang sering membuat orang penasaran, yaitu namanya. Bagi sebagian penggemar, nama Jamal identik dengan budaya Arab.

Karena itu, tidak sedikit yang mengira Musiala memiliki keturunan Arab. Padahal kenyataannya berbeda. Musiala lahir di Jerman dan memiliki ayah berkewarganegaraan Inggris yang berasal dari keluarga keturunan Nigeria.

Baca Juga: Di Balik Gol Pertama Lamine Yamal di Piala Dunia, Ada Pesan Kuat untuk Kawasan Rocafon

Fenomena ini sebenarnya tidak hanya terjadi pada Jamal Musiala. Di Inggris, ada cukup banyak atlet dan pesepak bola yang menggunakan nama Jamal meskipun tidak memiliki latar belakang Arab secara langsung. Nama tersebut dapat ditemukan pada pemain seperti Jamal Lewis maupun Jamal Lascelles.

Lalu, bagaimana nama yang berasal dari bahasa Arab itu bisa menjadi begitu populer di Britania Raya?

Secara etimologi, Jamal berasal dari bahasa Arab yang berarti keindahan, kecantikan, atau daya tarik. Nama ini telah digunakan selama berabad-abad di berbagai negara yang memiliki pengaruh budaya Islam.

Baca Juga: Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia, Ini Fakta Timnas Jerman yang Bikin Lawan Selalu Waspada

Salah satu jalur penyebarannya menuju Inggris berasal dari Afrika Barat. Negara-negara seperti Nigeria, Ghana, Senegal, dan beberapa wilayah lain telah lama memiliki komunitas muslim yang besar. Seiring berjalannya waktu, nama-nama Arab seperti Jamal, Malik, Tariq, hingga Rahim menjadi bagian dari identitas masyarakat setempat.

Ketika gelombang migrasi dari Afrika menuju Inggris meningkat pada abad ke-20, nama-nama tersebut ikut terbawa. Anak-anak yang lahir di Inggris dari keluarga keturunan Afrika tetap menggunakan nama yang diwariskan oleh orang tua mereka.

Kondisi inilah yang menjelaskan mengapa nama Jamal cukup umum ditemukan di kalangan warga Inggris yang memiliki akar keluarga dari Afrika Barat. Jamal Musiala menjadi salah satu contoh paling dikenal dari fenomena tersebut.

Selain Afrika, penyebaran nama Jamal di Inggris juga dipengaruhi oleh komunitas Karibia. Pada era 1960-an hingga 1970-an, gerakan hak sipil dan kebangkitan identitas kulit hitam di Amerika Serikat memberikan pengaruh besar terhadap komunitas Afrika-Karibia di berbagai negara.

Pada masa itu, banyak keluarga mulai memilih nama-nama yang dianggap memiliki makna kuat dan mencerminkan kebanggaan identitas budaya. Nama-nama yang berasal dari bahasa Arab dan tradisi Islam menjadi salah satu pilihan yang cukup populer.

Akibatnya, nama seperti Muhammad, Malik, Rahim, hingga Jamal semakin sering digunakan keluarga-keluarga keturunan Afrika dan Karibia. Ketika generasi berikutnya bermigrasi atau lahir di Inggris, nama-nama tersebut tetap dipertahankan.

Baca Juga: Timnas Belanda Catatkan 100 Gol di Piala Dunia, Satu-satunya Tim Elite yang Belum Pernah Juara

Tidak heran jika dunia sepak bola Inggris kemudian melahirkan banyak pemain dengan nama yang terdengar Arab meskipun latar belakang keluarganya berasal dari Afrika atau Karibia. 

Menariknya, bagi banyak keluarga di Britania saat ini, nama Jamal tidak lagi dipandang sebagai nama asing. Nama tersebut telah menjadi bagian alami dari identitas komunitas Afrika dan Karibia yang telah hidup selama beberapa generasi di Inggris.

Karena itu, ketika penggemar sepak bola melihat nama Jamal di punggung jersey pemain Liga Inggris atau turnamen internasional, mereka sebenarnya sedang melihat hasil dari perjalanan budaya yang panjang.

Baca Juga: Pencetak gol Piala Dunia 2026 : Deniz Undav samai Messi dan David

Sebuah nama yang berawal dari bahasa Arab, berkembang di Afrika, menyebar ke Karibia, lalu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat modern di Britania Raya.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah