JawaPos.com - Bintang muda Spanyol, Lamine Yamal, mengungkapkan pandangannya mengenai perkembangan sepak bola modern yang menurutnya mulai kehilangan unsur kreativitas.
Pemain yang saat ini menjadi salah satu talenta paling bersinar di dunia tersebut menilai sistem pembinaan usia dini yang terlalu terstruktur dapat membatasi kebebasan pemain dalam mengekspresikan kemampuan mereka di lapangan.
Dalam sebuah wawancara, Yamal menyebut sepak bola saat ini membutuhkan lebih banyak pemain dengan karakter unik dan kemampuan improvisasi tinggi seperti Ronaldinho, Neymar, Isco, Vinícius Júnior, Karim Benzema, hingga Rayan Cherki.
Menurutnya, pemain-pemain seperti itu mampu menghadirkan hiburan sekaligus warna berbeda dalam sebuah pertandingan.
Yamal juga mengaku mengagumi legenda Prancis Thierry Henry. Meski tidak pernah menyaksikan langsung aksi mantan penyerang Arsenal dan Barcelona tersebut, ia banyak belajar melalui rekaman pertandingan yang tersedia saat ini.
Namun, perhatian utama Yamal tertuju pada pola pembinaan pemain muda yang kini semakin mengedepankan disiplin taktik sejak usia sangat dini. Menurutnya, banyak anak yang baru berusia empat tahun sudah masuk akademi sepak bola dan langsung diajarkan pola permainan yang sangat spesifik.
Ia mencontohkan bagaimana pemain muda sering kali diarahkan untuk menjalankan tugas tertentu sesuai posisi masing-masing.
Bek sayap harus mengoper ke winger, winger harus mengalirkan bola ke gelandang tengah, dan seluruh pemain dituntut menjalankan peran menyerang serta bertahan secara bersamaan.
Bagi Yamal, pendekatan seperti itu memang memiliki manfaat dalam membangun pemahaman taktik. Namun di sisi lain, kebebasan pemain untuk berimprovisasi dan menemukan gaya bermain mereka sendiri bisa berkurang.
Pemain berusia 19 tahun tersebut kemudian membandingkan kondisi saat ini dengan pengalaman masa kecilnya ketika bermain sepak bola jalanan. Menurutnya, sepak bola jalanan memberikan ruang yang jauh lebih besar bagi kreativitas.
Saat bermain bersama teman-temannya, tidak ada instruksi rumit ataupun skema permainan yang harus diikuti.
Tujuannya sederhana, yaitu mencetak gol dan memenangkan pertandingan. Dalam suasana seperti itu, pemain bebas mencoba trik, menggiring bola, atau mengambil keputusan spontan tanpa takut melakukan kesalahan.
Yamal percaya bahwa lingkungan seperti itulah yang membantu banyak pemain berbakat mengembangkan karakter unik mereka.
Tidak sedikit legenda sepak bola dunia yang tumbuh dari budaya bermain di jalanan sebelum akhirnya masuk ke sistem pembinaan profesional.
Selain menyoroti perkembangan pemain muda, Yamal juga mengaku sedih melihat perubahan cara masyarakat menikmati sepak bola.
Menurutnya, dulu orang-orang menonton pertandingan karena ingin menikmati permainan dan melihat aksi individu yang menghibur. Kini, perhatian publik sering kali lebih banyak tertuju pada hasil akhir, statistik, dan analisis taktik.
Meski demikian, Yamal tidak sepenuhnya menolak perkembangan sepak bola modern. Ia memahami bahwa olahraga ini terus berubah mengikuti tuntutan zaman.
Namun ia berharap kreativitas dan kebebasan berekspresi tetap menjadi bagian penting dalam proses pembinaan pemain muda.
Baca Juga: Terinspirasi Cara Lionel Messi Bermain Lamine Yamal Isyaratkan Pindah Sebagai Penyerang Tengah
Pernyataan Yamal pun memicu perdebatan di kalangan pecinta sepak bola. Sebagian setuju bahwa kreativitas pemain mulai tergerus oleh tuntutan sistem dan taktik, sementara yang lain menilai sepak bola modern tetap membutuhkan keseimbangan antara disiplin permainan dan kebebasan individu. (*)