← Beranda
Tuduhan terhadap David Sullivan Terungkap! Eks Bos West Ham Diduga Terlibat Kasus Eksploitasi Seksual
Aprillia JPRabu, 10 Juni 2026 | 06.59 WIB
David Sullivan, eks bos West Ham, diduga terlibat kasus eksploitasi seksual. Laporan BBC dan The Times ungkap tuduhan serius ini. Simak detailnya.(@westhamfootball/X)

JawaPos.com - David Sullivan menghadapi tuduhan serius terkait dugaan eksploitasi seksual terhadap sejumlah perempuan selama beberapa dekade. Tuduhan itu mencuat melalui investigasi gabungan yang dilakukan oleh BBC dalam program Panorama dan surat kabar The Times yang dipublikasikan pada Senin (8/6), hanya dua hari setelah Sullivan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai salah satu ketua klub West Ham United.

Berdasarkan laporan tersebut, sebanyak tujuh perempuan mengaku menjadi korban tindakan Sullivan. Mereka menuduh pria berusia 77 tahun itu menyalahgunakan kekuasaannya saat masih menjadi pemilik surat kabar bertema dewasa, Daily Sport dan Sunday Sport.

Para korban disebut masih berusia belasan hingga 20-an tahun saat kejadian berlangsung. Para korban mengklaim bahwa Sullivan memanfaatkan mereka secara seksual dengan imbalan peluang karier di dunia modeling.

Menanggapi tuduhan itu, Sullivan dengan tegas membantah seluruh klaim. Dalam pernyataannya kepada BBC dan The Times, Sullivan menyebut tuduhan itu sebagai tidak benar secara fakta dan sepenuhnya salah.

Laporan investigasi juga mengungkap bahwa Sullivan sempat menjadi subjek penyelidikan oleh Kepolisian Essex dan Kepolisian Metropolitan London setelah delapan perempuan memberikan kesaksian terkait perilakunya.

Pada tahun 2008, Sullivan bahkan pernah ditangkap atas dugaan penyerangan seksual terhadap seorang perempuan berusia 25 tahun. Namun, tidak ada dakwaan yang diajukan dalam kasus-kasus tersebut.

Selain itu, laporan The Athletic menyebut Sullivan mengaku pernah membayar untuk hubungan seksual pada 1990-an dengan seorang perempuan yang ia yakini berusia 16 atau 17 tahun. Pada saat itu, tindakan itu belum melanggar hukum Inggris, meskipun aturan berubah pada 2003 yang melarang pembayaran untuk hubungan seksual dengan individu di bawah usia 18 tahun.

Investigasi yang dilakukan oleh BBC dan The Times selama dua tahun itu memuat kesaksian para korban yang sebagian besar anonim. Salah satu korban dengan nama samaran Florence mengaku diundang ke rumah Sullivan pada 1999 dan dijanjikan menjadi langganan jika bersedia berhubungan seksual. Florence menyebut Sullivan tetap memaksa meski korban berusaha menolak.

Satu-satunya korban yang membuka identitasnya, Sacha Wall, menyatakan bahwa dirinya bertemu Sullivan pada 1998 saat berusia 24 tahun. Wall mengaku sempat berada dalam situasi tertekan ketika mencoba menolak ajakan Sullivan, bahkan mendapati pintu ruangan terkunci sebelum akhirnya bisa keluar.

Sullivan sendiri dikenal membangun kekayaannya dari industri pornografi sebelum terjun ke dunia sepak bola. Sullivan mendirikan berbagai majalah dewasa serta meluncurkan Sunday Sport pada 1986 dan Daily Sport pada 1991. Berdasarkan Sunday Times Rich List terbaru, kekayaan Sullivan diperkirakan mencapai GBP 1,1 miliar (sekitar Rp 26,4 triliun).

Dokumenter Panorama bertajuk “Predator: The Billionaire Football Boss” ditayangkan hanya dua hari setelah Sullivan resmi mundur dari jabatannya di West Ham. Sullivan juga melepaskan posisi direktur yang dipegang sejak 2010. Sementara itu, Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) dikabarkan telah mengetahui tuduhan lama terhadap Sullivan, tetapi tidak menjatuhkan sanksi. Investigasi perlindungan (safeguarding) juga baru dimulai pada 2024.

West Ham United pun menegaskan bahwa seluruh tuduhan yang dijatuhkan kepada Sullivan tidak berkaitan dengan aktivitas klub. Meskipun demikian, Regulator Sepak Bola Independen Inggris (Independent Football Regulator atau IFR) menyatakan akan segera mengambil langkah. IFR yang dibentuk melalui Football Governance Act pada 2025, memiliki kewenangan untuk menilai kelayakan pemilik klub melalui skema Owners, Directors and Senior Executives (ODSE).

“Ini adalah tuduhan yang sangat serius. Kami sedang berkomunikasi dengan West Ham dan akan menggunakan kewenangan hukum kami untuk meminta informasi mendesak terkait kelayakan David Sullivan,” ujar juru bicara IFR. Sullivan sendiri dilaporkan terbuka untuk menjual sahamnya sebesar 38,8 persen di klub, sedangkan kedua putranya masih tercatat sebagai direktur bersama sejumlah pejabat lainnya.

EDITOR: Hendra