JawaPos.com - Manchester United terus bergerak aktif di bursa transfer demi memperkuat skuad untuk musim depan. Selain memburu gelandang dan bek kiri baru, klub juga disebut sedang mencari tambahan amunisi di sektor sayap kiri.
Salah satu nama yang masuk radar adalah Rafael Leao. Bintang AC Milan itu dilaporkan ingin mencari tantangan baru setelah tujuh tahun membela Rossoneri dan tertarik menjajal kerasnya Liga Primer Inggris.
Ketertarikan itu bahkan semakin kuat setelah Leao secara terbuka mengaku mengagumi Manchester United sejak era Cristiano Ronaldo di Old Trafford. Meski kualitas teknisnya tidak diragukan, sejumlah pihak di Italia justru memperingatkan Manchester United agar berpikir matang sebelum mengajukan tawaran.
Baca Juga: Siapa Pemain Incaran Florentino Perez yang Disebut Akan Memecahkan Rekor Transfer Real Madrid?
Leao Disebut Jadi Bagian dari Masalah di Milan
Leao merupakan salah satu pemain paling berpengaruh dalam kebangkitan AC Milan dalam beberapa tahun terakhir. Dia memainkan peran penting saat Rossoneri menjuarai Serie A musim 2021/22 dan bahkan dinobatkan sebagai pemain terbaik liga pada musim tersebut.
Namun, performanya mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Sang pemain mengaitkan penurunan itu dengan masalah cedera pangkal paha serta perubahan taktik yang membuatnya harus bermain lebih ke tengah sebagai penyerang.
Meski begitu, kritik terhadap Leao tidak hanya berkaitan dengan performa di lapangan. Melansir Utd Report, jurnalis Italia Paolo De Paola menuding pemain asal Portugal itu menjadi figur utama dalam kelompok pemain yang tidak mendukung pelatih Massimiliano Allegri di ruang ganti Milan.
Baca Juga: Cipta Cendikia dan Putri JP Jakarta Juara Hydroplus Soccer League Jakarta
“Saya yakin ada sebuah kelompok di dalam Milan, yang dipimpin oleh Leao, yang tidak banyak membantu pelatih," terang Paolo De Paola.
Menurut De Paola, situasi tersebut menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap menurunnya performa Milan pada akhir musim hingga gagal mengamankan tiket Liga Champions.
Komitmennya Dipertanyakan
Kritik juga datang dari presenter Sky Sport Italia Fabio Caressa. Dia meragukan pernyataan Leao yang mengklaim telah memberikan segalanya untuk Milan selama masa baktinya di San Siro.
“Saya rasa ketika Leao mengatakan dia telah memberikan segalanya untuk Milan, tanggapannya pasti: 'Kami tidak menyadarinya dalam tiga tahun terakhir," ujar Fabio Caressa.
Komentar tersebut mencerminkan pandangan sebagian kalangan di Italia yang merasa Leao belum selalu menunjukkan komitmen maksimal di atas lapangan. Meski memiliki kemampuan luar biasa dalam menggiring bola, kecepatan, dan kreativitas, pemain berusia 26 tahun itu kerap dianggap terlalu santai dalam beberapa pertandingan.
Bahkan, tidak sedikit pendukung Milan yang pernah melontarkan siulan dan kritik kepadanya karena dianggap kurang menunjukkan determinasi saat tim berada dalam situasi sulit.
United Diminta Belajar dari Masa Lalu
Alasan itulah yang membuat sejumlah pengamat menilai Manchester United perlu berhati-hati. Dalam beberapa musim terakhir, Setan Merah berusaha membersihkan ruang ganti dari pemain-pemain yang dinilai memiliki masalah sikap meskipun berbakat secara teknis.
Nama-nama seperti Antony, Alejandro Garnacho, dan Jadon Sancho sudah tidak lagi menjadi bagian utama proyek klub. Sementara Marcus Rashford juga terus dikaitkan dengan kemungkinan hengkang. Sebagai gantinya, United mulai membangun fondasi baru dengan pemain yang dikenal memiliki profesionalisme tinggi dan etos kerja kuat. Karena itu, mendatangkan Leao dinilai bisa menjadi perjudian besar.
Dengan harga yang disebut berada di kisaran 43 juta poundsterling, Leao memang menawarkan kualitas yang sulit ditemukan di banyak pemain lain. Namun, sejumlah pihak menilai risiko yang menyertainya juga tidak kecil.
Talenta Besar yang Masih Menyisakan Tanda Tanya
Tidak ada keraguan bahwa Rafael Leao merupakan salah satu pemain sayap paling berbakat di Eropa saat ini. Kecepatan, kemampuan satu lawan satu, serta insting menyerangnya bisa memberikan dimensi baru bagi lini depan Manchester United.
Baca Juga: Reaksi Jakmania usai Shin Tae-yong Dilaporkan Jadi Pelatih Baru Persija Jakarta
Namun, dalam situasi ketika klub sedang berusaha membangun budaya yang lebih sehat dan kompetitif, faktor karakter menjadi pertimbangan yang tidak kalah penting dibanding kualitas teknis. Itulah sebabnya sejumlah pengamat Italia menyarankan Manchester United untuk berhati-hati sebelum mengambil keputusan.
Leao mungkin memiliki semua atribut untuk menjadi bintang besar di Old Trafford, tetapi pertanyaan mengenai konsistensi dan sikapnya membuat transfer tersebut tetap menyimpan risiko yang tidak bisa diabaikan.