JawaPos.com - Setahun lalu Paris Saint-Germain (PSG) mencatat sejarah setelah meraih gelar juara Liga Champions untuk pertama kalinya. Di Puskas Arena, Minggu (31/5) dini hari WIB, Les Parisiens -julukan PSG- membuktikan keberhasilan itu bukan kebetulan.
PSG meraih gelar back-to-back Liga Champions setelah mengalahkan Arsenal 4-3 lewat adu penalti. Sebelum adu penalti, kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit. Hasil tersebut menempatkan mereka masuk ke dalam kelompok eksklusif: yakni tim kedua di era Liga Champions yang mampu mempertahankan gelar setelah Real Madrid pada 2016 hingga 2018.
Baca Juga: Arsenal Kalah dari PSG, Gooners Gigit Jari saat Nobar Final Liga Champions di Jakarta
Bagi kapten Marquinhos, pencapaian kali ini memiliki makna lebih besar dibanding gelar pertama yang diraih musim lalu. “Kami mengatakan bahwa yang pertama bersejarah, tetapi yang kedua akan menjadi legenda,” ujar bek asal Brasil tersebut kepada stasiun televisi Prancis, Metropole 6.
Gelar yang Lebih Sulit
Perjalanan mempertahankan trofi ‘Si Kuping Besar’ tahun ini memang jauh berbeda. Tahun lalu, PSG dengan ‘mudah’ melumat Inter Milan 5-0 dalam babak final di Munchen.
Kemarin, menghadapi Arsenal, mereka justru dipaksa bertarung hingga detik terakhir.
Menjelang adu penalti, tanda-tanda kelelahan mulai terlihat jelas. Achraf Hakimi beberapa kali meregangkan kakinya karena kram. Sementara Vitinha, yang mendapat penghargaan Man of The Match, justru tidak mampu menuntaskan laga setelah mengalami masalah pada kaki kirinya di akhir babak tambahan.
Namun dalam situasi tertekan, PSG tetap mampu menjaga ketenangan. Goncalo Ramos, Desire Doue, Achraf Hakimi, dan Lucas Beraldo sukses menjalankan tugasnya dalam adu penalti. Di sisi lain, dua penendang Arsenal, Eberechi Eze dan Gabriel, gagal mencetak gol.
“Gelar kedua bahkan lebih sulit,” kata Marquinhos. “Musim ini sangat panjang. Kami bekerja keras, kami banyak menderita. Tetapi tim ini menemukan ritmenya pada saat yang tepat.”
Sentuhan Luis Enrique
Di balik keberhasilan PSG mempertahankan gelar, pengaruh Luis Enrique kembali terlihat jelas. Menariknya, pelatih asal Spanyol itu sempat tidak tertarik menerima tawaran PSG ketika pertama kali didekati pada 2023.
Menurut jurnalis Guillem Balague, Enrique saat itu menilai PSG sebagai klub yang terlalu dipenuhi bintang. Dia baru berubah pikiran setelah mendapat jaminan bahwa dirinya bisa membantu mengubah budaya klub dan membangun identitas permainan yang lebih jelas.
Tiga tahun kemudian, proyek tersebut berbuah dua gelar Liga Champions beruntun. Enrique juga menjadi pelatih tersukses dalam sejarah Les Parisiens dengan koleksi 12 trofi.
“Mempertahankan gelar adalah sesuatu yang luar biasa dan sangat sulit dicapai,” kata Enrique dikutip dari L’Equipe. “Kami sangat bangga.”
Nah, setelah dua gelar Liga Champions, pertanyaan berikutnya muncul: apa selanjutnya? “Kami harus tetap lapar (gelar),” kata Marquinhos. “Kami sudah menemukan cara untuk mencapai momen-momen besar seperti ini. Kami harus terus mempertahankan standar tersebut.”
KLUB DENGAN GELAR BACK-TO-BACK LIGA CHAMPIONS/PIALA CHAMPIONS
KLUB TAHUN JUARA
Real Madrid 1956, 1957, 1958, 1959, 1960 dan 2016, 2017, 2018
Bayern Munchen 1974, 1975, 1976
Ajax Amsterdam 1971, 1972, 1973
Benfica 1961, 1962
Inter Milan 1964, 1965
Liverpool 1977, 1978
Nottingham Forest 1979, 1980
AC Milan 1989, 1990
Paris Saint-Germain 2025, 2026
PELATIH DENGAN GELAR TERBANYAK DI LIGA CHAMPIONS/PIALA CHAMPIONS
Pelatih (Jumlah Gelar) Klub (Tahun)
Carlo Ancelotti (5 Gelar) AC Milan (2003, 2007), Real Madrid (2014, 2022, 2024)
Zinedine Zidane (3 Gelar) Real Madrid (2016, 2017, 2018)
Bob Paisley (3 Gelar) Liverpool (1977, 1978, 1981)
Pep Guardiola (3 Gelar) Barcelona (2009, 2011), Manchester City (2023)
Luis Enrique (3 Gelar) Barcelona (2015), Paris Saint-Germain (2025, 2026)
PELATIH DENGAN RASIO KEMENANGAN TERTINGGI DI LIGA CHAMPIONS (SEJAK 1992-1993)
Pelatih Rasio Kemenangan
Luis Enrique 63 Persen
Pep Guardiola 61 Persen
Louis van Gaal 60 Persen
Thomas Tuchel 59 Persen
Zinedine Zidane 58 Persen
Carlo Ancelotti 56 Persen
Jurgen Klopp 56 Persen
Vicente del Bosque 56 Persen
Rafael Benitez 55 Persen
Alex Ferguson 53 Persen
(Sumber: L’Equipe)