← Beranda
Pelukan Erat Marquinhos untuk Gabriel Magalhaes Usai Penalti Gagal, Momen Haru di Final Liga Champions 2026
Moch. Rizky Pratama PutraMinggu, 31 Mei 2026 | 16.42 WIB
Kapten PSG Marquinhos memeluk Gabriel Magalhaes usai bek Arsenal itu gagal mengeksekusi penalti pada final Liga Champions 20252026 di Puskas Arena, Budapest. (Instagram @fabriziorom)

 

JawaPos.com - Paris Saint-Germain (PSG) sukses mempertahankan gelar Liga Champions setelah mengalahkan Arsenal melalui adu penalti 4-3 pada final Liga Champions 2025/2026 di Puskas Arena, Budapest, Sabtu (30/5) malam. Di balik euforia kemenangan PSG dan kekecewaan Arsenal, sorotan justru tertuju pada aksi kapten PSG, Marquinhos, yang memeluk Gabriel Magalhaes usai gagal mengeksekusi penalti penentu.

PSG kembali menegaskan dominasinya di Eropa dengan meraih gelar Liga Champions beruntun. Sementara itu, Arsenal harus menunda impian meraih trofi Si Kuping Besar pertama dalam sejarah klub setelah kalah dalam drama adu penalti yang menegangkan.

Bagaimana Drama Adu Penalti Menentukan Juara?

PSG dan Arsenal bermain ketat sepanjang pertandingan hingga 120 menit. Kedua tim gagal mencetak gol tambahan sehingga pemenang harus ditentukan melalui adu penalti.

Baca Juga: Air Mata Thierry Henry Terulang! Setelah Barcelona 2006, Kini Saksikan Arsenal Tumbang dari PSG di Final Liga Champions

Momen krusial terjadi saat Eberechi Eze gagal menuntaskan tugasnya sebagai algojo Arsenal. Tekanan kemudian semakin besar ketika giliran Gabriel Magalhaes maju sebagai penendang berikutnya.

Sepakan bek asal Brasil itu justru melambung di atas mistar gawang. Kegagalan tersebut memastikan Arsenal kalah 3-4 dalam adu penalti sekaligus mengantarkan PSG mempertahankan gelar Liga Champions.

Suasana di kubu Arsenal langsung berubah muram. Sejumlah pemain terlihat terpukul dengan hasil tersebut. Termasuk Declan Rice yang tampak menahan emosi saat menunggu prosesi penyerahan medali runner-up.

Baca Juga: Jadwal Moto3 Italia 2026: Veda Ega Pratama Balapan Sore Ini di Mugello, Start Pukul 16.00 WIB

Mengapa Aksi Marquinhos Jadi Sorotan?

Di tengah perayaan kemenangan para pemain PSG, Marquinhos menunjukkan sikap yang berbeda. Kapten Les Parisiens itu memilih menghampiri Gabriel Magalhaes yang terduduk lesu setelah gagal menjalankan tugasnya.

Marquinhos yang juga berasal dari Brasil langsung memeluk rekan senegaranya tersebut. Momen itu menjadi simbol sportivitas di tengah tekanan dan rivalitas pada laga terbesar level klub Eropa. 

Pandit TNT Sports Ally McCoist, mengaku tersentuh melihat tindakan Marquinhos. Menurut dia, kapten PSG menunjukkan rasa empati yang luar biasa kepada pemain yang sedang mengalami salah satu momen paling menyakitkan dalam karirnya.

“Saya benar-benar ikut sedih untuk Gabriel. Sangat sedih untuknya. Ada satu momen luar biasa yang kita lihat tadi. Begitu dia gagal mengeksekusi penalti, tahu siapa orang pertama yang menghampirinya?” ujar McCoist.

Dia kemudian melanjutkan pujiannya terhadap bek PSG tersebut. “Itu Marquinhos, rekan sesama bek tengah asal Brasil. Dia langsung memeluk Gabriel erat-erat. Mungkin saat itu tidak banyak berarti baginya, tetapi itu tetap sebuah gestur yang sangat menyentuh,” ungkap McCoist.

Apa Arti Momen Itu bagi Gabriel Magalhaes?

Bagi seorang pemain profesional, kegagalan penalti di final Liga Champions merupakan beban yang sangat berat. Gabriel Magalhaes harus menghadapi kekecewaan pribadi sekaligus kesedihan karena timnya gagal meraih gelar yang telah lama diimpikan.

Baca Juga: Kevin Diks dan Emil Audero Sudah Sampai di Jakarta, Persiapan FIFA Macthday

Pelukan Marquinhos mungkin tidak mampu menghapus rasa sakit tersebut. Namun, tindakan itu menunjukkan rasa hormat antarpemain tetap hadir meski mereka berada di kubu yang berbeda pada pertandingan paling penting musim ini.

Keduanya juga memiliki hubungan sebagai rekan di tim nasional Brasil. Kedekatan tersebut tampak jelas ketika Marquinhos lebih memilih memberikan dukungan kepada Gabriel sebelum bergabung dalam pesta juara PSG.

Momen seperti ini sering kali menjadi pengingat sepak bola tidak hanya soal menang dan kalah. Ada nilai kemanusiaan yang tetap hidup bahkan saat emosi pertandingan mencapai titik tertinggi.

Baca Juga: Rafael Benitez Tertarik Latih Timnas Italia, Kesempatan ke Piala Dunia dan Eropa

Apa Dampak Kekalahan Ini bagi Arsenal?

Kekalahan di Budapest menjadi pukulan besar bagi Arsenal yang datang ke final dengan harapan mengakhiri penantian panjang meraih trofi Liga Champions. Kesempatan emas tersebut akhirnya kembali lepas dari genggaman.

Meski demikian, perjalanan Arsenal musim ini tetap memberikan dampak positif secara finansial. Klub asal London itu dikabarkan memperoleh pendapatan lebih dari Rp3 triliun dari partisipasi mereka di kompetisi Liga Champions musim 2025/2026.

Nilai ekonomi tersebut tentu membantu perkembangan klub dalam jangka panjang. Namun, dari sisi olahraga, Arsenal masih harus melakukan evaluasi untuk meningkatkan mentalitas dan efektivitas tim saat menghadapi laga-laga bertekanan tinggi.

Baca Juga: Rafael Leao Tinggalkan AC Milan Demi Tantangan Baru, Liga Inggris Jadi Tujuan?

Mikel Arteta juga dihadapkan pada tantangan besar untuk mengembalikan kepercayaan diri para pemainnya. Kegagalan di final sering meninggalkan luka yang mendalam, tetapi juga bisa menjadi fondasi untuk membangun tim yang lebih kuat pada musim berikutnya.

Di sisi lain, PSG menikmati malam bersejarah dengan mempertahankan mahkota Eropa. Namun di tengah pesta juara itu, pelukan Marquinhos kepada Gabriel Magalhaes menjadi salah satu gambar paling berkesan dari final Liga Champions 2025/2026, sebuah momen yang menunjukkan sisi manusiawi sepak bola di panggung terbesar Eropa.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah