← Beranda
Arsenal Gagal Catat Sejarah di Liga Champions, Mikel Arteta Sayangkan Keputusan Wasit Soal Noni Madueke
Aprillia JP• Minggu, 31 Mei 2026 | 12.55 WIB
Mikel Arteta tetap optimis meski gagal amankan gelar juara Liga Champions. (@Arsenal/X)

 

JawaPos.com - Arsenal harus menelan kekecewaan setelah gagal meraih gelar Liga Champions pertama mereka. Bermain di Budapest pada Sabtu (30/5), The Gunners kalah 3-4 dalam adu penalti dari Paris Saint-Germain (PSG) setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit pertandingan. 

Kekalahan atas PSG di final liga Champions, membuat Arsenal harus menutup musim hanya dengan satu trofi, yakni gelar Premier League. Meskipun demikian, sang gelandang Declan Rice menegaskan bahwa timnya masih memiliki peluang besar untuk meraih lebih banyak trofi.

Dalam wawancara bersama TNT Sports usai laga, Declan Rice mengungkapkan bahwa tekanan dan emosi dalam laga final sangat tinggi.

Baca Juga: La Liga Panas! Atletico Madrid Sentil Barcelona Soal Rumor Transfer Julian Alvarez

“Emosi dan taruhannya sangat tinggi. Ini terasa kejam. Dia (Arteta) berbicara tentang betapa besarnya rasa cintanya kepada kami sebagai sebuah tim, serta bagaimana kami telah memberikan 100 persen di setiap pertandingan, menghadapi segala tantangan yang datang kepada kami,” kata Rice.

Meskipun demikian, Rice masih optimis meraih hasil lebih baik musim depan. “Ini baru permulaan bagi kami. Kami berhasil melewati Premier League dan final ini seharusnya menjadi langkah berikutnya, tetapi belum tercapai. Kami akan terus berkembang,” ujar Rice.

Sementara itu, pelatih Arsenal Mikel Arteta juga menyampaikan rasa bangga terhadap para pemain. Namun tetap mengaku kecewa atas hasil yang didapat.

Baca Juga: Pemusatan Latihan Timnas Indonesia Selesai, Marc Klok Ingin Fokus Pulihkan Cedera Betis

“Pertama-tama, kami harus melalui rasa sakit ini, mencernanya, lalu mengubahnya menjadi bahan bakar untuk berkembang ke level yang lebih tinggi,” kata Arteta dikutip dari Sky Sport.

Arteta juga memberikan pujian kepada PSG yang menurutnya merupakan tim terbaik di dunia saat ini, terutama dalam penguasaan bola dan kualitas individu pemain. “Saya ingin mengucapkan selamat kepada PSG. Apa yang mereka lakukan dengan bola dan kemampuan individu mereka luar biasa,” ujar dia.

Meski gagal di final, Arteta menilai perjalanan Arsenal musim ini tetap patut diapresiasi. Sang pelatih mengingatkan bahwa klub telah menunggu 22 tahun untuk kembali menjuarai liga domestik dan baru kedua kalinya dalam sejarah mencapai final Liga Champions.

“Kita harus mengakui musim yang telah kita jalani. Rasa sakit ini tidak akan hilang begitu saja, tetapi kita harus belajar darinya,” tegas Arteta.

Arteta juga memberikan komentarnya terkait insiden Noni Madueke yang terjatuh di kotak penalti setelah mendapat tekanan dari Nuno Mendes, tetapi wasit tidak memberikan penalti. Arteta menyebut bahwa insiden itu berpotensi besar menjadi penalti, meski keputusan akhir tetap berada di tangan wasit.

“Saya sudah melihat ulang kejadian itu dan itu sangat bisa dianggap sebagai penalti. Pada dasarnya, kita melihat penalti-penalti yang telah diberikan di kompetisi ini musim ini. Wasit memang membuat keputusan itu, tetapi dia membuat keputusan yang berbeda dalam kasus Mosquera. Itu adalah momen yang penting,” ujar Arteta.

Baca Juga: Jago Bahasa Spanyol, Anthony Gordon Yakin Akan ke Barcelona sejak Kecil

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah