JawaPos.com — Arsenal memimpin 1-0 atas Paris Saint-Germain pada babak pertama final Liga Champions 2026 di Puskas Arena, Budapest, Hungaria, Minggu (31/5/2026) dini hari WIB. Gol cepat Kai Havertz pada menit keenam menjadi pembeda sekaligus membuat PSG gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang 45 menit pertama.
Baca Juga: Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bagaimana Arsenal Bisa Unggul Cepat?
Arsenal langsung tampil agresif sejak peluit awal dibunyikan. Pasukan Mikel Arteta menerapkan pressing tinggi yang membuat lini belakang PSG kesulitan membangun serangan dari area pertahanan sendiri.
Tekanan itu membuahkan hasil pada menit keenam ketika Kai Havertz sukses memecah kebuntuan. Gol bermula dari upaya Marquinhos menghalau bola yang justru membentur Leandro Trossard dan mengarah ke area berbahaya.
Havertz bereaksi paling cepat dengan menyambar bola liar tersebut. Penyerang asal Jerman itu kemudian berlari memasuki kotak penalti sebelum melepaskan tembakan kaki kiri dari sudut sempit yang gagal dihentikan Matvei Safonov.
Gol tersebut menjadi pukulan telak bagi PSG yang datang ke final dengan status salah satu tim paling produktif sepanjang musim. Arsenal pun semakin percaya diri mengendalikan jalannya pertandingan.
Baca Juga: Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Mengapa PSG Kesulitan Mengancam Gawang Arsenal?
Meski lebih banyak menguasai bola, PSG kesulitan menciptakan peluang bersih. Arsenal tampil disiplin dalam bertahan dan konsisten melakukan tekanan begitu pemain lawan memasuki area sepertiga akhir lapangan.
Ousmane Dembele dan Khvicha Kvaratskhelia menjadi perhatian utama pertahanan Arsenal.
Setiap kali kedua pemain itu menerima bola, pemain Arsenal langsung melakukan penjagaan berlapis sehingga ruang gerak mereka sangat terbatas.
Strategi tersebut membuat PSG frustrasi sepanjang babak pertama. Hingga pertandingan melewati menit ke-35, tim asuhan Luis Enrique masih belum mampu menghasilkan tembakan tepat sasaran ke gawang David Raya.
Keunggulan Arsenal bukan hanya terlihat dari skor, tetapi juga efektivitas mereka dalam mematikan kreativitas lawan. PSG memang menguasai aliran bola, namun kesulitan menembus blok pertahanan rapat The Gunners.
Insiden Safonov dan Peluang Terbaik PSG
Pada menit ke-26, PSG sempat mendapat kekhawatiran ketika kiper Matvei Safonov terkapar di lapangan.
Ia berbenturan dengan Leandro Trossard saat mencoba memotong umpan silang Bukayo Saka yang mengarah ke dalam kotak penalti.
Beruntung bagi PSG, Safonov mampu melanjutkan pertandingan setelah mendapat perawatan singkat. Kehadirannya tetap penting mengingat Arsenal beberapa kali mengancam melalui serangan cepat.
Peluang terbaik PSG hadir pada menit ke-42. Nuno Mendes melakukan penetrasi di sisi kiri dan mengirim bola ke depan gawang yang memicu kemelut di area penalti Arsenal.
Fabian Ruiz berhasil menyambut bola dengan sundulan, namun arah bola masih melambung di atas mistar gawang. Kesempatan tersebut menjadi salah satu peluang paling berbahaya PSG sebelum turun minum.
Menjelang akhir babak pertama, Dembele mencoba peruntungan lewat tendangan jarak jauh. Namun bola kembali melenceng dari sasaran.
Desire Doue juga melepaskan tembakan dari luar kotak penalti saat injury time. Akan tetapi usahanya belum mampu mengubah papan skor.
Arsenal Nyaris Menambah Keunggulan
Di sisi lain, Arsenal hampir menggandakan keunggulan pada menit-menit akhir babak pertama. Kai Havertz kembali memperoleh ruang tembak di dalam kotak penalti PSG.
Namun kali ini Marquinhos tampil sigap melakukan blok penting sebelum bola diamankan Safonov. Aksi tersebut membuat PSG terhindar dari ketertinggalan yang lebih besar.
Hingga wasit meniup peluit akhir babak pertama, skor 1-0 untuk Arsenal tetap bertahan. Gol tunggal Havertz menjadi pembeda dalam pertandingan yang memperlihatkan dominasi taktik Arsenal atas PSG pada 45 menit pertama.
Susunan Pemain
Paris Saint-Germain (4-3-3):
Matvei Safonov; Achraf Hakimi, Marquinhos, Willian Pacho, Nuno Mendes; Joao Neves, Vitinha, Fabian Ruiz; Desire Doue, Ousmane Dembele, Khvicha Kvaratskhelia.
Arsenal (4-2-3-1):
David Raya; Cristhian Mosquera, William Saliba, Gabriel, Piero Hincapie; Declan Rice, Myles Lewis-Skelly; Bukayo Saka, Martin Odegaard, Leandro Trossard; Kai Havertz.