← Beranda
Rekor Luis Enrique di Laga Final: Modal Besar PSG Hadapi Arsenal
M Shofyan Dwi KurniawanMinggu, 31 Mei 2026 | 02.15 WIB
Pelatih PSG Luis Enrique memiliki rekor luar biasa di laga final sepanjang karir kepelatihannya. (ig @psg) 

 

JawaPos.com - Saat Paris Saint-Germain bersiap menghadapi Arsenal di final Liga Champions, salah satu alasan terbesar optimisme pendukung PSG berada di bangku cadangan. Sosok tersebut adalah Luis Enrique, pelatih yang telah membangun reputasi sebagai spesialis pertandingan final sepanjang karir kepelatihannya.

Luis Enrique datang ke laga final Liga Champions di Budapest dengan catatan yang sangat mengesankan. Dari 18 final yang pernah dijalaninya sebagai pelatih, dia berhasil memenangkan 15 di antaranya dan hanya menelan tiga kekalahan.

Dengan tingkat kemenangan lebih dari 83 persen, pelatih asal Spanyol tersebut menjadi salah satu manajer dengan rekor final terbaik dalam sepak bola modern.

Baca Juga: Kai Havertz Tegaskan Arsenal Penuh Percaya Diri Jelang Final Liga Champions

Awal Kesuksesan Bersama Barcelona

Melansir Sportsmole, perjalanan Enrique sebagai spesialis final dimulai saat menangani Barcelona. Trofi besar pertamanya datang pada final Copa del Rey 2015 ketika Barcelona mengalahkan Athletic Bilbao dengan skor 3-1. 

Pada pertandingan tersebut, Lionel Messi tampil luar biasa dengan mencetak dua gol, sementara Neymar turut menyumbang satu gol dalam kemenangan tim Catalan. Beberapa pekan kemudian, Enrique kembali meraih kesuksesan saat membawa Barcelona menjuarai Liga Champions.

Barcelona mengalahkan Juventus 3-1 di final yang berlangsung di Berlin. Ivan Rakitic membuka keunggulan lebih dulu sebelum Neymar memastikan kemenangan di penghujung pertandingan. Musim itu menjadi salah satu periode paling sukses dalam karier Enrique sebagai pelatih.

Baca Juga: Mikel Arteta Sebut PSG Lebih Unggul Dibanding Arsenal di Final Liga Champions

Pernah Merasakan Pahitnya Kekalahan

Meski memiliki rekor luar biasa, Enrique bukan berarti selalu berhasil memenangkan final. Kekalahan pertama dalam laga puncak terjadi pada Supercopa de Espana 2015 ketika Barcelona secara mengejutkan kalah agregat 5-1 dari Athletic Bilbao.

Namun, kegagalan tersebut tidak membuatnya terpuruk. Setahun kemudian, Enrique membalas dengan membawa Barcelona menghancurkan Sevilla 5-0 di final Supercopa de Espana 2016. Kesuksesan itu menjadi bagian dari rangkaian empat kemenangan beruntun di partai final.

Final Bersama Timnas Spanyol

Enrique juga sempat merasakan atmosfer final di level internasional saat menangani tim nasional Spanyol. Kesempatan tersebut datang pada final UEFA Nations League 2021 melawan Prancis. Spanyol sempat unggul lebih dahulu melalui Mikel Oyarzabal.

Namun Prancis berhasil membalikkan keadaan berkat gol Karim Benzema dan Kylian Mbappe. Kekalahan 2-1 tersebut menjadi salah satu dari hanya tiga final yang gagal dimenangkan Enrique sepanjang kariernya.

Setelah kembali ke dunia sepak bola klub pada 2023, Enrique menerima tantangan besar bersama PSG. Dia tidak hanya dituntut memenangkan gelar domestik, tetapi juga membawa klub meraih kejayaan yang selama bertahun-tahun mereka dambakan di Eropa.

Final pertamanya bersama PSG berakhir manis ketika Les Parisiens mengalahkan Toulouse 2-0 untuk menjuarai Trophee des Champions pada Januari 2024. Trofi tersebut menjadi awal dari dominasi PSG yang kemudian meraih treble domestik. Kesuksesan berlanjut pada musim berikutnya ketika PSG menyapu bersih kompetisi domestik sekaligus menjuarai Liga Champions untuk pertama kalinya.

Baca Juga: Keunggulan Arsenal Dibandingkan PSG di Final Liga Champions: Bisa Menang dengan Berbagai Cara

Di final, mereka tampil luar biasa dengan mengalahkan Inter Milan 5-0 dalam salah satu kemenangan terbesar yang pernah terjadi di partai puncak Liga Champions.

Satu Kekalahan, Lalu Bangkit Lagi

Kekalahan terakhir Enrique di laga final terjadi pada Juli 2025 ketika PSG tumbang 3-0 dari Chelsea di final Piala Dunia Antarklub. Meski demikian, hasil tersebut tidak mengubah reputasinya sebagai pelatih yang sangat efektif dalam pertandingan besar.

Setelah kekalahan tersebut, Enrique kembali menunjukkan kemampuannya dengan memenangkan tiga final berikutnya secara beruntun. Salah satunya adalah keberhasilan PSG menjuarai Trophee des Champions 2026 setelah mengalahkan Marseille melalui adu penalti usai bermain imbang 2-2.

Baca Juga: Kvaratskhelia Optimistis PSG Bisa Pertahanan Gelar Liga Champions

Rekor Final Luis Enrique

Secara keseluruhan, catatan Enrique di partai final sangat mengesankan:

  • 18 kali tampil di final
  • 15 kemenangan
  • 3 kekalahan

Persentase kemenangan lebih dari 83 persen
Total 21 trofi dalam 12 tahun terakhir
Rekor tersebut menunjukkan bahwa Enrique bukan hanya pelatih yang mampu membangun tim kuat sepanjang musim, tetapi juga sosok yang sangat piawai mempersiapkan timnya untuk pertandingan satu laga yang menentukan.

Baca Juga: Tak Butuh Botol Contekan, Maarten Paes Hafal Penendang Penalti Lawan Sebelum Pertandingan

Ancaman Serius bagi Arsenal

Jelang final Liga Champions melawan Arsenal, pengalaman dan rekor Enrique menjadi salah satu senjata utama PSG. Di sisi lain, Arsenal juga datang dengan modal besar setelah menjuarai Liga Premier dan memiliki pelatih yang cukup sukses di partai final.

Namun jika berbicara soal pengalaman serta konsistensi memenangkan pertandingan puncak, Enrique masih unggul jauh. Bagi PSG, statistik tersebut tentu menjadi sumber kepercayaan diri. Sementara bagi Arsenal, catatan luar biasa Enrique menjadi pengingat bahwa mereka harus menghadapi salah satu pelatih paling berbahaya ketika lampu sorot final mulai menyala di Budapest.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah