JawaPos.com - Mikel Arteta sempat menuai kritik ketika menyebut para pemain penggantinya sebagai "penyerang akhir" pada awal musim. Namun, menurut legenda Arsenal Martin Keown, pendekatan tersebut justru bisa menjadi salah satu kunci sukses The Gunners di partai final Liga Champions.
Melansir Football London, Keown menyoroti bagaimana strategi pergantian pemain Arsenal sudah menunjukkan hasil sejak awal perjalanan mereka di kompetisi Eropa musim ini.
Saat menghadapi Athletic Bilbao pada September lalu, Arsenal sempat kesulitan menciptakan peluang berbahaya. Namun situasi berubah setelah Gabriel Martinelli dan Leandro Trossard masuk dari bangku cadangan pada babak kedua.
Baca Juga: Legenda AC Milan, Cafu Unggulkan Arsenal di Final Liga Champions
Martinelli langsung memberikan dampak instan dengan mencetak gol hanya 36 detik setelah masuk ke lapangan. Tak lama kemudian, pemain asal Brasil itu juga menjadi kreator gol kedua yang diselesaikan oleh Trossard, memastikan kemenangan penting Arsenal di fase liga.
Perjalanan Arsenal kemudian terus berlanjut hingga akhirnya berhasil menembus final Liga Champions. Kini, saat mereka bersiap menghadapi Paris Saint-Germain di Puskas Arena, Budapest, Keown percaya Arteta kembali bisa memaksimalkan kekuatan skuadnya, terutama dari bangku cadangan.
Dalam wawancaranya menjelang laga puncak, Keown secara khusus menyoroti Eberechi Eze sebagai pemain yang berpotensi menjadi pembeda.
Baca Juga: Adu Taktik Luis Enrique vs Arteta: Rahasia Kemenangan PSG dan Arsenal di Final Liga Champions
"Eze seharusnya ada di tim karena kemampuan menyerangnya."
"Nah, bagaimana Anda bisa mengabaikannya? Dia juga masuk dalam pertimbangan. Saya senang saya tidak memilih tim. Ketika dia berada di depan gawang, dia mendapatkan kesempatan... Saya pikir dia sangat kejam."
"Saya rasa dia benar-benar jago di depan gawang. Hampir seperti gol yang pasti. Saya rasa dia benar-benar menunjukkan kemampuannya di Arsenal. Dia akan memainkan peran penting dalam pertandingan ini."
"Mungkin dia tidak akan masuk dalam starting XI, mungkin saja yang disebut manajer sebagai 'para pencetak gol' yang akan meraih semua kejayaan di sini. Tapi kita akan menyaksikan pertandingan yang sangat menarik."
Sejak didatangkan dari Crystal Palace pada musim panas lalu dengan nilai transfer mencapai £60 juta ditambah bonus £7,5 juta, Eze telah menjadi salah satu opsi penting dalam skuad Arsenal. Sepanjang musim ini, ia telah mencatatkan 53 penampilan di semua kompetisi dengan torehan 10 gol dan enam assist.
Meski lebih sering dimainkan sebagai gelandang serang, Eze juga beberapa kali tampil di sisi kiri serangan. Fleksibilitas tersebut membuatnya menjadi salah satu kartu truf yang bisa dimainkan Arteta dalam situasi tertentu.
Selain membahas potensi Eze, Keown juga mengingatkan Arsenal soal ancaman yang bisa diberikan PSG, khususnya melalui permainan di sektor sayap dan pergerakan para pemain mereka saat menyerang.
"Yang saya khawatirkan adalah jika Anda kehilangan penguasaan bola dalam waktu lama dan Anda tidak memiliki tiga gelandang, sedangkan Anda memiliki dua gelandang dan satu gelandang bertahan, yang lebih mirip dengan Odegaard, di sisi sayap, salah satu pemain tersebut bisa kewalahan karena cara mereka bermain di sisi lapangan."
"Kvaratskhelia dan para bek sayap. Hakimi akan terus menyerang, bukan? Hakimi terkadang bermain di posisi yang tidak lazim sebagai false nine. Yang penting adalah bagaimana Anda menghadapinya."
Menurut Keown, keseimbangan lini tengah akan menjadi faktor penting bagi Arsenal untuk meredam agresivitas PSG.
"Jika Anda memiliki tiga gelandang, maka mereka bisa maju. Jika Rice bermain lebih ke belakang, dua pemain di sisi kiri dan kanannya bisa maju dan memberi Anda pemain tambahan."
Keown juga menyinggung filosofi yang pernah diterapkan Arsene Wenger selama menangani Arsenal. Ia menilai pendekatan yang berfokus pada kekuatan tim sendiri tetap memiliki relevansi, meski menghadapi lawan sekuat PSG.
"Di era Wenger, semuanya berfokus pada kami, pada apa yang kami lakukan, dan biarkan mereka berurusan dengan kami, dan pertanyaannya adalah apakah mereka akan menciptakan kondisi khusus untuk tim yang istimewa ini..."
Dengan kualitas yang dimiliki kedua tim, final Liga Champions kali ini diprediksi berlangsung ketat. Namun jika Arsenal membutuhkan sosok pembeda dari bangku cadangan atau dalam momen-momen krusial, Eberechi Eze bisa menjadi nama yang paling layak untuk diandalkan.