JawaPos.com - Jelang final Liga Champions yang mempertemukan Arsenal dan Paris Saint-Germain di Budapest, dukungan untuk The Gunners datang dari salah satu legenda sepak bola dunia.
Melansir Daily Mail, mantan kapten tim nasional Brasil, Cafu, percaya Arsenal memiliki kualitas yang cukup untuk memberikan masalah besar bagi PSG. Menurutnya, tim asuhan Mikel Arteta telah berkembang menjadi salah satu tim paling berbahaya di Eropa saat ini.
Pernyataan tersebut tentu memiliki bobot tersendiri. Cafu bukan hanya seorang juara dunia bersama Brasil, tetapi juga pernah merasakan sukses di Liga Champions saat membawa AC Milan meraih gelar pada musim 2006-07.
Baca Juga: Adu Taktik Luis Enrique vs Arteta: Rahasia Kemenangan PSG dan Arsenal di Final Liga Champions
Meski enggan menunjuk favorit secara mutlak, pria berusia 55 tahun itu mengakui bahwa Arsenal memiliki banyak keunggulan yang bisa menjadi pembeda dalam pertandingan puncak nanti.
“Saya tidak tahu, sangat sulit untuk mengetahui siapa yang akan menang. Saya tidak bisa mengatakan hari ini apakah itu Paris atau Arsenal,” kata Cafu.
Menurutnya, kualitas kedua tim sangat seimbang sehingga hasil akhir pertandingan akan ditentukan oleh detail-detail kecil di atas lapangan.
“Kedua tim memiliki 11 pemain yang sama dalam hal kualitas sehingga sangat sulit untuk mengetahui siapa yang akan menang.”
Baca Juga: Empat Keunggulan Arsenal yang Wajib Diwaspadai PSG di Final Liga Champions
Bola Mati Jadi Senjata Utama Arsenal
Salah satu aspek yang paling menarik perhatian Cafu adalah kemampuan Arsenal dalam memanfaatkan situasi bola mati.
Sepanjang musim ini, The Gunners memang dikenal sebagai salah satu tim paling berbahaya di Eropa ketika mendapatkan peluang dari tendangan sudut maupun tendangan bebas.
Berkat kombinasi eksekutor berkualitas dan pemain-pemain dengan kemampuan duel udara yang kuat, Arsenal berhasil mencetak banyak gol dari situasi tersebut.
Menurut Cafu, hal itu bisa menjadi ancaman serius bagi PSG di final nanti.
“Arsenal adalah tim yang sangat berbahaya. Mereka adalah tim yang tahu cara bermain dari bola mati.”
Selain kekuatan bola mati, legenda Brasil itu juga menyoroti ketangguhan lini pertahanan Arsenal yang menjadi fondasi kesuksesan mereka sepanjang musim.
“Mereka menjalani kompetisi yang fantastis, tidak kebobolan terlalu banyak gol. Itulah mengapa saya yakin ini akan menjadi final yang sangat besar.”
Baca Juga: PSG Punya Taktik Rahasia untuk Kalahkan Arsenal di Final Liga Champions
Arsenal Datang dengan Modal Besar
Penilaian Cafu bukan tanpa alasan. Arsenal memang tampil konsisten sepanjang musim, baik di kompetisi domestik maupun Eropa.
Keberhasilan menjuarai Liga Premier setelah penantian panjang menjadi bukti nyata perkembangan tim di bawah arahan Mikel Arteta.
Selain itu, pertahanan yang solid, organisasi permainan yang disiplin, dan efektivitas dalam memanfaatkan bola mati membuat Arsenal menjadi lawan yang sangat sulit dikalahkan.
Di sisi lain, PSG tetap datang sebagai juara bertahan dan memiliki kualitas individu yang luar biasa di hampir setiap lini. Kondisi tersebut membuat final kali ini diprediksi berlangsung sangat ketat dan sulit ditebak.
Cafu Nikmati Atmosfer Final di Budapest
Kehadiran Cafu di Budapest bukan hanya untuk memberikan prediksi mengenai final. Legenda Brasil itu juga menjadi bagian dari rangkaian acara menjelang pertandingan puncak Liga Champions.
Ia ikut berpartisipasi dalam program "Move Like a Pro" yang mempertemukan para penggemar sepak bola dengan berbagai tantangan keterampilan interaktif.
Selain itu, Cafu juga terlibat dalam prosesi membawa trofi Liga Champions ke Lapangan Pahlawan di Budapest untuk diperlihatkan kepada para pendukung yang hadir.
Momen tersebut membangkitkan kembali kenangan indahnya saat berhasil mengangkat trofi paling bergengsi di level klub bersama AC Milan.
“Berada di Budapest pada Final Liga Champions UEFA sungguh istimewa, dan membangkitkan begitu banyak kenangan tak terlupakan saat memenangkan Liga Champions UEFA bersama AC Milan pada tahun 2007.”
“Aktivasi Move Like a Pro telah menciptakan suasana luar biasa di UEFA Champions Festival, dan sungguh menyenangkan bisa berhadapan langsung dengan para pendukung dan melihat begitu banyak orang menikmati permainan dan memenangkan hadiah.”
Dengan kualitas yang dimiliki kedua tim, Cafu memilih untuk tidak menjagokan satu tim secara mutlak. Namun, pujian yang ia berikan kepada Arsenal menunjukkan bahwa The Gunners memiliki semua modal yang dibutuhkan untuk menantang PSG dan berjuang meraih trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub.