← Beranda
Keunggulan Arsenal Dibandingkan PSG di Final Liga Champions: Bisa Menang dengan Berbagai Cara
M Shofyan Dwi KurniawanMinggu, 31 Mei 2026 | 01.28 WIB
Arsenal bertekad mengukir sejarah baru di final Liga Champions melawan PSG, setelah 20 tahun menanti trofi pertama. (ig @arsenal)

 

JawaPos.com - Butuh waktu 20 tahun bagi Arsenal untuk kembali menjejak final Liga Champions. Kini, The Gunners memiliki kesempatan emas untuk menebus kekecewaan masa lalu sekaligus mengukir sejarah baru dengan meraih trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub.

Bagi banyak pendukung Arsenal, kenangan pahit final 2006 masih sulit dilupakan. Saat itu, mereka harus mengakui keunggulan Barcelona setelah sempat unggul lebih dulu melalui Sol Campbell sebelum akhirnya kalah 2-1 di Stade de France.

Dua dekade kemudian, situasinya terasa berbeda. Di bawah arahan Mikel Arteta, Arsenal hadir sebagai tim yang jauh lebih matang, lebih lengkap, dan memiliki banyak cara untuk memenangkan pertandingan.

Baca Juga: Kvaratskhelia Optimistis PSG Bisa Pertahanan Gelar Liga Champions

Melansir Sportsmole, berikut beberapa keunggulan Arsenal yang bisa menjadi ancaman serius bagi PSG di final Liga Champions.

1. Pertahanan Kokoh yang Sulit Ditembus

Jika ada satu hal yang menjadi fondasi kesuksesan Arsenal musim ini, itu adalah pertahanan mereka. Sepanjang perjalanan di Liga Champions, Arsenal hanya kebobolan enam gol. Catatan tersebut menjadi bukti betapa solidnya lini belakang yang dibangun Arteta.

Duet Gabriel Magalhaes dan William Saliba tampil luar biasa sebagai tembok utama di jantung pertahanan. Di belakang mereka, David Raya memberikan rasa aman berkat konsistensi penampilannya sepanjang musim.

Baca Juga: 7 Pemain Timnas Indonesia Nilainya Melejit! Maarten Paes dan Justin Hubner Paling Gacor di Eropa

Kekuatan terbesar Arsenal bukan hanya kemampuan bertahan saat ditekan, tetapi juga kesabaran mereka dalam menjaga struktur permainan. Saat menghadapi lawan-lawan tangguh seperti Sporting Lisbon dan Atletico Madrid, The Gunners mampu tetap disiplin dan meminimalkan kesalahan.

Kemampuan memenangkan pertandingan dengan skor tipis menjadi salah satu kualitas yang sangat penting dalam laga final.

2. Variasi Serangan yang Sulit Diprediksi

Berbeda dengan beberapa musim sebelumnya yang terlalu bergantung pada pemain tertentu, Arsenal saat ini memiliki banyak sumber gol.

Sebanyak 12 pemain berbeda telah mencetak gol selama perjalanan mereka di Liga Champions musim ini. Fakta tersebut menunjukkan bahwa ancaman Arsenal bisa datang dari berbagai lini.

Kehadiran Viktor Gyokeres memberi dimensi baru dalam serangan Arsenal. Penyerang asal Swedia itu menghadirkan kekuatan fisik yang sangat berguna saat menghadapi pertahanan rapat.

Di sisi lain, Eberechi Eze, Gabriel Martinelli, Leandro Trossard, hingga Noni Madueke mampu memberikan kontribusi penting ketika dibutuhkan. Arsenal juga bisa menyesuaikan gaya bermain sesuai kebutuhan pertandingan.

Baca Juga: Tak Butuh Botol Contekan, Maarten Paes Hafal Penendang Penalti Lawan Sebelum Pertandingan

Mereka mampu melancarkan serangan balik cepat, membangun serangan melalui kombinasi umpan pendek, maupun memanfaatkan bola-bola langsung ke area berbahaya. Fleksibilitas tersebut membuat mereka jauh lebih sulit dibaca oleh lawan.

3. Bola Mati yang Menjadi Senjata Mematikan

Salah satu aspek yang paling menonjol dari Arsenal musim ini adalah efektivitas mereka dalam situasi bola mati. Tim asuhan Arteta berkali-kali memanfaatkan tendangan sudut maupun tendangan bebas untuk mencetak gol penting.

Kombinasi eksekutor berkualitas dan para pemain bertubuh kuat di kotak penalti membuat Arsenal menjadi salah satu tim paling berbahaya dalam situasi tersebut. Dalam pertandingan sebesar final Liga Champions, detail kecil sering kali menjadi pembeda. Ketika permainan terbuka berjalan buntu, bola mati bisa menjadi jalan tercepat menuju kemenangan.

Baca Juga: Laurin Ulrich Bersinar di Jerman, Augsburg dan Levante Berebut Talenta Keturunan Surabaya

PSG tentu harus sangat berhati-hati agar tidak terlalu sering memberikan peluang bola mati di area berbahaya.

4. Mampu Beradaptasi dengan Berbagai Situasi

Keunggulan terbesar Arsenal mungkin terletak pada kemampuan mereka beradaptasi. Tim ini tidak terpaku pada satu pendekatan permainan. Mereka bisa tampil dominan saat menguasai bola, tetapi juga mampu bermain pragmatis ketika situasi mengharuskannya.

Kemampuan tersebut terlihat sepanjang perjalanan mereka di kompetisi Eropa musim ini. Saat menghadapi lawan yang menekan agresif, Arsenal mampu bertahan dengan disiplin. Ketika menghadapi tim yang lebih pasif, mereka sanggup mengontrol tempo dan menciptakan peluang secara sabar.

Baca Juga: Kuota ASEAN Dihapus Liga Thailand, Trio Fandi Bersaudara Dikabarkan Siap Merapat ke Liga 1

Arteta telah membangun tim yang memiliki keseimbangan antara kualitas individu, organisasi permainan, dan kecerdasan taktis. Dalam laga final yang sering berjalan ketat dan penuh tekanan, kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat bisa menjadi faktor penentu.

5. Arsenal Punya Banyak Cara untuk Menang

Jika dibandingkan dengan Arsenal yang mencapai final pada 2006, skuad saat ini terlihat jauh lebih lengkap. Mereka memiliki pertahanan yang solid, lini serang yang beragam, ancaman bola mati yang mematikan, serta fleksibilitas taktik yang memungkinkan mereka menghadapi berbagai skenario pertandingan.

PSG memang datang sebagai juara bertahan dan memiliki sederet pemain kelas dunia. Namun Arsenal memiliki sesuatu yang tak kalah berharga: kemampuan untuk menang dengan berbagai cara.

Dan dalam pertandingan sebesar final Liga Champions, kualitas itulah yang bisa menjadi pembeda ketika trofi paling bergengsi di Eropa dipertaruhkan.

Baca Juga: Luke Vickery Dikabarkan Gabung Timnas Indonesia, Netizen Soroti Unggahan Misterius Mark Klok

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah