JawaPos.com - Pelatih tim nasional Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, tengah menjadi sorotan setelah metode pengumuman skuad Piala Dunia 2026 miliknya memicu kontroversi di kalangan publik sepak bola Amerika Serikat.
Cara komunikasi yang digunakan mantan pelatih Tottenham Hotspur dan Paris Saint-Germain itu dinilai kurang tepat, terutama bagi pemain yang gagal masuk skuad final.
Pochettino diketahui mengumumkan daftar pemain yang lolos ke skuad utama tim nasional Amerika Serikat melalui video singkat yang dikirim lewat WhatsApp.
Setelah itu, para pemain juga menerima email resmi dari federasi. Sementara pemain yang tidak terpilih hanya mendapatkan pemberitahuan melalui email.
Keputusan tersebut langsung memancing perdebatan di media dan kalangan pecinta sepak bola Amerika Serikat.
Banyak pihak menilai cara tersebut terlalu dingin dan tidak menunjukkan pendekatan personal kepada pemain yang harus menerima kenyataan pahit gagal tampil di FIFA World Cup 2026.
Mantan pemain timnas Amerika Serikat yang kini menjadi analis ESPN, Herculez Gomez, bahkan menyebut metode itu sebagai sesuatu yang “diabolical” atau sangat buruk jika benar para pemain mengetahui pencoretan mereka hanya lewat email.
Meski mendapat banyak kritik, Pochettino tetap membela keputusannya. Dalam acara pengumuman skuad resmi di New York City, pelatih asal Argentina itu menegaskan bahwa momen tersebut memang hanya ditujukan untuk menyampaikan keputusan akhir, bukan untuk memberi motivasi atau pidato emosional kepada pemain.
Menurut Pochettino, situasi seperti ini memang selalu sulit bagi seorang pelatih. Ia mengaku memahami rasa kecewa para pemain yang gagal masuk daftar akhir, tetapi keputusan tetap harus diambil demi kepentingan tim.
“Itu keputusan yang sangat menyakitkan bagi saya, tetapi itu bagian dari pekerjaan,” ujar Pochettino kepada media.
Pelatih berusia 54 tahun tersebut juga menolak membahas terlalu jauh soal pemain-pemain yang tidak masuk skuad, termasuk Tanner Tessmann yang cukup banyak diperbincangkan publik.
Ia merasa fokus utama seharusnya diberikan kepada 26 pemain yang berhasil mengamankan tempat di skuad Piala Dunia.
Pengumuman resmi skuad Amerika Serikat sendiri digelar dalam acara khusus bersama Fox Sports dan menjadi salah satu penanda dimulainya atmosfer Piala Dunia 2026.
Namun, momen itu sedikit kehilangan kejutan karena daftar pemain sebenarnya sudah bocor ke media beberapa hari sebelumnya.
Amerika Serikat akan tampil sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama Mexico dan Canada. Tekanan terhadap Pochettino pun cukup besar karena publik berharap timnas AS mampu tampil lebih kompetitif di kandang sendiri.
Menariknya, sekitar setengah dari pemain yang dipanggil ke skuad kali ini merupakan bagian dari tim Amerika Serikat di Piala Dunia 2022 di Qatar.
Kombinasi pemain berpengalaman dan wajah baru diharapkan mampu membawa AS melangkah lebih jauh di turnamen nanti.
Amerika Serikat dijadwalkan membuka perjalanan mereka di fase grup dengan menghadapi Paraguay pada 12 Juni di Los Angeles. Setelah itu, mereka akan menghadapi Australia dan Turkey.
Di tengah besarnya antusiasme menuju Piala Dunia 2026, kontroversi kecil soal cara komunikasi Pochettino kini menjadi salah satu topik hangat yang ikut menyelimuti persiapan tim nasional Amerika Serikat.