← Beranda
Como Tak Tutup Pintu untuk Indonesia, Mirwan Suwarso Ungkap Ada 11 WNI di Dalam Klub
Andre Rizal HanafiKamis, 28 Mei 2026 | 03.53 WIB
Mirwan Suwarso dan Paus Leo XIV bersama jersey nomor 14 Como 1907. (Como 1907)

 

JawaPos.com - Komitmen Grup Djarum terhadap sepak bola Indonesia kembali menjadi bahan perbincangan publik. Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah soal hubungan mereka dengan klub Italia, FC Como. 

Banyak suporter bertanya-tanya mengapa sampai sekarang belum ada pemain Indonesia yang mendapat kesempatan bermain di klub tersebut.
Presiden FC Como, Mirwan Suwarso, akhirnya memberikan penjelasan yang cukup terbuka mengenai situasi itu. 

Dikutip dari wawancaranya di sebuah podcast yang dibagikan oleh fanspage facebook Sepakbola Indonesia Fansbook III.

Baca Juga: Kenapa Como Belum Rekrut Pemain Indonesia? Mirwan Suwarso Ungkap Kendalanya

Menurutnya, kendala utama bukan karena Como tidak tertarik pada pemain Indonesia, melainkan karena aturan ketat terkait slot pemain non-Uni Eropa atau non-EU di Italia.

Serie A memang memiliki regulasi yang cukup ketat mengenai pemain non-EU. Setiap klub hanya memiliki kuota terbatas untuk mendaftarkan pemain dari luar Uni Eropa setiap musim. Situasi inilah yang membuat klub harus sangat selektif dalam menentukan pemain asing yang direkrut.

Mirwan menjelaskan bahwa keputusan mendatangkan pemain non-EU harus benar-benar diperhitungkan karena slot tersebut biasanya diprioritaskan untuk pemain yang sudah memiliki pengalaman dan kualitas yang terbukti di level tinggi.

Baca Juga: Bek Como Jacobo Ramon Tegaskan Tak Ingin Kembali ke Real Madrid

“Kalau Como mengambil pemain Indonesia usia 16 tahun misalnya, maka slot non-EU di tim utama akan berkurang. Sementara slot itu biasanya digunakan untuk pemain dari Brasil, Argentina, Uruguay, atau Afrika yang sudah siap bersaing,” ujar Mirwan.

Penjelasan tersebut sekaligus menjawab kritik yang selama ini diarahkan kepada Grup Djarum terkait kontribusi mereka terhadap perkembangan pemain Indonesia di level internasional. 

Banyak yang menilai Como seharusnya bisa menjadi jalan bagi talenta muda Indonesia untuk menembus sepak bola Eropa.

Namun Mirwan menegaskan bahwa kontribusi terhadap sepak bola Indonesia tidak selalu harus lewat perekrutan pemain. Menurutnya, ada banyak jalur lain yang juga penting untuk dikembangkan, terutama dalam membangun sumber daya manusia di luar lapangan.

Alih-alih fokus merekrut pemain muda Indonesia yang berisiko menghabiskan slot non-EU, Como justru membuka peluang besar bagi pelatih, analis, hingga staf profesional asal Indonesia untuk terlibat langsung dalam struktur klub.

Mirwan mengungkapkan bahwa saat ini ada sekitar 11 orang Indonesia yang bekerja di FC Como dalam berbagai bidang. Mereka tidak hanya berada di sektor teknis, tetapi juga di bagian media sosial dan produksi konten klub.

Baca Juga: FC Como Lolos ke Liga Champions: Perjalanan 7 Tahun dari Serie D hingga Panggung Eropa

“Ada analis kami dari Indonesia, anak Bandung. Kurniawan juga pernah jadi asisten pelatih di sini. Dari tim media sosial dan produksi juga banyak orang Indonesia,” kata Mirwan.

Keberadaan orang-orang Indonesia di balik layar FC Como menjadi gambaran bahwa kontribusi terhadap sepak bola nasional tidak melulu harus terlihat di lapangan. 

Pengalaman bekerja di lingkungan sepak bola Eropa dinilai bisa menjadi modal penting untuk pengembangan sepak bola Indonesia dalam jangka panjang.

Pendekatan seperti ini sebenarnya cukup menarik. Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan sepak bola modern memang tidak hanya bergantung pada kualitas pemain. 

Baca Juga: Como Lolos ke Liga Champions untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah

Peran analis pertandingan, tim data, media digital, hingga pengembangan taktik kini menjadi bagian penting dalam industri sepak bola profesional.

Dengan adanya tenaga kerja Indonesia di lingkungan klub Serie A, pengalaman dan ilmu yang mereka dapatkan berpotensi dibawa pulang untuk membantu perkembangan sepak bola nasional di masa depan.

Di sisi lain, pernyataan Mirwan juga menjadi pengingat bahwa jalan pemain Indonesia menuju kompetisi elite Eropa memang masih memiliki tantangan besar. 

Selain kualitas individu, regulasi liga dan persaingan antar pemain asing juga menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan.

Meski begitu, peluang pemain Indonesia untuk berkarier di Eropa tetap terbuka. Hanya saja, prosesnya mungkin tidak selalu bisa dilakukan lewat jalur yang instan.

FC Como sendiri saat ini terus berkembang sebagai salah satu klub yang menarik perhatian di Italia. Kehadiran Grup Djarum dan nama-nama besar di belakang klub membuat Como perlahan menjadi proyek sepak bola yang cukup diperhitungkan.

Dan meski belum ada pemain Indonesia yang mengenakan jersey Como di Serie A, keberadaan 11 orang Indonesia di balik layar klub menunjukkan bahwa kontribusi untuk sepak bola nasional tetap berjalan, hanya lewat jalur yang berbeda.

EDITOR: Banu Adikara