← Beranda
Jejak 10 Tahun Pep Guardiola dengan Manchester City Dipenuhi Rekor hingga Jadi Penguasa Sepak Bola Eropa
Risma Azzah Fatin• Rabu, 27 Mei 2026 | 01.03 WIB
Pep Guardiola (Instagram @mancity)

 

 

JawaPos.com – Pep Guardiola telah menjalani satu dekade penuh bersama Manchester City sejak ditunjuk sebagai pelatih pada 2016.

Berbagai gelar domestik dan keberhasilan menjuarai Liga Champions menjadi bukti keberhasilan era Guardiola dalam membentuk identitas baru klub berjuluk The Citizens.

Berikut jejak 10 tahun atau 1 dekade Pep Guardiola dalam membawa Manchester City sebagai penguasa kompetisi sepak bola Eropa, seperti dilansir dari laman The Guardian pada Selasa (26/5).

1.     2016–17: Awal Era Guardiola Tanpa Gelar

Pep Guardiola resmi mengambil alih kursi pelatih Manchester City pada 2016 menggantikan Manuel Pellegrini dalam proyek besar perubahan skuad. Musim pertama menjadi fase transisi karena Guardiola mulai menyesuaikan pemain dengan sistem permainannya, termasuk memaksimalkan peran Kevin De Bruyne di lini tengah. Manchester City mengakhiri musim di posisi ketiga Liga Inggris dan tersingkir di babak 16 besar Liga Champions tanpa meraih satu pun trofi.

Trofi yang diraih: Tidak meraih trofi

2.     2017–18: Revolusi Guardiola yang Berbuah Gelar

Manchester City melakukan perubahan besar dengan mendatangkan Bernardo Silva, Kyle Walker, dan Ederson untuk memperkuat fondasi tim. Performa impresif ditunjukkan sejak awal musim hingga City berhasil mendominasi Liga Inggris dengan koleksi 100 poin dan 106 gol, sekaligus unggul jauh dari para pesaingnya. Guardiola juga mempersembahkan trofi pertamanya setelah menaklukkan Arsenal di final Piala Liga.

Trofi yang diraih: Juara Premier League dan Juara Piala Liga Inggris (EFL Cup)

3.     2018–19: Treble Domestik Bersejarah

Persaingan ketat melawan Liverpool berlangsung sepanjang musim, tetapi Manchester City mampu mempertahankan konsistensi hingga akhir kompetisi. Guardiola sukses membawa tim memenangkan 14 laga liga terakhir demi mengamankan gelar domestik secara dramatis. Meski gagal di Liga Champions setelah disingkirkan Tottenham Hotspur, City mencatat sejarah dengan meraih treble domestik.

Trofi yang diraih: Juara Premier League, Juara Piala FA dan Juara Piala Liga Inggris (EFL Cup)

4.     2019–20: Pandemi dan Penurunan Performa

Manchester City mengalami penurunan performa di Liga Inggris dengan tertinggal jauh dari Liverpool yang keluar sebagai juara. Kompetisi yang terganggu pandemi Covid-19 membuat perjalanan musim terasa tidak biasa, termasuk format Liga Champions yang berubah. Guardiola tetap menutup musim dengan trofi Piala Liga setelah mengalahkan Aston Villa di partai final.

Trofi yang diraih: Juara Piala Liga Inggris (EFL Cup)

5.     2020–21: Kembali Juara tetapi Gagal di Final Liga Champions

Kedatangan Rúben Dias menjadi titik balik bagi Manchester City setelah awal musim yang kurang meyakinkan. Guardiola membawa tim kembali merebut gelar Liga Inggris dan melaju ke final Liga Champions pertama sepanjang kepemimpinannya di klub. Namun, harapan meraih gelar Eropa pupus setelah kalah dari Chelsea pada laga final.

Trofi yang diraih: Juara Premier League dan Juara Piala Liga Inggris (EFL Cup)

6.     2021–22: Drama Hari Terakhir Penentu Gelar Premier League

Manchester City memastikan gelar Liga Inggris secara dramatis setelah bangkit dari ketertinggalan dua gol melawan Aston Villa di pekan terakhir. Ilkay Gündogan dan Rodri menjadi sosok penting yang membawa kemenangan bersejarah sekaligus mempertahankan dominasi Guardiola di kompetisi domestik. Pada Liga Champions Manchester City kembali gagal setelah disingkirkan Real Madrid secara dramatis.

Trofi yang diraih: Juara Premier League

7.     2022–23: Akhir Penantian Gelar Liga Champions

Guardiola mengubah pendekatan permainan dengan menghadirkan Erling Haaland sebagai ujung tombak utama tim. Manchester City tampil dominan di berbagai kompetisi hingga akhirnya mengalahkan Inter Milan pada final Liga Champions di Istanbul. Keberhasilan tersebut melengkapi musim sempurna City dengan raihan treble bersejarah.

Trofi yang diraih: Juara Premier League, Juara Liga Champions UEFA dan Juara Piala FA

8.     2023–24: Gelar Premier League Keenam Guardiola

Manchester City kembali menunjukkan konsistensi tinggi dengan memenangi sembilan pertandingan terakhir demi mengungguli Arsenal dalam perebutan gelar Liga Inggris. Guardiola berhasil meraih gelar Premier League keenamnya bersama City meskipun gagal di Liga Champions dan Piala FA. Kekalahan dari Manchester United pada final Piala FA menjadi penutup mengecewakan musim tersebut.

Trofi yang diraih: Juara Premier League

9.     2024–25: Musim Sulit Tanpa Gelar Besar

Manchester City menjalani musim yang sulit menurut standar Guardiola karena kesulitan bersaing di berbagai kompetisi. Perombakan skuad dilakukan secara besar-besaran, tetapi hasilnya belum mampu mengangkat performa tim secara signifikan. Kekalahan dari Crystal Palace di final Piala FA memperpanjang catatan buruk City tanpa trofi utama.

Trofi yang diraih: Tidak meraih trofi besar

10.  2025–26: Bangkit Lewat Gelar Domestik

Manchester City kembali membangun skuad baru dan perlahan menemukan performa terbaik setelah awal musim yang tidak stabil. Guardiola berhasil membawa tim bangkit hingga bersaing ketat di papan atas serta meraih hasil positif di kompetisi domestik. Meski kembali tersingkir oleh Real Madrid di Liga Champions, hingga gagal dalam perebutan Premier League dengan Arsenal yang keluar sebagai juara, namun Namun Manchester City tetap menutup musim dengan dua gelar domestik.

Trofi yang diraih: Juara Piala Liga Inggris (EFL Cup) dan Juara Piala FA

EDITOR: Novia Tri Astuti