JawaPos.com - Kesuksesan Arsenal menjuarai Premier League musim ini ternyata memunculkan komentar menarik dari legenda sepak bola Belanda Ruud Gullit. Mantan bintang Chelsea itu secara terang-terangan menyebut Mikel Arteta mencuri sistem permainan Pep Guardiola. Menurut Ruud Gullit itulah alasan utama Arsenal bisa kembali menjadi penguasa liga Inggris.
Mikel Arteta berhasil membawa The Gunners finis di atas Manchester City dalam perebutan gelar liga Inggris musim ini. Pria Spanyol tersebut justru pernah menjadi tangan kanan Pep Guardiola di Etihad Stadium sebelum mengambil pekerjaan di Arsenal.
Gullit: Semua yang Meniru Pep Berhasil
Melansir Mirror, Ruud Gullit memberikan pujian besar kepada Pep Guardiola atas pengaruh luar biasanya terhadap sepak bola modern.
”Anda harus memberikan pujian kepada Pep Guardiola. Dia menciptakan tim baru dan tim itu mengalami pasang surut, tetapi dia masih bersaing untuk meraih gelar. Dia sudah berada di sana,” ujar Ruud Gullit.
Menurut Gullit, banyak pelatih modern mencoba mengikuti filosofi Guardiola. Namun dia merasa Arteta menjadi salah satu sosok yang paling sukses menerapkannya.
”Dia pelatih yang fantastis. Dan yang paling lucu adalah, semua orang yang mencuri ide Pep, sukses. Mikel Arteta mencuri semuanya darinya. Dia menanamkan filosofi membangun serangan dari belakang; itulah bagaimana dia memenangkan segalanya,” terang Ruud Gullit.
Baca Juga: Pasangan Ganda Campuran Indonesia Rehan/Gloria Comeback di Singapore Open 2026!
Gullit juga menegaskan bahwa tidak semua tim bisa meniru gaya bermain Guardiola begitu saja.
”Tapi kemudian orang-orang mencoba menirunya dengan pemain yang tidak bisa melakukannya. Berapa banyak bek yang dibeli Pep khusus untuk bermain seperti itu? Banyak. Jadi jika Anda tidak memiliki pemain seperti itu, jangan lakukan,” tutur Ruud Gullit.
Filosofi Guardiola Jadi Acuan Sepak Bola Modern
Menurut Gullit, pengaruh Guardiola kini terasa hampir di seluruh sepak bola Eropa.
”Setiap kali saya melihat klub-klub mengatakan ini filosofi kami. Bukan, ini filosofi Pep,” tandas Ruud Gullit.
Dia menilai banyak tim kehilangan poin penting karena memaksakan bermain dari belakang tanpa memiliki kualitas pemain yang sesuai.Dia melihat tim-tim mencoba membangun serangan dari belakang.
”Pada momen-momen paling penting di musim ini, mereka kehilangan poin karena hal itu,” tutur Ruud Gullit.
Baca Juga: Keren! Kiandra Ramadhipa Langsung Segel Podium di Seri Pembuka Moto3 Junior 2026
Komentar tersebut memperlihatkan bagaimana Guardiola dianggap telah mengubah cara banyak tim memandang sepak bola modern, terutama dalam fase build-up dan penguasaan bola.
Guardiola: Sepak Bola Selalu Sama
Menariknya, Guardiola sendiri pernah memberikan pandangannya soal filosofi bermain yang identik dengannya. Dalam wawancara pada 2023, pelatih Manchester City itu mengatakan bahwa ide bermain menyerang dan membangun permainan sebenarnya bukan sesuatu yang benar-benar baru.
”Saya cukup yakin apa yang berhasil 20 atau 30 tahun yang lalu dengan cara bermain seperti itu akan berhasil juga hari ini. Bukan karena Arsenal atau Barcelona melakukan itu. Sepak bola tetaplah sepak bola sejak pertama kali diciptakan,” tandas Pep Guardiola.
Guardiola juga menegaskan bahwa semuanya bergantung pada bagaimana seorang pelatih membaca permainan dan karakter pemain yang dimiliki. Hal menurut dia, tergantung pada perasaan para manajer dan cara tim ingin bermain.
Meski Guardiola akan meninggalkan Manchester City setelah satu dekade penuh trofi, pengaruhnya tampaknya masih akan terus hidup. Dan Arsenal milik Mikel Arteta mungkin menjadi contoh paling nyata dari warisan tersebut.