JawaPos.com - Noni Madueke sempat membuat pendukung Arsenal khawatir setelah terlihat mengalami masalah fisik dalam kemenangan 2-1 atas Crystal Palace di Selhurst Park.
Pemain sayap berusia 24 tahun itu tampil impresif dan mencetak gol kedua The Gunners sebelum akhirnya ditarik keluar menjelang akhir pertandingan.
Baca Juga: Nottingham Forest Amankan Murillo, Kontrak Baru Berlaku Hingga 2030
Saat berjalan meninggalkan lapangan untuk digantikan Viktor Gyokeres, Madueke terlihat memegangi otot paha kirinya. Momen itu langsung memunculkan kekhawatiran, apalagi Arsenal kini bersiap menghadapi final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain.
Madueke Langsung Beri Sinyal Positif
Untungnya bagi Arsenal dan Mikel Arteta, kondisi Madueke tampaknya tidak terlalu serius. Tak lama setelah pertandingan berakhir, mantan pemain Chelsea itu aktif di media sosial dan terlihat santai menikmati momen kemenangan bersama rekan-rekan setimnya.
Melansir Football London, Madueke lebih dulu mengunggah video bersama Eberechi Eze di Instagram Story dengan caption singkat namun penuh sindiran:
"Diam saja, diam saja, diam saja!"
Ia kemudian mengunggah selfie bersama Bukayo Saka sambil melakukan gesture air mata dengan jari telunjuk mereka dan menjulurkan lidah ke kamera.
Gestur santai itu dianggap sebagai tanda bahwa masalah yang dialaminya kemungkinan tidak terlalu parah.
Baca Juga: Pesan Gali Freitas ke Bonek: Persebaya Surabaya Akan Kembali Lebih Kuat!
Arsenal Tutup Musim dengan Kemenangan
Pertandingan sendiri berjalan dramatis hingga menit akhir. Arsenal sempat terlihat nyaman setelah unggul dua gol, tetapi Jean-Philippe Mateta memperkecil ketertinggalan Crystal Palace di penghujung laga.
Yeremy Pino bahkan sempat mengira dirinya mencetak gol penyeimbang di masa injury time, sebelum VAR menganulir gol tersebut.
Arsenal akhirnya berhasil mempertahankan kemenangan dan menutup musim Premier League dengan manis.
Arteta Bicara Soal Kesempatan Menciptakan Sejarah
Setelah laga usai, Mikel Arteta tampak menikmati momen keberhasilan Arsenal meraih gelar liga sekaligus menatap final Liga Champions.
Berbicara usai pertandingan, pelatih asal Spanyol itu memuji mentalitas timnya sepanjang musim.
"Anda meningkatkan level permainan karena Anda menghadapi lawan yang terus-menerus mengajukan pertanyaan itu kepada Anda."
Menurut Arteta, Arsenal mampu menjadi juara meski harus bersaing dengan tim-tim elite setiap pekan.
"Menurut saya, kami memiliki tim terbaik dalam sejarah kompetisi ini, yang terus menekan kami. Pep, tanpa diragukan lagi, adalah manajer terbaik di dunia."
Arteta juga menegaskan bahwa skuadnya kini punya kesempatan besar untuk menciptakan sejarah baru.
"Jersey ini mewakili sesuatu yang lain. Sekarang kita memiliki kesempatan untuk menciptakan sejarah baru di klub kita. Saya yakin kita akan melakukannya."
Fokus ke Final Liga Champions
Kini, fokus Arsenal sepenuhnya tertuju ke final Liga Champions melawan PSG di Puskas Arena, Budapest, pada 30 Mei mendatang.
Madueke sendiri sebelumnya sudah menunjukkan keyakinannya bahwa Arsenal mampu meraih dua trofi besar musim ini.
"Kami berjuang di semua lini. Saya merasa kami bisa memenangkan kompetisi ini dan memenangkan liga; itu harus menjadi tujuannya."
Ia juga menyoroti kekompakan skuad Arsenal musim ini.
"Kami kompak, itu yang terpenting. Kami saling menginginkan yang terbaik."
Dengan sinyal positif yang ia tunjukkan setelah laga kontra Crystal Palace, Arsenal tentu berharap Madueke bisa berada dalam kondisi terbaik saat menghadapi PSG di partai terbesar musim ini.