← Beranda
Pernyataan Personel Band Kasabian Serge Pizzorno tentang Leicester City Viral Lagi usai The Foxes Turun ke League One
Andre Rizal HanafiMinggu, 24 Mei 2026 | 12.34 WIB
Personel grup band Kasabian Serge Pizzorno pendukung klub Leicester City. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Momen kejayaan Leicester City saat menjuarai Premier League 2015/2016 masih dikenang sebagai salah satu kisah paling ajaib dalam sejarah sepak bola Inggris. Namun sepuluh tahun setelah keajaiban itu terjadi, nasib The Foxes justru berbalik drastis.

Klub yang dulu membuat dunia tercengang kini dipastikan akan bermain di League One atau kasta ketiga sepak bola Inggris musim depan setelah kembali terdegradasi. Situasi ini membuat publik kembali mengingat ucapan pentolan band Serge Pizzorno yang pernah viral usai Leicester City menjadi juara liga Inggris.

Dalam sebuah wawancara beberapa tahun lalu, Serge yang dikenal sebagai fans garis keras Leicester City sempat mengatakan bahwa dirinya tidak peduli jika tim kesayangannya harus turun divisi setelah meraih gelar Premier League.

Baca Juga: Reaksi Bojan Hodak usai Bawa Persib Bandung Hattrick Juara, Bongkar Kunci Suksesnya

”Kami adalah kampiun Premier League. Setelah ini, andai kami terdegradasi sampai level Conference dan bermain di sana selama 10 tahun, saya tidak peduli. Hal itu tidak akan menghapus fakta Leicester juara Premier League,” ujar Serge saat itu.

Ucapan tersebut kini kembali ramai dibahas di media sosial setelah Leicester benar-benar mengalami penurunan performa dalam beberapa musim terakhir. Banyak fans menganggap pernyataan Serge terdengar seperti candaan, tetapi kini terasa seperti ramalan yang menjadi kenyataan.

Nama Serge Pizzorno sangat identik dengan Leicester City. Bersama band rock asal Leicester, Kasabian, dia kerap terlihat hadir mendukung tim kesayangannya di stadion maupun dalam berbagai acara perayaan klub.

Baca Juga: Saddil Ramdani Wujudkan Mimpi Juara Super League Bersama Persib Bandung

Saat Leicester menjuarai Premier League pada 2016, suasana kota berubah menjadi pesta besar. Tidak banyak yang percaya tim asuhan Claudio Ranieri mampu mengalahkan klub-klub raksasa seperti Arsenal, Manchester City, hingga Chelsea.

Bahkan pada awal musim, peluang Leicester menjadi juara disebut mencapai 5000 banding 1 oleh bandar taruhan Inggris. Namun perlahan, Jamie Vardy dan kawan-kawan berhasil membungkam keraguan hingga akhirnya mengangkat trofi liga.

Kini, satu dekade setelah kisah dongeng itu tercipta, Leicester harus menerima kenyataan pahit turun hingga League One. Meski begitu, sebagian suporter tetap mencoba melihat sisi positif dari perjalanan klub mereka.

Bagi banyak fans, termasuk Serge Pizzorno, trofi Premier League 2016 tetap menjadi pencapaian yang tidak akan pernah bisa dihapus sejarah. Walau Leicester sedang jatuh, kisah keajaiban mereka tetap akan dikenang sebagai salah satu momen paling emosional dalam sepak bola Inggris.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah