JawaPos.com - Pertandingan pekan terakhir Premier League 2025/2026 antara Manchester City dan Aston Villa dipastikan menghadirkan atmosfer berbeda di Etihad Stadium, Minggu (24/5/2026) malam WIB.
Duel ini bukan sekadar laga penutup musim, tetapi juga menjadi momen emosional bagi publik tuan rumah karena menjadi pertandingan terakhir Pep Guardiola bersama Manchester City.
Meski gagal mempertahankan gelar Premier League musim ini, Manchester City tetap menutup kompetisi dengan performa yang cukup stabil.
Baca Juga: Prediksi Norwegia di Grup I Piala Dunia 2026: Menanti Ledakan Erling Haaland
The Citizens memang harus rela melihat Arsenal keluar sebagai juara setelah hasil imbang melawan Bournemouth pada pekan sebelumnya mengubur peluang mereka finis di posisi pertama.
Namun, City masih punya alasan untuk menatap laga terakhir dengan penuh motivasi. Bermain di hadapan pendukung sendiri, kemenangan akan menjadi hadiah perpisahan yang sempurna bagi Guardiola setelah era panjang penuh trofi di Etihad Stadium.
Selama menangani Manchester City, Guardiola berhasil membawa klub meraih banyak gelar bergengsi, termasuk enam trofi Premier League. Dominasi City dalam beberapa musim terakhir membuat nama Guardiola identik dengan kesuksesan klub asal Manchester tersebut.
Selain Guardiola, beberapa pemain juga disebut akan menjalani laga terakhir bersama City. Nama seperti Bernardo Silva dan John Stones diperkirakan akan meninggalkan klub pada akhir musim. Situasi itu membuat pertandingan kontra Aston Villa diprediksi berlangsung emosional sejak menit awal.
Di sisi lain, Aston Villa datang dengan suasana yang jauh lebih ceria. Tim asuhan Unai Emery baru saja meraih gelar Liga Europa usai mengalahkan Freiburg dengan skor telak 3-0 di final.
Keberhasilan tersebut menjadi trofi Eropa pertama Villa dalam puluhan tahun dan sekaligus menegaskan kapasitas Emery sebagai pelatih spesialis turnamen Eropa.
Tidak hanya sukses di Eropa, Aston Villa juga sudah memastikan tiket Liga Champions musim depan. Hasil itu membuat mereka bisa bermain lebih lepas saat bertandang ke markas Manchester City.
Meski demikian, Villa tetap menghadapi tantangan besar. Jadwal padat setelah final Liga Europa diperkirakan memengaruhi kondisi fisik para pemain. Selain kelelahan akibat pertandingan besar di tengah pekan, suasana perayaan juara juga diyakini membuat fokus tim sedikit terganggu.
Manchester City sendiri diprediksi tetap menurunkan sejumlah pemain inti. Phil Foden kemungkinan kembali dipercaya tampil sejak awal setelah sebelumnya menjadi sorotan karena tidak masuk skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026. Omar Marmoush, Bernardo Silva, hingga Jeremy Doku juga berpeluang mengisi lini depan City.
Baca Juga: Rumor Panas Pep Guardiola: Dari Manchester City ke Timnas Brasil atau Inggris?
Di lini belakang, Ruben Dias dan Josko Gvardiol diprediksi menjadi andalan untuk meredam agresivitas Aston Villa. City juga memiliki keuntungan besar karena bermain di Etihad Stadium, tempat mereka sangat dominan saat menghadapi Villa dalam beberapa musim terakhir.
Statistik memperlihatkan Manchester City memenangkan mayoritas laga kandang kontra Aston Villa. Rekor tersebut menjadi modal penting untuk menjaga kepercayaan diri skuad Guardiola menjelang pertandingan penutup musim.
Meski begitu, Aston Villa tetap tidak bisa dianggap remeh. Dalam lima pertemuan terakhir kedua tim, Villa mampu meraih beberapa kemenangan penting, termasuk kemenangan 1-0 pada pertemuan pertama musim ini.
Catatan itu membuktikan bahwa Villa memiliki kemampuan untuk menyulitkan City.
Aston Villa diperkirakan melakukan rotasi demi menjaga kebugaran pemain.
Tammy Abraham, Morgan Rogers, hingga Jadon Sancho berpeluang tampil sejak menit awal. Sementara itu, Emiliano Martinez kemungkinan diistirahatkan setelah tampil dalam kondisi belum sepenuhnya fit di final Liga Europa.
Laga ini diprediksi berlangsung terbuka karena kedua tim sama-sama memiliki kualitas lini serang yang baik.
Manchester City kemungkinan akan lebih dominan dalam penguasaan bola, sedangkan Villa berpotensi mengandalkan serangan balik cepat.
Atmosfer Etihad Stadium juga diyakini menjadi faktor penting. Publik City tentu ingin memberikan perpisahan terbaik bagi Guardiola, sosok yang telah mengubah wajah klub menjadi salah satu kekuatan terbesar di Eropa dalam satu dekade terakhir.
Dengan kedalaman skuad yang lebih merata serta motivasi emosional dalam laga terakhir Guardiola, Manchester City sedikit lebih diunggulkan untuk meraih kemenangan.
Namun Aston Villa tetap punya peluang memberikan kejutan jika mampu memanfaatkan celah di lini belakang tuan rumah.
Pertandingan ini diprediksi menjadi salah satu laga paling menarik di pekan terakhir Premier League musim ini. Bukan hanya soal hasil akhir, tetapi juga tentang penutup sebuah era besar di Manchester City.
Prediksi skor akhir: Manchester City 3-1 Aston Villa.