JawaPos.com - Federasi Sepakbola Inggris (FA) resmi mengumumkan daftar 26 pemain yang siap tampil di Piala Dunia 2026 nanti. Timnas Inggris kini berada di bawah arahan pelatih asal Jerman, Thomas Tuchel. Dia membuat sejumlah keputusan yang dianggap banyak pihak kontroversia dalam pemilihan skuad tersebut.
Beberapa nama langganan tim nasional justru tidak masuk daftar akhir. Tuchel memberi ruang untuk kombinasi pemain muda dan senior berpengalaman untuk menghadapi turnamen yang diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, itu.
Keputusan paling mencuri perhatian adalah absennya beberapa pemain populer seperti Cole Palmer, Phil Foden, Trent Alexander-Arnold, dan Harry Maguire. Nama-nama tersebut diprediksi masih akan jadi bagian penting skuad Inggris. Meski begitu, Tuchel tampaknya memiliki pendekatan berbeda untuk membangun keseimbangan tim.
Dia memilih pemain yang paling sesuai dengan kebutuhan taktik dan kondisi terbaru menurut dia. Di posisi penjaga gawang, Jordan Pickford masih menjadi pilihan utama. Kiper Everton itu kembali dipercaya berkat pengalamannya di turnamen besar bersama Inggris beberapa tahun terakhir.
Dean Henderson dan James Trafford menggenapi sektor penjaga gawang. Pada lini belakang, Inggris membawa kombinasi pemain matang dan wajah baru. John Stones tetap jadi andalan di jantung pertahanan.
Marc Guéhi, Ezri Konsa, dan Dan Burn masuk daftar setelah tampil konsisten di klub mereka masing-masing. Salah satu nama menarik perhatian adalah Nico O'Reilly. Pemain muda Manchester City ini mendapat kesempatan besar tampil di Piala Dunia pertama bersama tim senior Inggris.
Djed Spence dan Tino Livramento dipilih untuk menambah kecepatan di sisi pertahanan. Reece James juga kembali masuk skuad setelah beberapa kali terganggu masalah kebugaran.
Di lini tengah, Jude Bellingham masih menjadi pusat permainan Inggris. Gelandang Real Madrid itu diprediksi memegang peran penting dalam skema Tuchel. Selain itu, Declan Rice tetap menjadi figur utama untuk menjaga keseimbangan tim.
Kobbie Mainoo dan Elliot Anderson jadi perwakilan generasi muda. Mereka mulai mendapat kepercayaan besar di level internasional. Jordan Henderson yang kini bermain bersama Brentford juga tetap dipanggil. Pengalaman dan kepemimpinannya masih dibutuhkan ruang ganti Inggris.
Morgan Rogers dan Eberechi Eze jadi opsi tambahan untuk kreativitas dalam membangun serangan. Keduanya tampil impresif sepanjang musim bersama klub masing-masing. Sementara di lini depan, Harry Kane masih jadi ujung tombak utama Inggris.
Striker Bayern München itu kembali diandalkan sebagai sumber gol utama di Piala Dunia 2026. Marcus Rashford juga kembali mendapat tempat setelah sebelumnya absen di beberapa agenda internasional Inggris. Kepindahannya ke Barcelona meningkatkan performa terbaiknya.
Bukayo Saka, Anthony Gordon, Ollie Watkins, Ivan Toney, dan Noni Madueke melengkapi pilihan lini serang Inggris yang beragam. Dengan materi pemain tersebut, Inggris punya kombinasi kecepatan, kreativitas, dan pengalaman cukup seimbang.
Namun keputusan Tuchel meninggalkan beberapa nama besar jadi bahan pembicaraan publik sepak bola Inggris. Cole Palmer menjadi pemain paling dipertanyakan absennya. Setelah tampil impresif dua musim terakhir, banyak yang mengira dia penting untuk skuad Inggris.
Selain Palmer, Phil Foden tidak masuk daftar akhir. Gelandang Manchester City itu masih dianggap salah satu pemain kreatif terbaik Inggris. Trent Alexander-Arnold juga harus rela kehilangan tempatnya. Persaingan ketat di sektor bek kanan jadi faktor utama keputusan ini.
Harry Maguire, Luke Shaw, Fikayo Tomori, Adam Wharton, hingga Morgan Gibbs-White juga gagal masuk skuad akhir Piala Dunia 2026. Meski memunculkan pro dan kontra, Tuchel percaya pilihannya. Pelatih asal Jerman itu dikenal berani dalam menentukan komposisi tim.
Inggris akan memulai perjalanan di fase grup Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Kroasia pada 18 Juni. Setelah itu, The Three Lions bertemu Ghana dan Panama. Secara materi pemain, Inggris masih menjadi tim favorit melangkah jauh di turnamen kali ini.
Kehadiran pemain muda berbakat yang dipadukan pengalaman senior membuat mereka kuat. Kini perhatian tertuju pada bagaimana Thomas Tuchel meracik skuad agar mampu bersaing merebut gelar juara dunia yang lama diimpikan. (*)