JawaPos.com - Ada rasa puas tersendiri bagi Arsene Wenger saat melihat Arsenal akhirnya kembali berdiri di puncak sepak bola Inggris.
Bukan cuma karena klub yang pernah ia bangun berhasil menjuarai Liga Primer lagi, tetapi juga karena sosok yang memimpin kebangkitan itu adalah Mikel Arteta.
Wenger memang dikenal sebagai salah satu sosok paling visioner di dunia sepak bola. Jauh sebelum Arteta menjadi salah satu manajer muda paling diperhitungkan di Eropa, pria asal Prancis itu sudah melihat potensi besar dalam diri mantan gelandang Arsenal tersebut.
Baca Juga: Komentar Erling Haaland kepada Martin Odegaard Usai Arsenal Mengamankan Gelar Liga Inggris
Melansir Football London, pada 2018, ketika Wenger mengakhiri era panjangnya bersama The Gunners, Arteta masih berada di Manchester City sebagai asisten Pep Guardiola.
Meski baru memulai karier kepelatihan, Wenger percaya mantan anak asuhnya itu punya modal lengkap untuk menangani Arsenal suatu hari nanti.
Dia berkata: "Dia adalah seorang pemimpin, memiliki semangat yang tinggi untuk permainan ini, mengenal klub dan tahu apa yang penting di klub ini."
"Secara keseluruhan, dia memiliki kualitas yang dibutuhkan, tetapi saya tidak ingin memengaruhinya secara publik. Saya percaya penting bagi mereka untuk membuat pilihan secara objektif, dan setelah mereka membuat keputusan itu, saya akan mendukungnya."
Baca Juga: Jelang Final Liga Champions Arsenal vs PSG, Arteta Ungkap Kondisi Terbaru Timber dan Merino!
Namun, Arsenal saat itu memilih menunjuk Unai Emery. Keputusan tersebut ternyata tidak berjalan sesuai harapan. Emery hanya bertahan 18 bulan setelah performa tim terus menurun dan rentetan hasil buruk membuat situasi di ruang ganti makin tidak stabil.
Ketika Arteta akhirnya datang pada Desember 2019, kondisi Arsenal bisa dibilang jauh dari ideal. Tim sedang kehilangan arah, kepercayaan diri pemain menurun, dan posisi mereka di klasemen juga tidak mencerminkan status sebagai klub besar Inggris.
Musim yang terdampak pandemi berakhir dengan Arsenal finis di posisi kedelapan. Ironisnya lagi, mereka berada di bawah ekspektasi dan hanya bersaing dengan tim seperti Wolves serta Sheffield United di papan tengah.
Musim berikutnya pun tidak jauh berbeda. Arsenal kembali finis di posisi kedelapan sebelum perlahan menunjukkan perkembangan dengan naik ke posisi kelima. Saat itu, banyak kritik mulai mengarah ke Arteta. Tidak sedikit yang meragukan apakah proyek jangka panjangnya benar-benar akan berhasil.
Tapi di tengah keraguan tersebut, Wenger tetap melihat tanda-tanda positif.
Pada 2022, legenda Arsenal itu kembali memberikan pandangannya tentang perkembangan mantan muridnya tersebut.
Dia berkata: "Sepertinya begitu, ya, saya rasa begitu. Kita masih punya jalan panjang karena kita pernah mendominasi di Inggris untuk beberapa waktu. Semua unsur sudah ada, klub telah menginvestasikan banyak uang untuk pertama kalinya sejak stadion dibangun."
"Tim ini sekarang stabil dengan hasil yang mereka raih, kepemimpinannya tampaknya diterima oleh para pemain dan ada hubungan yang baik antara dia dan tim. Jadi secara keseluruhan, apa yang Anda lihat dari luar adalah positif."
Ucapan itu kini terasa seperti prediksi yang akhirnya menjadi kenyataan. Setelah tiga musim berturut-turut finis sebagai runner-up, Arsenal akhirnya berhasil mengakhiri penantian panjang mereka dan kembali menjadi juara Liga Inggris.
Perjalanan Arteta juga terasa simbolis bagi Arsenal. Dari mantan kapten tim, lalu belajar di bawah Guardiola, sampai akhirnya membawa klub yang ia cintai kembali ke puncak.
Wenger pun ikut merayakan keberhasilan tersebut dengan pesan singkat penuh makna melalui media sosial klub.
"Kamu berhasil. Para juara terus maju, sementara yang lain berhenti. Ini adalah waktumu. Sekarang, teruslah maju dan nikmati setiap momennya."