JawaPos.com - Jose Mourinho dikabarkan tinggal selangkah lagi kembali ke Real Madrid setelah menyetujui kontrak berdurasi dua tahun bersama klub raksasa liga Spanyol tersebut.
Pengumuman resmi disebut akan dilakukan usai laga terakhir La Liga Spanyol musim ini melawan Athletic Club pada 24 Mei. Setelah itu, Jose Mourinho diperkirakan langsung mulai bekerja membangun ulang Real Madrid.
Jose Mourinho, ini bukan sekadar pekerjaan baru. Banyak yang melihat kepulangannya sebagai kesempatan untuk menyelesaikan urusan yang belum tuntas sejak periode pertamanya di Santiago Bernabeu. Namun situasi Real Madrid saat ini jauh lebih rumit dibanding era sebelumnya.
Baca Juga: Enzo Maresca Jadi Kandidat Utama Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
Masalah yang menanti Jose Mourinho bukan hanya soal taktik atau hasil pertandingan. Dia datang ke Real Madrid dengan ruang ganti yang mulai retak, minim sosok pemimpin, dan lini serang yang belum menemukan keseimbangan.
Melansir Madrid Universal, berikut tiga masalah besar yang harus segera diselesaikan Mourinho jika ingin sukses di Madrid.
1. Memperbaiki Ruang Ganti yang Retak
Salah satu persoalan paling serius di Real Madrid musim ini adalah ketegangan internal di dalam skuad. Beberapa konflik antarpemain mulai muncul ke permukaan seiring hasil buruk yang terus berdatangan. Situasi ruang ganti disebut semakin tidak stabil sepanjang musim berjalan.
Baca Juga: Rumor Transfer: Tiga Pemain Manchester City yang Jadi Incaran Jose Mourinho di Real Madrid
Insiden yang melibatkan Aurelien Tchouameni, Federico Valverde, Antonio Rudiger, hingga Alvaro Carreira memperlihatkan bahwa keharmonisan tim mulai hilang. Hubungan pemain dengan staf pelatih juga tidak sepenuhnya baik. Vinicius Jr sempat dikabarkan berselisih dengan Xabi Alonso, sementara Kylian Mbappe secara terbuka mengkritik Alvaro Arbeloa.
Dalam situasi seperti ini, karakter Mourinho dianggap bisa menjadi solusi penting. Sepanjang karirnya, Mourinho dikenal sebagai pelatih yang mampu mengembalikan disiplin dan membangun mental kolektif di ruang ganti yang sedang kacau.
Madrid saat ini membutuhkan sosok yang mampu mengontrol situasi internal sebelum konflik semakin membesar.
2. Menentukan Pemimpin Baru Tim
Selain konflik internal, Mourinho juga harus menghadapi masalah kepemimpinan di dalam skuad. Real Madrid kehilangan figur besar setelah era Sergio Ramos dan Luka Modric perlahan berakhir. Selama bertahun-tahun, dua nama itu menjadi pusat karakter dan mentalitas tim.
Kini, Madrid belum benar-benar menemukan sosok pengganti yang mampu memimpin ruang ganti secara alami. Dani Carvajal sebenarnya masih menjadi salah satu pemain senior, tetapi cedera membuat pengaruhnya menurun dan masa depannya di klub juga mulai tidak pasti.
Sementara itu, Vinicius Jr dan Federico Valverde memang sempat mengenakan ban kapten, tetapi belum sepenuhnya diyakini sebagai pemimpin utama jangka panjang.
Baca Juga: Michael Carrick Sebut Luke Shaw Pantas Dipanggil ke Timnas Inggris
Karena itu, Mourinho harus segera menentukan siapa figur sentral yang bisa menjadi wajah baru kepemimpinan Real Madrid. Nama seperti Thibaut Courtois dan Antonio Rüdiger juga mulai disebut sebagai kandidat yang mungkin diberi tanggung jawab lebih besar.
3. Menyatukan Vinicius dan Mbappe
Masalah terbesar Mourinho mungkin justru ada di lini depan. Secara individu, Vinicius Jr dan Kylian Mbappe adalah dua pemain terbaik dunia saat ini. Namun sepanjang musim, chemistry keduanya masih belum benar-benar menyatu.
Keduanya sama-sama suka bergerak di area serupa, sama-sama ingin menjadi pusat permainan, dan sama-sama membutuhkan kebebasan dalam menyerang.
Baca Juga: Barcelona Anggap Perekrutan Julian Alvarez Nyaris Mustahil
Ketidakseimbangan itu membuat lini depan Madrid sering terlihat tidak sinkron. Di bawah Xabi Alonso, Mbappe tampil lebih dominan. Sementara saat ditangani Arbeloa, Vinicius justru terlihat lebih tajam.
Artinya, hingga sekarang Madrid belum menemukan sistem yang mampu memaksimalkan keduanya secara bersamaan. Kini tugas besar itu berada di tangan Mourinho. Jika dia mampu menemukan formula terbaik untuk menyatukan Vinicius dan Mbappe, Real Madrid berpotensi kembali menjadi salah satu tim paling menakutkan di Eropa musim depan.