JawaPos.com - Era Pep Guardiola di Manchester City tampaknya benar-benar akan segera berakhir. Pelatih asal Spanyol itu dilaporkan akan meninggalkan Man City setelah pertandingan terakhir musim ini melawan Aston Villa.
Jika kabar tersebut benar, maka berakhir pula satu dekade luar biasa yang mengubah Manchester City menjadi kekuatan dominan sepak bola Inggris dan Eropa.
Guardiola disebut akan pergi setelah membawa City meraih total 16 trofi utama, termasuk gelar Liga Champions pertama dalam sejarah klub.
Baca Juga: Pep Guardiola Bersiap Tinggalkan Manchester City di Akhir Musim, Enzo Maresca Incar Kursi Pelatih
Meski musim ini Man City masih memiliki peluang memenangkan Premier League hingga pekan terakhir, suasana perpisahan mulai terasa kuat di sekitar Etihad Stadium.
Enzo Maresca Disebut Jadi Pengganti
Melansir CBS Sports, sejumlah laporan di Inggris menyebut Manchester City sudah menyiapkan pengganti Guardiola.
Nama yang paling kuat dikaitkan adalah Enzo Maresca, mantan asisten Guardiola yang sebelumnya juga sempat menangani Chelsea.
Maresca memang punya hubungan dekat dengan sistem permainan City karena pernah menjadi bagian dari staf kepelatihan Guardiola.
Baca Juga: Manchester City Raih Piala FA, Pep Guardiola Larang Pemain Pesta Bir demi Juara Premier League
Pelatih asal Italia itu bahkan disebut sudah menghubungi pihak City beberapa bulan sebelum meninggalkan Chelsea pada Januari lalu.
Selama melatih The Blues, Maresca berhasil mempersembahkan gelar UEFA Conference League dan Piala Dunia Antarklub, pencapaian yang membuat namanya makin diperhitungkan sebagai calon penerus Guardiola.
Satu Dekade Dominasi Guardiola
Spekulasi mengenai masa depan Guardiola sebenarnya mulai muncul sejak musim lalu, ketika City menjalani musim tanpa trofi pertama mereka sejak dirinya datang pada 2016. Namun pencapaian Guardiola selama di Manchester tetap luar biasa.
Ia langsung membawa City meraih trofi pertamanya lewat Piala EFL 2017-18 sebelum mengamankan gelar Premier League di musim yang sama.
Musim itu juga menjadi awal dominasi besar City di Inggris. Mereka bahkan mencetak sejarah dengan meraih 100 poin di Premier League, sesuatu yang belum pernah dilakukan klub lain sebelumnya.
Puncak kejayaan Guardiola datang pada musim 2022-23 ketika City memenangkan treble bersejarah.
Selain menjuarai Premier League dan Piala FA, mereka akhirnya berhasil mengangkat trofi Liga Champions untuk pertama kalinya.
Guardiola juga mencatat sejarah lain dengan membawa City memenangkan empat gelar Premier League secara beruntun dari 2020-21 hingga 2023-24.
Warisan Guardiola di Manchester City
Selama satu dekade di Manchester, Guardiola bukan hanya menghadirkan trofi, tetapi juga mengubah identitas permainan City.
Ia memperkenalkan sepak bola berbasis penguasaan bola dengan intensitas tinggi yang kemudian menjadi standar baru di Premier League.
Nama-nama seperti Kevin De Bruyne, Rodri, Bernardo Silva, Phil Foden, hingga Erling Haaland berkembang menjadi bintang utama di bawah arahannya.
Rodri bahkan berhasil memenangkan Ballon d'Or setelah menjadi bagian penting dari sistem Guardiola. Meski performa City mulai terlihat menurun dalam dua musim terakhir, dominasi mereka tetap sulit disangkal.
Fakta bahwa City masih mampu meraih dua trofi domestik di musim yang dianggap kurang maksimal justru memperlihatkan betapa tingginya standar yang dibangun Guardiola selama ini.
Akhir Era Sang Jenius
Hingga kini belum ada kepastian soal langkah Guardiola berikutnya setelah meninggalkan Manchester City.
Namun satu hal yang jelas, ia akan meninggalkan Etihad sebagai salah satu manajer terbesar dalam sejarah sepak bola modern.
Warisan Guardiola bukan cuma soal jumlah trofi, tetapi juga bagaimana ia mengubah cara sepak bola dimainkan di Inggris.
Dan ketika hari perpisahan itu benar-benar tiba, Manchester City tahu mereka tidak hanya kehilangan seorang pelatih, tetapi sosok yang membentuk era paling sukses dalam sejarah klub.