JawaPos.com - Bintang sepak bola Brasil Neymar tampak emosi kepada wasit dalam laga Serie A Brasil ketika Santos melawan Coritiba pada Minggu (17/5). Peristiwa itu berawal dari kesalahan administratif wasit yang berdampak langsung pada Neymar.
Saat itu, Neymar tengah berada di luar lapangan untuk mendapatkan perawatan, tetapi wasit secara keliru justru menganggapnya sebagai pemain yang diganti.
Awalnya, Santos berniat menarik keluar Gonzalo Escobar dan memasukkan Robinho Jr pada babak kedua. Namun, ofisial pertandingan justru mengangkat papan nomor 10 (nomor punggung Neymar) sehingga Neymar dianggap telah ditarik keluar.
Baca Juga: Carlo Ancelotti Umumkan Skuad Awal Brasil untuk Piala Dunia 2026, Neymar dan Vinicius Masuk
Pada menit ke-67, Neymar yang mencoba kembali ke lapangan justru mendapat kartu kuning. Neymar akhirnya dipaksa meninggalkan pertandingan dalam situasi yang membingungkan.
Sebagai bentuk protes, Neymar terlihat mengambil kertas informasi pergantian pemain dan menunjukkannya ke arah kamera sambil memberi isyarat bahwa telah terjadi kesalahan. Neymar tampak frustrasi atas keputusan yang merugikan dirinya dan tim. Hingga akhir laga, Santos bahkan tidak berhasil mencetak satu gol pun dan harus menelan kekalahan 0-3 dari Coritiba.
Sementara itu, pihak wasit memiliki versi tersendiri terkait insiden yang terjadi. Sebagaimana tercantum dalam laporan resmi pertandingan yang dilansir dari MARCA, kesalahan bermula dari komunikasi yang tidak akurat dari kubu Santos.
Baca Juga: Neymar Masuk Radar Timnas Brasil untuk Piala Dunia 2026, Davide Ancelotti Bicara Soal Kondisinya
Disebutkan bahwa pada beberapa menit sebelum insiden terjadi, wasit keempat Bruno Mota Correia menerima informasi secara lisan dari asisten pelatih Santos Carlos Cesar Sampaio Campos terkait adanya pergantian pemain.
Dalam komunikasi tersebut, disebutkan bahwa pemain yang akan ditarik keluar ialah nomor 10, yakni Neymar yang saat itu memang sedang berada di luar lapangan untuk mendapatkan perawatan medis. Berdasarkan informasi tersebut, ofisial pertandingan kemudian menindaklanjuti proses pergantian sesuai prosedur.
Namun, setelah pergantian dilakukan, pihak staf teknis Santos justru menyerahkan formulir pergantian pemain dengan nomor yang berbeda dari yang sebelumnya disampaikan secara lisan dan gestur.
Hal itulah yang memicu kebingungan di lapangan. Tidak lama kemudian, wasit keempat langsung didatangi oleh perwakilan tim pelatih Santos yang memprotes keputusan itu dengan alasan terjadi kesalahan dalam penomoran pemain.
Insiden yang melibatkan Neymar itu terjadi hanya 24 jam sebelum pelatih Brasil Carlo Ancelotti mengumumkan skuad final untuk Piala Dunia 2026. Neymar yang saat ini berusia 34 tahun dan telah mencatatkan 124 penampilan bersama tim nasional, sebelumnya sempat tidak masuk skuad pada Maret 2026.
Namun, pekan lalu Neymar kembali dimasukkan ke dalam daftar sementara 55 pemain yang akan dipangkas menjadi 26 nama final. Sementara itu, Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva turut mengungkap bahwa dirinya sempat berdiskusi langsung dengan Ancelotti mengenai peluang Neymar masuk skuad Piala Dunia.
“Saya sempat berbicara dengan Ancelotti dan dia bertanya kepada saya, apakah menurut Anda Neymar harus dipanggil?” kata Lula da Silva dikutip dari Daily Mail. “Saya menjawab, Lihat, Ancelotti, jika dia fit secara fisik, dia punya kemampuan sepak bola. Yang perlu saya tahu adalah apakah dia benar-benar menginginkannya,” tambah Lula da Silva.
Baca Juga: Neymar Minta Maaf Usai Tampar Robinho Junior: Saya Sudah Melewati Batas!
Di sisi lain, Ancelotti mengaku bahwa keputusan memasukkan Neymar bukan hal yang mudah. Ancelotti menilai Neymar masih memiliki kualitas besar, tetapi juga dihadapkan pada sejumlah kendala. “Ketika Anda harus memilih, Anda perlu mempertimbangkan banyak hal. Neymar merupakan pemain penting bagi negara ini karena bakat yang selalu ia tunjukkan,” ujar Ancelotti.
“Namun, dia sempat mengalami masalah dan sedang bekerja keras untuk pulih. Belakangan ini dia banyak berkembang dan kembali bermain secara reguler. Tentu saja, ini bukan keputusan yang mudah. Kami harus menimbang kelebihan dan kekurangannya dengan sangat hati-hati,” kata Ancelotti.