JawaPos.com - Cremonese menang dengan skor tipis 1-0 atas Udinese dalam pekan ke-37 Serie A yang berlangsung di Stadio Friuli, Udine, Senin (18/5). Sejak peluit awal dibunyikan, Cremonese langsung tampil agresif dan berhasil membuka keunggulan.
Saat laga baru berjalan sembilan menit, Jamie Vardy sukses mencetak gol lewat sepakan dari dalam kotak penalti yang gagal dihalau kiper Udinese Maduka Okoye. Dilansir dari ESPN, Udinese pun mencoba merespons dengan meningkatkan intensitas serangan.
Beberapa peluang sempat tercipta, termasuk sundulan Keinan Davis pada menit ke-44 tetapi masih mampu diamankan kiper Cremonese Emil Audero. Hingga babak pertama berakhir, Cremonese tetap unggul 1-0.
Baca Juga: Mantan Bintang Arsenal Sebut Alasan Kenapa Xabi Alonso Lebih Baik Dibandingkan Mikel Arteta
Memasuki babak kedua, Udinese terus menekan demi mencari gol penyeimbang kedudukan. Sejumlah peluang emas tercipta, termasuk upaya Oumar Solet dan Nicolo Bertola di menit-menit akhir pertandingan.
Namun, performa apik Emil Audero di bawah mistar gawang Cremonese membuat seluruh peluang itu gagal berbuah gol. Hingga laga berakhir, upaya Udinese tidak berhasil dan gol tetap bertahan 1-0.
Usai pertandingan, kiper asal Indonesia Emil Audero mengaku timnya tampil solid meski hasil itu tetap menyisakan rasa campur aduk. Audero menilai kemenangan itu belum sepenuhnya memberikan kepuasan karena situasi Cremonese di papan klasemen masih belum sepenuhnya aman.
Baca Juga: Kapan Pertandingan Pertama Xabi Alonso Bersama Chelsea?
”Kami menjalani pertandingan yang meyakinkan dari banyak aspek. Jelas terasa pahit karena kemenangan ini tidak memiliki rasa yang seharusnya dimiliki sebuah kemenangan, sepak bola memberi dan mengambil,” ujar Audero dikutip dari situs resmi Cremonese.
Audero juga menambahkan bahwa tim tetap fokus pada target utama meski nasib mereka tidak sepenuhnya berada di tangan sendiri.
”Yang terpenting adalah menang dan menunjukkan karakter yang kuat. Di ruang ganti kami kecewa, tetapi kami sadar telah melakukan apa yang harus dilakukan. Semuanya masih belum pasti,” lanjut Emil Audero.
Terkait laga terakhir musim ini melawan Como, Audero menegaskan bahwa Cremonese harus tetap optimis meski lawan sangat kuat.
”Lawan yang akan kita hadapi sangat kuat dan telah menunjukkan permainan terbaiknya musim ini. Kita tahu kualitas mereka, tetapi pertandingan bisa berjalan berbeda dari yang diharapkan,” kata Emil Audero.
Sementara itu, terkait kemenangan Lecce di laga lain melawan Sassuolo, Pelatih Cremonese Marco Giampaolo menyampaikan bahwa ia hanya fokus pada permainan timnya.
Baca Juga: 4 Masalah Besar yang Menunggu Xabi Alonso Setelah Menjadi Manajer Chelsea
”Tim berhasil mempertahankan skor dengan tekad dan semangat, dan kami membawa pulang kemenangan yang bukan merupakan kepastian. Jika Lecce menang, mereka pantas mendapatkannya, kami hanya bisa memainkan permainan kami sendiri,” kata Giampaolo.
Cremonese harus memenangkan pertandingan terakhir mereka jika ingin selamat dari zona degradasi. Cremonese saat ini menempati posisi ke-18 klasemen, selisih satu poin dengan Lecce yang berada satu tingkat di posisi aman setelah tumbangkan Sassuolo. Sementara itu, kekalahan Udinese masih menempatkan mereka di posisi kesepuluh klasemen dengan perolehan 50 poin.