← Beranda
3 Alasan di Balik Pernyataan Kylian Mbappe kepada Arbeloa Soal 'Striker Pilihan Keempat'
M Shofyan Dwi KurniawanSabtu, 16 Mei 2026 | 23.02 WIB
Kylian Mbappe (Bein Sports)

 

JawaPos.com - Real Madrid terus menjadi pusat perhatian dalam dua pekan terakhir, dan Kylian Mbappe kembali membuat suasana di Santiago Bernabeu makin panas.

Usai kemenangan atas Real Oviedo pada Kamis malam, Mbappe secara terbuka mempertanyakan keputusan pelatih Alvaro Arbeloa. Sang striker bahkan mengklaim dirinya disebut sebagai “penyerang keempat dalam skuad”.

Pernyataan itu langsung memicu kehebohan besar di media Spanyol. Apalagi, Arbeloa dengan cepat membantah pernah mengatakan hal tersebut.

Mbappe sendiri masuk sebagai pemain pengganti pada 22 menit terakhir laga setelah absen dalam dua pertandingan sebelumnya karena cedera. Namun alih-alih mendapat sambutan hangat, ia justru disambut siulan dan cemoohan dari sebagian fans Madrid di Bernabéu.

Yang paling mengejutkan, Mbappé kemudian mendatangi zona wawancara dan berbicara selama tujuh menit kepada media, sesuatu yang disebut melanggar kebiasaan internal Real Madrid setelah pertandingan.

Baca Juga: Kylian Mbappe Lebih Nyaman Dilatih Xabi Alonso Ketimbang Arbeloa?

Mbappe Mulai Pertanyakan Cara Arbeloa Melatih

Dalam wawancara tersebut, Mbappé sebenarnya mencoba terdengar tenang. Ia mengaku tidak memiliki masalah pribadi dengan Arbeloa. Namun di balik kalimat diplomatisnya, ada kritik yang terasa cukup jelas.

“Kami memulai musim dengan baik, di La Liga, di Liga Champions… tetapi kami kehilangannya di babak kedua. Dan itu sangat menyakitkan, karena saya merasa kami memiliki gaya bermain yang terstruktur dan kami membiarkannya lepas kendali.”

Kalimat itu dianggap banyak pihak sebagai sindiran langsung terhadap cara Arbeloa mengelola tim sejak mengambil alih kursi pelatih.

Baca Juga: Kylian Mbappe Playing Victim! Merasa jadi Pilihan Keempat Arbeloa, Anggap Wajar Dicemooh sebagai Pemain Bintang Real Madrid

Tiga Hal yang Membuat Mbappé Akhirnya Meledak

Melansir Football Espana, ada tiga faktor utama yang membuat Mbappé akhirnya meluapkan kekesalannya secara terbuka.

1. Dicadangkan di El Clasico

Masalah pertama muncul setelah Mbappé pulih dari cedera. Ia disebut sangat ingin tampil sebagai starter di El Clasico melawan Barcelona.

Namun, ia justru mendapat kabar bahwa dirinya akan memulai laga dari bangku cadangan.

Situasi itu membuat Mbappé frustrasi. Bahkan, setelah mengetahui keputusan tersebut, ia dikabarkan kembali mengeluhkan rasa sakit di kakinya kepada tim medis.

Bagi pemain sebesar Mbappé, kehilangan peran utama di laga sebesar El Clasico jelas bukan hal mudah diterima.

2. Sindiran Arbeloa Soal “Pemain Berjas”

Faktor kedua datang dari komentar Arbeloa beberapa waktu lalu usai kemenangan atas Espanyol. Saat itu, sang pelatih mengatakan:

“Real Madrid dibangun dengan pemain yang berlumuran lumpur dan keringat, tanpa ego, bukan pemain yang mengenakan jas merokok.”

Meski tidak menyebut nama secara langsung, komentar itu diyakini ditujukan kepada Mbappé.

Ucapan tersebut kabarnya membuat hubungan keduanya semakin dingin. Mbappé merasa sikap dan profesionalismenya mulai dipertanyakan secara terbuka oleh pelatih sendiri.

3. Merasa “Dikorbankan” di Bernabeu

Puncak kekesalan Mbappé terjadi saat laga melawan Oviedo. Menurut laporan yang beredar, Mbappé merasa Arbeloa sengaja memasukkannya sendirian ke lapangan agar menjadi sasaran reaksi negatif suporter Bernabéu.

Ia disebut berharap masuk bersamaan dengan Jude Bellingham dan Dani Carvajal beberapa menit sebelumnya, sehingga atmosfer stadion bisa lebih netral.

Namun kenyataannya, Mbappé masuk sendirian dan langsung mendapat siulan keras dari tribune penonton.

Hal itu dianggap oleh sang pemain sebagai bentuk “ekspos sengaja” dari pelatih terhadap dirinya.

Baca Juga: 6 Klub yang Bisa Jadi Tujuan Baru Kylian Mbappe Jika Tinggalkan Real Madrid

Situasi di Madrid Mulai Sulit Dikendalikan

Terlepas dari benar atau tidaknya semua tuduhan tersebut, satu hal mulai terlihat jelas: hubungan Mbappé dan Arbeloa sedang berada di titik yang tidak nyaman.

Ruang ganti Real Madrid kini dipenuhi spekulasi, sementara para fans mulai terbelah dalam menyikapi situasi sang superstar Prancis.

Dan dengan rumor pergantian pelatih yang terus beredar, drama di Bernabeu tampaknya masih jauh dari kata selesai.

EDITOR: Banu Adikara