JawaPos.com - Situasi menjelang akhir musim Serie A 2025/2026 berubah menjadi penuh kekacauan. Penentuan jadwal pekan ke-37 Liga Italia justru memunculkan polemik besar yang melibatkan klub, otoritas keamanan, hingga federasi tenis Italia.
Lima pertandingan penting yang menentukan perebutan tiket Liga Champions diputuskan berlangsung serentak pada Minggu (17/5/2026). Namun keputusan tersebut ternyata memicu berbagai masalah baru, terutama terkait laga Derby della Capitale antara AS Roma melawan Lazio.
Pertandingan panas di Stadion Olimpico itu berbenturan dengan final tunggal putra Italian Open yang juga digelar di kawasan Foro Italico, Roma.
Kedekatan lokasi dua agenda olahraga besar tersebut membuat aparat keamanan khawatir akan terjadi penumpukan massa dalam jumlah besar.
Baca Juga: Jadwal Serie A 17-18 Mei 2026: Derby Roma hingga Juventus vs Fiorentina
Ribuan pendukung sepak bola diperkirakan memadati area Olimpico pada waktu hampir bersamaan dengan kedatangan penonton final tenis.
Situasi itu dianggap berisiko tinggi terhadap keamanan dan mobilitas publik di ibu kota Italia.
Polemik semakin membesar karena keputusan jadwal Serie A baru dipastikan setelah melalui perdebatan panjang selama beberapa hari terakhir.
Otoritas liga bersama pemerintah daerah akhirnya menyepakati lima pertandingan dimainkan secara bersamaan demi menjaga integritas kompetisi.
Baca Juga: Prediksi Aston Villa vs Liverpool 16 Mei 2026: Laga Hidup Mati Menuju Liga Champions
Lima laga yang dimaksud melibatkan klub-klub yang masih bersaing di papan atas. Pertandingan tersebut adalah Roma vs Lazio, Juventus vs Fiorentina, Genoa vs AC Milan, Como vs Parma, dan Pisa vs Napoli.
Serie A memilih memainkan pertandingan pada jam yang sama agar tidak ada klub yang mendapat keuntungan dari hasil pertandingan lain lebih dulu. Langkah ini umum dilakukan pada pekan-pekan terakhir kompetisi Eropa ketika perebutan posisi klasemen masih sangat ketat.Namun keputusan tersebut ternyata tidak memuaskan semua pihak.
Pusat perhatian langsung tertuju pada Derby Roma. Selain faktor rivalitas tinggi antar suporter, laga ini juga dikenal memiliki tingkat risiko keamanan yang besar.
Ketika pertandingan dipastikan berlangsung di hari yang sama dengan final Italian Open, aparat keamanan mulai menyuarakan kekhawatiran.
Otoritas keamanan setempat sempat mengusulkan agar laga Roma kontra Lazio dipindahkan ke hari Senin demi mengurangi kepadatan di kawasan Foro Italico.
Akan tetapi rencana itu juga menemui kendala baru karena pada hari yang sama direncanakan terjadi aksi mogok transportasi umum di Roma.
Baca Juga: Jadwal Lengkap Live Liga Inggris Pekan Ini: Persaingan Juara Makin Panas!
Kondisi tersebut membuat pilihan jadwal semakin terbatas. Jika dipindah ke Senin, distribusi suporter dan mobilitas masyarakat dikhawatirkan justru menjadi lebih sulit karena minimnya layanan transportasi publik.
Di sisi lain, opsi memainkan laga lebih awal pada Sabtu juga dianggap tidak ideal. Lazio baru saja menjalani final Coppa Italia menghadapi Inter Milan pada Rabu malam sehingga waktu pemulihan pemain dinilai terlalu singkat.
Situasi makin panas setelah pelatih Lazio, Maurizio Sarri, dikabarkan keberatan dengan jadwal yang dipilih operator liga. Sarri bahkan disebut sempat mengancam tidak akan hadir apabila timnya dipaksa bermain pada jadwal tertentu yang dianggap merugikan kondisi fisik pemain.
Baca Juga: Perburuan Gelar Makin Seru! Jadwal Lengkap BRI Super League 15-17 Mei 2026
Sikap keras Sarri menjadi bukti bahwa polemik jadwal Serie A kali ini bukan sekadar persoalan teknis biasa. Klub-klub mulai merasa kepentingan mereka kurang diperhatikan dalam proses pengambilan keputusan.
Menariknya, AS Roma justru mengambil posisi berbeda. Manajemen klub mendukung keinginan suporter yang meminta pertandingan tetap digelar pada hari Minggu sesuai jadwal awal.
Di tengah kekacauan itu, muncul pula konflik dengan Federasi Tenis Italia. Lega Serie A sempat berharap jadwal final Italian Open bisa sedikit digeser demi mengurangi risiko bentrok massa.
Namun permintaan tersebut langsung ditolak tegas. Presiden Federasi Tenis Italia, Angelo Binaghi, bahkan melontarkan kritik keras terhadap penyelenggara Serie A.
Ia menegaskan bahwa turnamen ATP memiliki aturan internasional yang tidak bisa diubah sesuka hati.
Menurut Binaghi, penyelenggara tenis tidak mungkin menggeser agenda hanya karena kesalahan penyusunan kalender sepak bola. Ia juga menyindir operator Serie A yang dianggap tidak melakukan perencanaan matang sejak awal musim.
Komentar keras tersebut langsung menjadi sorotan media Italia. Banyak pihak menilai koordinasi antar penyelenggara olahraga di Italia memang masih sering bermasalah, terutama ketika memasuki periode krusial di akhir musim.
Kondisi ini semakin memperlihatkan betapa kompleksnya pengaturan jadwal kompetisi modern. Tidak hanya mempertimbangkan kepentingan klub dan siaran televisi, operator liga juga harus memikirkan keamanan kota, agenda olahraga lain, hingga kondisi transportasi publik.
Bagi Serie A, polemik ini menjadi ujian besar menjelang penutupan musim. Persaingan menuju Liga Champions masih berlangsung sengit dan setiap keputusan jadwal bisa memengaruhi tensi kompetisi.
Di papan klasemen, beberapa klub masih saling sikut demi mengamankan posisi empat besar. Juventus, Roma, Lazio, Milan, hingga Napoli sama-sama membutuhkan kemenangan pada pekan ke-37.
Karena itu, atmosfer pertandingan dipastikan tetap panas meski di luar lapangan kontroversi jadwal terus bergulir. Derby Roma sendiri diprediksi menjadi pusat perhatian karena rivalitas tinggi kedua tim dan tekanan besar yang mengiringi laga tersebut.
Kini publik Italia hanya bisa berharap seluruh pertandingan berjalan aman tanpa insiden besar. Sebab jika situasi semakin memanas, polemik jadwal Serie A musim ini bisa dikenang sebagai salah satu yang paling kacau dalam beberapa tahun terakhir.