JawaPos.com - Pep Guardiola kembali mencuri perhatian usai Manchester City meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Crystal Palace pada Rabu malam.
Bukan hanya karena hasil di atas lapangan, tetapi juga karena momen menarik setelah laga ketika Guardiola terlihat berbicara langsung dengan beberapa pemain Palace.
Manchester City tampil dominan sepanjang pertandingan di Etihad Stadium. Gol-gol dari Antoine Semenyo, Omar Marmoush, dan Savinho memastikan tiga poin penting bagi The Citizens dalam persaingan gelar Liga Inggris musim ini.
Baca Juga: Pep Guardiola Sebut Manchester City Siap Siaga Merebut Posisi Puncak dari Arsenal
Kemenangan tersebut membuat jarak City dengan Arsenal di puncak klasemen kembali menipis menjadi dua poin. Dengan musim yang tinggal menyisakan dua pertandingan, tekanan dalam perebutan gelar kini semakin terasa.
Menariknya, Arsenal masih harus menghadapi Crystal Palace di laga terakhir musim ini di Selhurst Park. Situasi itu membuat banyak pihak mulai berspekulasi bahwa City tentu berharap Palace bisa memberikan kejutan dan menghambat langkah The Gunners menuju gelar juara.
Melansir Mirror, usai pertandingan, kamera televisi sempat menangkap Guardiola berbincang santai dengan beberapa pemain Palace seperti Jefferson Lerma, Maxence Lacroix, dan Adam Wharton.
Baca Juga: Manchester City Lumpuhkan Crystal Palace 3-0, Pep Guardiola Pilih Fokus ke Final Piala FA
Momen itu bahkan memancing candaan dari komentator yang menyebut Guardiola seolah sedang memberi “pesan khusus” menjelang pertandingan Palace melawan Arsenal.
Sepanjang laga, Guardiola sendiri terlihat cukup santai di pinggir lapangan. Ia beberapa kali tersenyum dan menikmati jalannya pertandingan. Namun di balik ekspresi tenangnya, tekanan perebutan gelar jelas masih membayangi Manchester City.
Di sisi lain, Crystal Palace sebelumnya sempat dikabarkan bakal melakukan rotasi besar di sisa musim demi fokus menghadapi final Liga Europa Conference pada akhir Mei. Meski begitu, pelatih Oliver Glasner menegaskan timnya tetap akan bersikap profesional.
Baca Juga: Pep Guardiola Buka Suara Soal Masa Depan Nathan Ake di Manchester City
Glasner mengatakan: “Sejujurnya, jika seseorang mengkritik saya, itu tidak masuk akal. Ini baru pertandingan terakhir, tetapi ada 37 pertandingan yang dimainkan sebelumnya. Itu berarti jika tim lain pada pertandingan ke-25 melakukan rotasi melawan City atau Arsenal, mereka juga akan memengaruhi persaingan perebutan gelar.”
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa Palace tetap akan tampil serius saat menghadapi Arsenal nanti, terlepas dari situasi klasemen maupun agenda final Eropa yang menanti mereka.
Sementara itu, City juga belum punya banyak waktu untuk menikmati kemenangan ini. Fokus mereka kini langsung beralih ke final Piala FA menghadapi Chelsea di Wembley akhir pekan nanti. Setelah itu, mereka masih harus menjalani dua laga berat melawan Bournemouth dan Aston Villa di Liga Inggris.
Guardiola pun mengakui bahwa nasib juara kini masih berada di tangan Arsenal.
"Itu tergantung pada mereka [Arsenal]. Jika mereka memenangkan dua pertandingan, tidak ada yang perlu dilakukan, tidak ada yang perlu dibicarakan," katanya.
Baca Juga: Pep Guardiola Buka Suara Tentang Perburuan Gelar dengan Arsenal: Fokus Menangkan Pertandingan
"Yang bisa kita lakukan hanyalah berjaga-jaga. Dua pertandingan terakhir sangat sulit. Dan yang bisa kita lakukan sekarang hanyalah tidur secepat mungkin dan mempersiapkan diri untuk Piala FA. Itulah yang harus kita lakukan."
"Tapi ini bukan hanya final Piala FA, ada pertandingan melawan Bournemouth tiga hari setelahnya. Jadi, mereka [para pemain] akan berada di rumah bersama istri dan anak-anak, jadi kelelahan, kelelahan."
Situasi musim ini juga menghadirkan tantangan yang cukup asing bagi Guardiola. Setelah Liverpool keluar sebagai juara musim lalu, Manchester City kini berpotensi gagal memenangkan Liga Inggris dalam dua musim beruntun.
Jika itu benar-benar terjadi, maka obrolan singkat Guardiola dengan para pemain Crystal Palace bisa saja dikenang sebagai salah satu momen kecil paling menarik dalam drama akhir musim yang penuh tekanan ini.