JawaPos.com - Carlo Ancelotti memberikan dukungan terbuka terhadap kemungkinan kembalinya Jose Mourinho ke Real Madrid. Dalam wawancara terbarunya, pelatih asal Italia itu juga membela mentalitas para pemain Madrid yang belakangan sering mendapat kritik.
Kini menangani tim nasional Brasil, Ancelotti berbicara mengenai banyak hal terkait masa baktinya di Santiago Bernabeu, termasuk soal isu ruang ganti Real Madrid yang disebut-sebut sulit dikendalikan.
Melansir The Athletic, menurut Ancelotti, anggapan bahwa para pemain Madrid bertindak sesuka hati sama sekali tidak benar.
“Hal itu menimbulkan kesan bahwa para pemain Real Madrid melakukan apa pun yang mereka inginkan. Itu tidak benar. Itu omong kosong belaka. Itu tidak benar!”
Ia menjelaskan bahwa hubungan antara pelatih dan pemain di Madrid justru dibangun lewat komunikasi dan diskusi, bukan dengan pendekatan otoriter.
“Para pemain… ketika saya berada di sana, saya punya ide, dan saya mencoba mendiskusikannya dengan mereka untuk melihat apakah mereka setuju atau tidak. Kami bahkan melakukan itu di final Liga Champions.”
Baca Juga: Jadwal Serie A 17-18 Mei 2026: Derby Roma hingga Juventus vs Fiorentina
Cara Ancelotti Mengelola Ruang Ganti Madrid
Ancelotti memang dikenal sebagai pelatih yang dekat dengan pemain. Dalam penjelasannya, ia menyebut bahwa strategi tim selalu dibangun bersama skuad agar seluruh pemain merasa terlibat penuh.
“Ketika saya punya ide, pemain harus menjadi bagian darinya. Saya tidak ingin memaksakan strategi. Tapi itu bukan berarti kami tidak punya strategi.”
Ia juga menepis kritik yang menyebut Real Madrid bermain tanpa arah taktik yang jelas selama beberapa musim terakhir.
“Kami memiliki strategi, dan strategi yang solid, karena kami memenangkan dua Liga Champions dalam empat tahun, dan para pemain sangat fokus untuk mengikuti strategi tersebut dan berpegang teguh pada rencana.
“Anggapan bahwa Real Madrid tidak ingin mengikuti strategi itu tidak benar.”
Komentar itu muncul di tengah berbagai rumor mengenai kondisi internal Madrid musim ini yang disebut kurang harmonis dibanding era sebelumnya.
Kehilangan Sosok Senior Jadi Masalah Besar
Ancelotti juga mengakui bahwa Real Madrid saat ini sedang memasuki masa transisi setelah kehilangan banyak pemain senior yang selama bertahun-tahun menjadi fondasi tim.
Nama-nama seperti Casemiro, Toni Kroos, Luka Modric, Karim Benzema, hingga Nacho Fernandez disebutnya punya pengaruh besar, bukan hanya di lapangan tetapi juga dalam menjaga atmosfer ruang ganti.
“Kesulitan Real Madrid… generasi pemain yang lebih tua perlu membangun kembali tim. Dalam beberapa tahun terakhir, Real Madrid telah kehilangan beberapa pemain yang sangat penting: Casemiro, Kroos, Modric, Benzema, dan Nacho.”
“Atmosfer dalam skuad itu penting. Itu berasal dari para pemain ini, yang memiliki lebih banyak karakter, lebih banyak kepribadian, dan lebih banyak kepemimpinan.”
Menurutnya, proses membangun ulang karakter tim memang tidak bisa instan.
“Real Madrid membutuhkan waktu untuk membangun kembali atmosfer di dalam skuad, yang sebelumnya membawa mereka begitu banyak kesuksesan.”
Baca Juga: Waduh! PSG Kehilangan Enam Pemain karena Cedera Jelang Kontra Arsenal di Final Liga Champions
Mourinho Dinilai Cocok untuk Madrid
Di akhir wawancara, Ancelotti juga memberi komentar menarik soal Jose Mourinho yang belakangan kembali dikaitkan dengan kursi pelatih Real Madrid.
Mourinho memang terus disebut sebagai salah satu kandidat potensial untuk kembali ke Bernabeu musim depan. Dan bagi Ancelotti, pelatih asal Portugal itu masih punya kapasitas besar untuk sukses di Madrid.
“Saya sangat senang dia kembali ke Real Madrid. Dia bisa melakukan pekerjaan yang fantastis, seperti yang selalu dia lakukan di setiap klub tempat dia berada,” tambahnya.
Pernyataan itu tentu langsung memanaskan spekulasi soal masa depan kursi pelatih Real Madrid. Apalagi, Mourinho masih menjadi salah satu figur paling berpengaruh dalam sejarah modern klub, meski masa kepelatihannya dulu penuh drama dan tekanan tinggi.
Kini, pertanyaannya tinggal satu: apakah Mourinho benar-benar akan mendapat kesempatan untuk kembali memimpin Los Blancos?