← Beranda
PSG Menerapkan Latihan Ekstrem demi Membendung Skema Bola Mati Arsenal
M Shofyan Dwi KurniawanKamis, 14 Mei 2026 | 23.29 WIB
Pelatih Luis Enrique puji laga sengit PSG melawan Bayern Munchen. (@LigadeCampeones/X)
 
 

 

JawaPos.com - Paris Saint-Germain tampaknya benar-benar serius mempersiapkan diri menghadapi Arsenal di final Liga Champions musim ini. Bahkan, klub asal Prancis itu disebut menerapkan metode latihan ekstrem demi mengatasi salah satu senjata paling mematikan milik The Gunners: bola mati.

PSG dan Arsenal akan saling berhadapan di final Liga Champions yang digelar di Puskas Arena, Budapest, pada 30 Mei mendatang. Kedua tim datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah melewati semifinal yang dramatis.

PSG memastikan tiket final usai menyingkirkan Bayern Munchen dengan agregat 6-5, sementara Arsenal sukses mengalahkan Atletico Madrid 2-1 untuk mencapai final Eropa pertama mereka dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Waduh! PSG Kehilangan Enam Pemain karena Cedera Jelang Kontra Arsenal di Final Liga Champions

Melansir Give Me Sport, jelang pertandingan besar tersebut, fokus utama PSG tampaknya tertuju pada kemampuan bola mati Arsenal yang musim ini menjadi salah satu kekuatan terbesar tim asuhan Mikel Arteta.

Kehebatan Arsenal dalam memaksimalkan tendangan sudut dan situasi bola mati memang sudah menjadi sorotan sepanjang musim. Banyak pertandingan penting mereka dimenangkan lewat skema yang terorganisir, agresif, dan sangat sulit diantisipasi lawan.

PSG dikabarkan mulai menjalani latihan ekstrem ala rugby untuk mengantisipasi ancaman bola mati Arsenal jelang final Liga Champions di Budapest. (Instagram/@idplaytime)
PSG dikabarkan mulai menjalani latihan ekstrem ala rugby untuk mengantisipasi ancaman bola mati Arsenal jelang final Liga Champions di Budapest. (Instagram/@idplaytime)

 

Tak ingin kecolongan, PSG mulai menyiapkan metode latihan yang cukup unik.

Menurut bocoran rekaman latihan yang diperoleh media Prancis, PSG menggunakan teknik latihan ala rugby untuk membantu para penjaga gawang menghadapi duel fisik yang biasa dilakukan pemain Arsenal saat situasi sepak pojok maupun tendangan bebas.

Dalam video tersebut, para kiper PSG terlihat menggunakan bantalan pelindung benturan rugby selama sesi latihan.

Baca Juga: Barcelona Diuntungkan Usai PSG Mundur dari Transfer Julian Alvarez, Harga Tembus Rp1,7 Triliun!

Matvei Safonov, yang tampil di kedua laga semifinal melawan Bayern Munich, tampak mendorong rekan-rekan sesama kiper ketika mereka berusaha menangkap crossing dan menghalau bola di area padat pemain.

Metode itu dirancang untuk mensimulasikan tekanan fisik yang kemungkinan akan diberikan Arsenal di kotak penalti nanti.

Langkah PSG ini tidak lepas dari penampilan Arsenal dalam kemenangan kontroversial 1-0 atas West Ham United beberapa waktu lalu. Dalam laga tersebut, permainan fisik Arsenal saat situasi bola mati kembali menjadi bahan perdebatan.

PSG tampaknya sadar bahwa mereka harus meningkatkan agresivitas dan ketahanan fisik jika tidak ingin kewalahan menghadapi pola permainan Arsenal.

Baca Juga: Prediksi Final Liga Champions 2026: Arsenal Punya Celah Besar untuk Tumbangkan PSG

Meski begitu, sejumlah pengamat tetap menilai Arsenal memiliki keuntungan besar dalam duel ini.

Mantan bek Manchester United, Rio Ferdinand, bahkan secara terbuka menjagokan Arsenal untuk memenangkan final Liga Champions karena kekuatan bola mati mereka.

Menurut Ferdinand, PSG terlihat sangat rapuh ketika menghadapi situasi bola mati saat melawan Bayern Munich di semifinal.

"Tapi mereka terlihat tidak nyaman saat menghadapi bola mati. Bahkan Bayern Munich, yang tidak terlalu bagus dalam bola mati, mereka membuat lawan terlihat tidak nyaman dan saya telah melihatnya berkali-kali musim ini," kata Ferdinand.

"Mereka adalah tim terbaik di Premier League dalam hal bola mati dan jika mereka mendapatkan bola mati, tendangan bebas, dan sepak pojok, mereka akan menyebabkan kekacauan besar melawan tim PSG yang kecil itu."

Baca Juga: Gary Neville Soal Juara Liga Champions: PSG Lebih Unggul Tapi Arsenal Punya Sesuatu untuk Menang!

Ferdinand juga menilai secara fisik PSG akan kesulitan menghadapi intensitas Arsenal di area kotak penalti.

"Secara fisik, dalam situasi bola mati, PSG tidak bisa bersaing dengan Arsenal dan jika Arsenal mendapatkan penguasaan bola dan tendangan bebas di sekitar kotak penalti, atau bahkan di garis tengah lapangan, mereka akan menimbulkan kerusakan."

Final nanti pun diperkirakan akan menjadi pertarungan menarik antara dua filosofi berbeda.

PSG mengandalkan teknik, kecepatan, dan penguasaan bola khas Luis Enrique. Sementara Arsenal datang dengan kombinasi pressing agresif, permainan direct, dan senjata bola mati yang musim ini terbukti sangat efektif.

Dan melihat cara PSG mulai berlatih dengan metode ekstrem ala rugby, jelas bahwa mereka memahami betapa berbahayanya ancaman Arsenal dari situasi set-piece.

EDITOR: Edi Yulianto