JawaPos.com - Laga semifinal leg kedua Championship antara Middlesbrough dan Southampton diwarnai kontroversi serius di luar pertandingan. Manajer Middlesbrough Kim Hellberg melontarkan kritik tajam terhadap Southampton terkait dugaan praktik spionase yang mencoreng integritas kompetisi.
Kasus itu mencuat setelah seorang staf Southampton diduga mencoba merekam sesi latihan Middlesbrough pada pekan lalu. Tindakan tersebut berujung pada dakwaan pelanggaran regulasi oleh English Football League (EFL) terhadap klub asal pantai selatan Inggris itu.
Meskipun demikian, Southampton tetap berhasil melangkah ke final usai menaklukkan Middlesbrough dengan skor 2-1 lewat gol Shea Charles di babak perpanjangan waktu pada Rabu (13/5). Kemenangan itu memastikan Southampton tampil di Wembley Stadium menghadapi Hull City dalam laga penentu promosi ke Premier League.
Baca Juga: Pelatih Persik Sebut Laga Melawan Persija Akan Sangat Istimewa
Usai pertandingan, Hellberg mengungkapkan kekecewaan mendalam dan menyebut praktik yang dilakukan pihak lawan bertentangan dengan nilai-nilai yang dipegangnya selama berkarir sebagai pelatih.
”Saya telah bekerja selama 15 tahun sebagai pelatih demi mencapai Premier League. Itu adalah impian saya,” ujar Hellberg dikutip dari ESPN.
Hellberg menambahkan, meskipun timnya memiliki keterbatasan dibandingkan klub-klub dengan sumber daya lebih besar, Middlesbrough selalu mengandalkan kekuatan taktik untuk bersaing secara adil.
”Jika kami tidak menangkap orang yang mereka kirim untuk memata-matai latihan kami, mungkin orang akan menganggap kemenangan mereka murni karena taktik. Tapi saya akan pulang dengan perasaan gagal,” lanjut Kim Hellberg.
Baca Juga: Persebaya Surabaya Sulit Menang di Stadion Agus Salim Jelang Lawan Semen Padang
Hellberg juga menyoroti tindakan staf Southampton yang disebutnya sengaja menyamar dan berusaha menghindari deteksi.
”Ketika seseorang memutuskan untuk tidak menganalisis pertandingan secara normal, melainkan mengirim orang untuk merekam latihan dan berharap tidak ketahuan, itu sangat menyakitkan. Saya pikir itu memalukan dan membuat saya sangat sedih,” ujar Hellberg.
Sementara itu, situasi semakin memanas ketika pelatih Southampton Tonda Eckert memilih meninggalkan konferensi pers pasca pertandingan. Keputusan itu diambil setelah Eckert mendapat pertanyaan langsung dari media yang menyinggung apakah dirinya terlibat dalam tindakan curang.
Kasus itu saat ini masih ditangani Komisi Disiplin Independen EFL yang akan menentukan sanksi terhadap Southampton. Regulasi terkait praktik spionase di liga Inggris telah diperketat sejak insiden serupa yang melibatkan Leeds United pada 2019. Saat itu, Leeds dijatuhi denda berdasar prinsip itikad baik.
Namun, aturan terbaru saat ini secara tegas melarang segala bentuk aktivitas spionase dalam kurun waktu 72 jam sebelum pertandingan. Jika terbukti bersalah, Southampton berpotensi menghadapi konsekuensi serius yang dapat memengaruhi reputasi klub di musim berikutnya.
Baca Juga: Davide Ancelotti Bagikan Kisah Soal Etos Kerja Unik Cristiano Ronaldo