← Beranda
Davide Ancelotti Bagikan Kisah Soal Etos Kerja Unik Cristiano Ronaldo
M Shofyan Dwi KurniawanKamis, 14 Mei 2026 | 00.21 WIB
Megabintang Cristiano Ronaldo. (ig @lejournaldureal)

 

JawaPos.com - Cristiano Ronaldo sudah lama dikenal sebagai salah satu pesepak bola dengan disiplin dan etos kerja paling luar biasa dalam sejarah sepak bola modern. Namun cerita terbaru dari Davide Ancelotti kembali menunjukkan betapa ekstremnya dedikasi sang megabintang terhadap karirnya.

Putra Carlo Ancelotti itu membagikan kisah unik tentang Ronaldo saat keduanya bekerja bersama di Real Madrid. Menurut Davide, bahkan setelah memenangkan Ballon d'Or pun Ronaldo tetap berpikir soal latihan tambahan.

Davide Ancelotti saat ini menjadi asisten pelatih tim nasional Brasil bersama sang ayah. Sebelumnya, dia sudah mengikuti Carlo Ancelotti di berbagai klub besar seperti Real Madrid, Paris Saint-Germain, Bayern Munich, Napoli, hingga Everton.

Baca Juga: Pep Guardiola Buka Suara Tentang Perburuan Gelar dengan Arsenal: Fokus Menangkan Pertandingan

Melansir Football Italia, dalam wawancaranya bersama podcast Triplete milik La Gazzetta dello Sport, Davide berbicara banyak soal pengalaman melatih para pemain top dunia. Dari sekian banyak nama besar yang pernah dia temui, Ronaldo disebut sebagai sosok paling mengesankan dalam urusan profesionalisme dan etos kerja.

Davide kemudian menceritakan momen setelah Ronaldo memenangkan Ballon d'Or 2014. Alih-alih berpesta besar seperti kebanyakan pemain lain, bintang Portugal tersebut justru sangat membatasi dirinya.

”Dia memiliki etos kerja yang unik. Ketika dia memenangkan Ballon d'Or 2014, Cristiano hanya mengizinkan dirinya minum satu gelas sampanye untuk merayakannya,” kenang Davide Ancelotti.

Baca Juga: Blunder Fatal Bikin Cristiano Ronaldo Batal Meraih Gelar Pertama Liga Pro Saudi Bersama Al Nassr

Cerita itu belum berhenti di sana. Yang membuat Davide semakin kagum, Ronaldo bahkan merasa perlu membayar selebrasi kecil tersebut dengan tambahan latihan.

”Kemudian, pada sesi latihan pertama setelah penghargaan itu, dia meminta sesi tambahan untuk menggantinya,” ungkap Davide Ancelotti.

Kisah tersebut semakin memperkuat reputasi Ronaldo sebagai pemain yang selalu terobsesi menjaga kondisi fisik dan performa di level tertinggi. Bagi banyak pemain, memenangkan Ballon d'Or mungkin menjadi alasan sempurna untuk menikmati pesta besar.

Namun bagi Ronaldo, satu gelas sampanye saja sudah dianggap cukup dan bahkan itu pun masih terasa perlu ditebus dengan kerja ekstra di lapangan latihan. Mentalitas seperti itulah yang membuat Ronaldo mampu bertahan di level elite selama bertahun-tahun dan terus bersaing di usia yang tidak lagi muda untuk ukuran pesepak bola profesional.

Tak heran jika banyak pelatih, rekan setim, hingga staf kepelatihan yang pernah bekerja dengannya selalu punya cerita tersendiri tentang dedikasi luar biasa sang legenda Portugal.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah