JawaPos.com - Pep Guardiola kembali melontarkan kritik terhadap VAR, tetapi kali ini ia juga menegaskan bahwa Manchester City tidak boleh menjadikan keputusan wasit sebagai alasan.
Menurut manajer asal Spanyol tersebut, satu-satunya cara agar tim terhindar dari drama dan kontroversi VAR adalah tampil jauh lebih baik dibanding lawan hingga hasil pertandingan tidak lagi bisa diperdebatkan.
Komentar Guardiola muncul setelah kontroversi dalam kemenangan Arsenal atas West Ham kembali memicu perdebatan besar di Premier League.
Dalam laga tersebut, West Ham gagal mendapatkan gol penyeimbang di menit-menit akhir setelah VAR melakukan peninjauan panjang terkait insiden di kotak penalti Arsenal. Keputusan itu berdampak besar, bukan hanya dalam perebutan gelar, tetapi juga persaingan papan bawah.
Melansir Irish Examiner, Guardiola sendiri mengaku Manchester City juga pernah beberapa kali merasa dirugikan oleh keputusan wasit maupun VAR, termasuk dalam dua final Piala FA terakhir.
“Kami kalah di dua final Piala FA karena wasit tidak menjalankan tugas mereka sebagaimana mestinya, bahkan VAR sekalipun.”
Meski begitu, Guardiola menolak terus-menerus menyalahkan perangkat pertandingan. Ia justru meminta timnya melihat ke dalam diri sendiri.
Baca Juga: Liga Premier Jelaskan Keputusan VAR Kontroversial di Laga Tottenham vs Leeds
“Ketika hal ini terjadi, itu karena kita harus berbuat lebih baik, bukan karena wasit atau VAR.”
Pelatih City itu bahkan mengaku dirinya sudah lama tidak benar-benar percaya pada VAR.
“Saya tidak pernah mempercayai apa pun sejak saya tiba di sini sejak lama.”
Guardiola kemudian menjelaskan bahwa menurutnya keputusan VAR sering terasa tidak pasti dan sulit diprediksi.
“Saya selalu belajar bahwa Anda harus melakukannya lebih baik, melakukannya lebih baik, berada dalam posisi untuk melakukannya lebih baik karena Anda menyalahkan diri sendiri atas apa yang harus Anda lakukan, karena (VAR) adalah seperti melempar koin.”
City memang punya beberapa pengalaman pahit terkait keputusan kontroversial. Salah satunya terjadi saat kalah dari Manchester United di final Piala FA dua tahun lalu.
Baca Juga: Laga Kontroversial Arsenal, Para Pundit Sepakat Gol West Ham Memang Pantas Dianulir
Guardiola merasa timnya layak mendapat dua penalti setelah Erling Haaland dilanggar Lisandro Martinez dan Kobbie Mainoo dalam pertandingan tersebut.
Kontroversi lain juga muncul ketika City kalah mengejutkan dari Crystal Palace di final musim lalu. Saat itu, kiper Palace Dean Henderson lolos dari kartu merah meski dianggap melakukan handball di luar kotak penalti.
Namun Guardiola tidak ingin skuadnya terus terjebak memikirkan masa lalu. Fokus utama City sekarang adalah memenangkan laga penting melawan Crystal Palace untuk menjaga peluang juara tetap hidup.
“Anda harus berbuat lebih baik dan lebih baik lagi untuk diri sendiri, dan itu berarti fokus pada Crystal Palace bagi kami.”
“Tentu saja itu bukan di tangan kita di Liga Premier. Saya selalu mengatakan kepada para pemain, 'Lakukan, lakukan, lakukan dengan lebih baik'.”
Guardiola juga kembali menegaskan bahwa kehilangan fokus adalah hal paling berbahaya dalam fase akhir perebutan gelar seperti sekarang.
“Saya selalu belajar bahwa ketika Anda kehilangan fokus, Anda berada dalam situasi berbahaya.”
“Satu-satunya hal yang bisa kita lakukan adalah melakukannya dengan lebih baik, itu sepenuhnya berada dalam kendali Anda.”
Dengan tiga pertandingan liga tersisa, City memang tidak punya banyak ruang untuk kesalahan. Karena itu, Guardiola ingin timnya memastikan kemenangan diraih dengan cara yang tidak memberi kesempatan bagi kontroversi VAR untuk ikut menentukan hasil pertandingan.