← Beranda
Prediksi Lazio vs Inter Milan: Lautaro Martinez Meyakini Doblete, Tarian Terakhir Henrikh Mkhitaryan dan Pedro Rodriguez
Rizka Perdana PutraRabu, 13 Mei 2026 | 15.52 WIB
Lautaro Martinez dan Christian Chivu (Inter News)

JawaPos.com – Inter Milan balik ke Stadio Olimpico, Roma, dini hari nanti (14/5) setelah menghabisi SS Lazio tiga gol tanpa balas dalam giornata 36 Serie A akhir pekan lalu (9/5). Bedanya, kali ini Nerazzurri –sebutan Inter Milan– membidik doblete dalam final Coppa Italia (siaran langsung ANTV pukul 02.00 WIB).

Doblete adalah menyandingkan scudetto Serie A dengan gelar juara Coppa Italia. Inter sudah menyegel scudetto akhir bulan lalu (27/4) atau saat skuad besutan Cristian Chivu bermain seri 2-2 kontra Torino FC dalam giornata ke-34. Inter kali terakhir merasakan doblete pada musim 2009–2010 atau di era kepelatihan Jose Mourinho.

’’Meraih doblete akan sangat berarti karena Inter sudah lama tidak pernah merasakannya. Ini cara terbaik untuk mengakhiri musim,’’ kata il capitano sekaligus attaccante Inter Lautaro Martinez kepada Sky Sport Italia.

Atmosfer Berbeda

Meski kemenangan 3-0 atas Lazio baru empat hari lalu, Lautaro menilai atmosfer Olimpico bakal berbeda. Biancocelesti –julukan Lazio– pasti tidak ingin dipermalukan lagi. ’’Ini akan jadi laga yang sulit bagi kami,’’ ucap El Toro– julukan Lautaro.

Ucapan Lautaro itu dibenarkan bek kanan Lazio Adam Marusic. Menurut Marusic, kekalahan 0-3 tidak bisa dijadikan patokan karena pada saat itu mereka bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-59 setelah kartu merah yang diterima bek tengah Alessio Romagnoli.

Selain itu, atmosfer final Coppa Italia di kandang sendiri jelas berbeda dari laga Serie A tersebut.

’’Kami akan bermain untuk memperebutkan trofi. Dari situ, kami tahu arti pentingnya laga ini. Kami akan bermain berbeda pada Rabu malam (dini hari nanti, Red),’’ koar Marusic seperti dilansir dari Tuttomercatoweb.

Tarian Terakhir Pedro-Mikhi

Final Coppa Italia dini hari nanti bakal emosional bagi striker Lazio Pedro Rodriguez dan gelandang Inter Henrikh Mkhitaryan. Keduanya memiliki kesempatan terakhir memenangi trofi juara bagi klub masing-masing.

Pedro tidak diperpanjang kontraknya oleh Biancocelesti dan Mkhitaryan siap gantung sepatu  akhir musim ini.

Baca Juga: Rizky Ridho Minta Maaf! Singgung Insiden Kontra Persib Bandung, Kapten Persija Jakarta Gelar Evaluasi

’’Karierku hebat dan aku senang telah melaluinya dalam sepak bola. Aku senang telah menjadi bagian dari Inter dalam empat musim terakhir,’’ beber Mikhi –sapaan akrab Mkhitaryan– dalam kata-kata perpisahan kepada surat kabar La Gazzetta dello Sport.

Sementara Pedro telah disiapkan koreografer apik di Olimpico dini hari nanti. Ide tersebut datang dari Laziale –sebutan fans Lazio– di Curva Nord. Selain Pedro, allenatore Maurizio Sarri juga dikaitkan rumor pergi dari Formello, kamp latihan Lazio. Sarri disebut bakal balik kucing ke mantan klubnya, SSC Napoli. 

Prediksi Susunan Pemain Lazio vs Inter Milan 

SS LAZIO (4-3-3): 40-Motta (g); 77-Marusic, 34-Gila, 13-Romagnoli, 17-Tavares; 26-Basic, 4-Patric, 24-Taylor; 18-Isaksen, 14-Noslin, 10-Zaccagni (c)
Pelatih: Maurizio Sarri
Jersey pemain: Biru muda
Jersey kiper: Pink
 
INTER MILAN (3-5-2): 13-Josep Martinez (g); 31-Bisseck, 25-Akanji, 95-Bastoni; 2-Dumfries, 23-Barella, 7-Zielinski, 8-Sucic, 32-Dimarco; 14-Bonny, 10-Lautaro (c)
Pelatih: Cristian Chivu
Jersi pemain: Dark grey variasi oranye
Jersi kiper: Hijau
 
Logo: Coppa Italia
Wasit: Marco Guida
Stadion: Stadio Olimpico, Roma

Siaran Langsung: ANTV pukul 02.00 WIB

Chivu Masih  Kalah Muda  dari Mancini

Chivu bukan pelatih termuda yang bisa memenangi doblete atau gelar domestik ganda di Italia alias scudetto Serie A dan juara Coppa Italia. Chivu kalah cepat dari Roberto Mancini. Berikut pelatih termuda yang memenangi doblete.
 
Roberto Mancini
42 tahun
(Inter Milan 2005–2006)
 
Cristian Chivu?
45 tahun
(Inter Milan 2025–2026)?
 
Jose Mourinho
47 tahun
(Inter Milan 2009–2010)
 
Marcelo Lippi
47 tahun
(Juventus 1994–1995)
 
Massimiliano Allegri
49 tahun
(Juventus 2015–2016)
 
Sven-Goran Eriksson
52 tahun
(SS Lazio 1999–2000)
 

Baca Juga: Borneo FC Bertekad Tentukan Nasib Sendiri! Fabio Lefundes Tak Mau Diragukan, Makin Panas Saingi Persib Bandung

 

EDITOR: Hendra