← Beranda
Granit Xhaka Puji Kontribusi Mikel Arteta dalam Karier Sepakbolanya
M Shofyan Dwi KurniawanSelasa, 12 Mei 2026 | 23.56 WIB
Granit Xhaka saat membela Arsenal. (Dok. Granit Xhaka)
 
 

 

JawaPos.com - Granit Xhaka kembali menunjukkan rasa hormat besarnya kepada Mikel Arteta. Mantan gelandang Arsenal itu mengakui bahwa kariernya mungkin tidak akan berada di titik sekarang tanpa peran penting sang pelatih asal Spanyol.

Xhaka, yang kini menjadi kapten Sunderland, mengatakan dirinya masih memiliki hubungan emosional kuat dengan Arsenal dan berharap mantan klubnya itu akhirnya bisa mengakhiri penantian panjang meraih gelar Liga Premier.

Melansir Daily Cannon, menurut Xhaka, Arsenal layak menjadi juara setelah performa konsisten yang mereka tunjukkan sepanjang musim.

“Mikel adalah orang yang sangat istimewa bagi saya,” kata Xhaka.

Baca Juga: Fabrizio Romano Sebut Arsenal bakal Tawarkan Perpanjangan Kontrak Mikel Arteta

“Tanpa dia, saya rasa saya tidak akan berada di sini, di tempat kita duduk hari ini. Saya mulai belajar sepak bola dengan cara yang berbeda karena dia.”

Xhaka juga menjelaskan bagaimana Arteta mengubah cara pandangnya terhadap permainan.

“Dia mempersiapkanmu dengan sangat baik sehingga ketika kamu masuk ke lapangan, kamu benar-benar bisa memejamkan mata dan kamu tahu di mana lawan berada dan kamu tahu di mana rekan satu timmu berada.”

“Saya tentu saja mendukung Arsenal, tetapi juga para pemain yang pantas mendapatkannya sepanjang musim. Saya pikir kita bisa sangat terbuka: Arsenal pantas memenangkan gelar.”

Baca Juga: Hasil Imbang Lawan Leeds Jaga Tottenham Hotspur Bertahan di Zona Aman usai West Ham Tumbang dari Arsenal

Pernyataan tersebut terasa spesial mengingat perjalanan Xhaka di Arsenal sempat berada di titik terburuk pada tahun 2019.

Saat masih dilatih Unai Emery, Xhaka pernah terlibat insiden panas dengan fans Arsenal setelah ditarik keluar dalam pertandingan di Emirates Stadium. Saat itu ia melepas jersey dan ban kaptennya sambil meninggalkan lapangan dalam situasi penuh emosi.

Banyak pihak mengira kariernya di Arsenal sudah selesai. Namun situasi berubah total ketika Arteta datang menggantikan Emery.

Alih-alih melepas Xhaka, Arteta justru mempertahankannya dan perlahan membangun kembali kepercayaan diri sang gelandang hingga kembali menjadi salah satu pemain penting Arsenal.

“Masa-masa sulit (setelah digantikan oleh Emery) hanya terjadi saat saya sendirian, tetapi itu adalah masa sulit yang menyenangkan karena saya banyak belajar darinya,” ujar Xhaka.

Baca Juga: Gary Neville Soal Juara Liga Champions: PSG Lebih Unggul Tapi Arsenal Punya Sesuatu untuk Menang!

Kebangkitan itu akhirnya membawa Xhaka menuju periode terbaiknya bersama Arsenal sebelum pindah ke Bayer Leverkusen pada 2023.

Kini, meski sudah tidak lagi bermain untuk The Gunners, rasa hormatnya terhadap Arteta tetap sangat besar.

Menariknya, Xhaka juga mengungkapkan bahwa dirinya mulai tertarik dengan dunia kepelatihan. Ia bahkan sempat meminta nasihat dari Xabi Alonso dan Arteta soal kapan waktu yang tepat untuk beralih dari pemain menjadi pelatih.

“Saya berbicara dengan Xabi [Alonso] – 'Kapan Anda merasakan perubahan dari pemain menjadi pelatih?' Saya akan bertanya padanya.”

“'Bermainlah selama mungkin,' jawabnya. Mikel [Arteta] mengatakan hal yang sama.”

Di usia 33 tahun, Xhaka sendiri masih belum menunjukkan tanda-tanda melambat. Ia baru saja dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Sunderland Musim Ini dan masih terikat kontrak hingga 2028.

Dengan pengalaman panjang di level tertinggi sepak bola Eropa, bukan tidak mungkin Xhaka nantinya benar-benar mengikuti jejak Arteta dan Alonso masuk ke dunia kepelatihan setelah gantung sepatu.

EDITOR: Edi Yulianto