JawaPos.com - Luis Enrique memberikan pandangan menarik usai Paris Saint-Germain menyingkirkan Bayern Munchen dari Liga Champions. Alih-alih hanya membahas taktik atau performa timnya, pelatih PSG itu justru menyoroti momen sportivitas yang menurutnya jauh lebih penting daripada hasil pertandingan itu sendiri.
Setelah laga berakhir dan Bayern harus menerima kenyataan pahit tersingkir dari kompetisi, Enrique melihat sebuah momen yang sangat berkesan: Dayot Upamecano dan Ousmane Dembélé saling berpelukan.
Baca Juga: Lupakan Rivalitas! Jebolan Asli La Masia Ini Tak Tutup Pintu untuk Latih Real Madrid
Melansir Bavarian Football, bagi Enrique, pemandangan itu menunjukkan bahwa sepak bola seharusnya lebih dari sekadar menang atau kalah.
“Setelah kami bermain di Munich melawan tim hebat, saya melihat foto bagus Upamecano dan Ousmane Dembélé bersama, berpelukan setelah pertandingan.”
Ia menilai momen tersebut memberi pesan penting, terutama bagi generasi muda yang menjadikan sepak bola sebagai panutan.
Baca Juga: Cedera Lawan Persija Jakarta! Layvin Kurzawa Akhiri Musim Bersama Persib Bandung Lebih Cepat!
“Ini penting karena menunjukkan bahwa, dalam sepak bola, tidak ada pecundang sejati.”
Menurut Enrique, kekalahan adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan, baik di lapangan maupun di luar sepak bola.
“Kekalahan adalah bagian normal dari kehidupan, dan penting untuk tahu bagaimana cara kalah.”
“Anda memberikan semua yang Anda miliki, 100%, dan kemudian Anda harus menerima hasilnya setelahnya.”
Pernyataan itu memperlihatkan filosofi khas Enrique yang selalu menekankan nilai karakter selain hasil akhir pertandingan.
Baca Juga: Rio Ferdinand Yakin Arsenal Juara Liga Champions Meski PSG Lebih Unggul
Pujian untuk Upamecano
Dalam kesempatan yang sama, Enrique juga memberikan apresiasi langsung kepada Dayot Upamecano. Bek Bayern itu tetap menunjukkan sikap positif meski timnya baru saja menelan kekecewaan besar.
“Selamat kepada Tuan Upamecano.”
Pelatih asal Spanyol tersebut bahkan berharap sikap seperti itu juga ditunjukkan timnya jika suatu hari PSG berada di posisi kalah.
“Saya ingin melihat hal yang sama ketika kami kalah.”
Bagi Enrique, sportivitas bukan hanya soal berjabat tangan setelah peluit akhir. Lebih dari itu, sportivitas adalah tentang bagaimana seseorang merespons kegagalan dengan kepala tegak.
“Kita perlu menunjukkan kepada kaum muda bahwa Anda harus tahu bagaimana cara kalah. Itu penting.”
Baca Juga: Mantan Bek Liverpool Kritik Konate Setelah Hasil Imbang Melawan Chelsea: Tidak Ada Intensitas!
Kekalahan yang Sulit Diterima Bayern
Meski pesan Enrique terdengar penuh kebijaksanaan, bagi Bayern Munchen kekalahan itu jelas meninggalkan luka besar.
Klub sebesar Bayern selalu datang ke Liga Champions dengan target juara, sehingga tersingkir dari PSG tentu menjadi pukulan berat bagi pemain maupun pendukung mereka.
Apalagi laga tersebut berlangsung dengan intensitas tinggi dan penuh ekspektasi besar dari publik Allianz Arena.
Untuk fans Bayern, menerima kekalahan memang bukan perkara mudah terlebih ketika itu terjadi di panggung sebesar Liga Champions. Namun seperti yang dikatakan Enrique, menerima hasil dengan lapang dada adalah bagian dari perjalanan setiap tim besar.