JawaPos.com - Keputusan VAR yang menganulir gol penyama kedudukan West Ham United saat menghadapi Arsenal masih terus menjadi perdebatan panas. Namun, Jamie Carragher menjadi salah satu pundit yang dengan tegas membela keputusan tersebut.
Mantan bek Liverpool itu menilai wasit dan VAR sudah mengambil keputusan yang benar meski proses pengecekannya memakan waktu lebih dari empat menit.
Insiden tersebut terjadi di menit-menit akhir saat Callum Wilson mencetak gol setelah situasi sepak pojok yang kacau di kotak penalti Arsenal. Namun, VAR kemudian menemukan adanya pelanggaran terhadap David Raya sebelum gol tercipta.
Baca Juga: Laga Kontroversial Arsenal, Para Pundit Sepakat Gol West Ham Memang Pantas Dianulir
Keputusan itu langsung memicu reaksi besar karena dampaknya sangat penting dalam perebutan gelar Liga Premier maupun persaingan di zona degradasi.
Jika gol disahkan, West Ham akan mendapat poin penting untuk bertahan di Premier League, sementara Arsenal bisa kehilangan posisi krusial dalam perburuan gelar melawan Manchester City.
Gary Neville bahkan menyebut momen tersebut sebagai salah satu keputusan terbesar dalam sejarah VAR Liga Premier.
Meski begitu, melansir Sky Sports, Carragher merasa kontroversi yang muncul lebih dipengaruhi emosi dan preferensi fans daripada aturan sepak bola itu sendiri.
“Lupakan bagian yang jelas dan gamblang. Butuh waktu selama itu karena ada begitu banyak hal yang perlu diperhatikan,” kata Carragher.
“Tekanan yang ditimbulkan oleh keputusan ini, apa artinya, tidak hanya bagi kedua klub ini tetapi juga bagi Man City, bagi Tottenham, dalam situasi seperti itu saya rasa tidak ada yang perlu mengeluh tentang lamanya waktu yang dibutuhkan.”
“Apakah mereka mengambil keputusan yang tepat? Ya.”
Carragher bahkan menyebut ada dua kelompok utama yang terus mempermasalahkan keputusan tersebut.
“Ada dua kelompok orang yang berpikir itu bukan pelanggaran. Kelompok pertama adalah orang-orang yang memiliki hubungan dengan Man City atau West Ham, dan kelompok kedua adalah orang-orang yang tidak ingin Arsenal memenangkan liga.”
“Alasan mengapa hal ini menimbulkan begitu banyak kehebohan adalah karena banyak orang yang tidak ingin Arsenal memenangkan liga.”
Baca Juga: Parade Juara Barcelona Banjiri Jalanan Kota, Aksi Lamine Yamal Langsung Viral!
Wasit Tidak Memihak
Menurut Carragher, Arsenal memang dikenal sebagai tim yang sering bermain agresif dalam situasi bola mati dan berusaha mencari keuntungan sekecil apa pun. Namun, itu tidak berarti mereka otomatis mendapat perlakuan khusus dari wasit.
Ia menjelaskan bahwa pelanggaran utama dalam insiden tersebut terjadi ketika Pablo Felipe mengunci tangan David Raya sehingga sang kiper tidak bisa mengangkat lengannya untuk menangkap bola.
“Anda tidak bisa memegang lengan seorang penjaga gawang dan mencegahnya mengangkat tangan. Itu tidak mungkin terjadi,” tegas Carragher.
Ia juga menolak anggapan bahwa Arsenal selalu lolos dari hukuman dalam situasi seperti ini. Carragher bahkan mengingat kembali insiden tiga tahun lalu saat gol Arsenal ke gawang Leicester dianulir karena Ben White melakukan pelanggaran terhadap kiper lawan dalam situasi yang mirip.
“Jadi anggapan bahwa mereka lolos begitu saja, itu tidak benar.”
Carragher menambahkan bahwa kekuatan Arsenal musim ini justru datang dari organisasi pertahanan mereka, bukan semata lini serang.
Menurutnya, konsistensi David Raya, duet bek tengah, dan peran Declan Rice menjadi faktor utama yang menjaga Arsenal tetap berada dalam persaingan juara hingga akhir musim.
“Sejak kalah di kandang Man City, mereka selalu menjaga gawang tetap bersih,” ujar Carragher.
“Satu-satunya gol yang mereka kebobolan dalam lima pertandingan terakhir adalah penalti.”
Meski kontroversi kemungkinan masih akan terus dibahas dalam beberapa hari ke depan, Carragher percaya keputusan VAR pada akhirnya memang sudah sesuai aturan yang berlaku.