JawaPos.com–Kekalahan 2-0 dari Barcelona di El Clasico bukan hanya memastikan Real Madrid gagal dalam perburuan gelar La Liga. Tapi juga semakin memperbesar tanda tanya soal masa depan Alvaro Arbeloa di Santiago Bernabeu.
Pelatih berusia 43 tahun itu ditunjuk menangani tim utama Real Madrid pada Januari setelah kepergian Xabi Alonso. Namun sejauh ini, Alvaro Arbeloa belum mampu membawa Los Blancos meraih trofi, dan tekanan terhadap posisinya terus meningkat.
Situasi semakin rumit karena nama Jose Mourinho kini ramai disebut sebagai kandidat kuat untuk kembali melatih Real Madrid mulai musim depan. Rumor tersebut langsung memicu spekulasi bahwa masa jabatan Arbeloa bisa segera berakhir begitu musim selesai.
Baca Juga: Olivia Rodrigo Bertemu Lamine Yamal, Menyaksikan El Clasico Real Madrid vs Barcelona
Melansir Sports Mole, Arbeloa menegaskan dirinya belum ingin memikirkan masa depan. Fokus utamanya saat ini adalah memastikan Madrid menutup musim dengan hasil sebaik mungkin.
”Kami pasti akan berbicara dengan klub, seperti biasa. Saat ini, yang saya inginkan adalah agar tim menyelesaikan musim dengan baik dan tidak lengah dalam tiga pertandingan ini,” kata Arbeloa kepada wartawan.
Real Madrid masih memiliki tiga laga tersisa di La Liga, yakni menghadapi Real Oviedo, Sevilla, dan Athletic Bilbao. Arbeloa berharap para pemain tetap menunjukkan profesionalisme meski peluang meraih trofi sudah tertutup.
Baca Juga: Timnas Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Simak Profil Pelatih dan Pemain yang Diandalkan
”Saya pikir akan ada kesempatan bagi pemain yang berlatih dengan baik untuk mendapatkan menit bermain dan menyelesaikan musim di lapangan. Itu akan menjadi tujuan saya dan fokus saya selama dua minggu ini. Apa pun yang terjadi di masa depan, kita akan lihat mulai 24 atau 25 Mei dan seterusnya,” ungkap Arbeloa.
Mantan bek kanan Real Madrid itu juga memahami rasa kecewa besar yang dirasakan para pendukung setelah musim yang penuh masalah dan hasil buruk.
”Kami tidak bisa mengatakan banyak karena kami memahami rasa frustrasi, kekecewaan, dan ketidakpuasan yang pasti mereka rasakan tentang musim ini. Satu-satunya yang bisa kita lakukan adalah bekerja keras, menatap masa depan, dan belajar dari semua kesalahan yang telah kita lakukan tahun ini. Kita tahu bahwa Real Madrid selalu bangkit Kembali,” tutur Arbeloa.
Arbeloa menilai karakter Real Madrid selama ini selalu identik dengan kemampuan bangkit dari situasi sulit. Karena itu, dia meminta timnya tetap menjaga harga diri klub di sisa musim.
”Kami adalah tim yang telah berkali-kali jatuh dan bangkit, tetapi saat ini saya memahami kemarahan yang mungkin dirasakan oleh setiap penggemar Madridista, sama seperti yang kami rasakan sendiri. Itu adalah sesuatu yang sangat jelas, dan kami harus bekerja untuk membalikkan situasi yang kami alami saat ini,” terang Arbeloa.
Da menegaskan, meski musim praktis sudah berakhir bagi Madrid, tim tidak boleh kehilangan semangat bertanding. Real Madrid menghadapi akhir musim dengan tanggung jawab yang lebih besar.
Baca Juga: Situasi Memanas di Real Madrid, Jose Mourinho Dinilai Bisa Selamatkan Karir Vinicius Junior
”Saya tahu musim kami telah berakhir hari ini. Yang tidak boleh kami lakukan adalah lengah, sedikit pun. Kami memiliki tiga pertandingan yang harus kami menangkan. Di sini, kami mempertahankan sesuatu yang jauh lebih besar dari kita semua dan jauh lebih besar dari gengsi kami, yaitu lambang Real Madrid, yang mewakili jutaan penggemar,” tandas Arbeloa.
Sebelum dipromosikan ke tim utama, Arbeloa sempat menangani Real Madrid Castilla dan cukup mendapat pujian atas pekerjaannya bersama tim muda klub. Karena itu, jika benar tidak melanjutkan tugas sebagai pelatih tim utama, bukan tidak mungkin ia akan kembali ke peran sebelumnya di akademi Madrid.